pencil

Khusnul Khatimah & Istiqamah

Husnul Khatimah maknanya jika seseorang meninggal dunia dalam keadaan yang baik, yakni baik imannya, baik ibadahnya dan baik pula akhlaknya. Kita umat Islam dianjurkan agar selalu memohon agar mendapat Husnul Khatimah. Sebaliknya kita mohon kepada Allah agar dijauhi daripada mendapat Suu-ul Khatimah yakni nyawa kita berakhir dalam keadaan yang tidak baik, mungkin karena terlibat dengan syirik dan khurafar, masih bergelumang dosa atau maksiat serta memiliki akhlak yang tidak baik.

Oleh itu, para ulama menganjurkan agar kita berdoa :

اللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الخَاتِمَةِ، وَ لَا تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِسُوْءِ الخَاتِمَةِ

“Ya Allah, tolonglah Engkau akhiri hayat kami dalam keadaan Husnul Khatimah (akhir yang baik) dan tolonglah jangan Engklau akhiri hayat kami dengan Suu-ul Khatimah (akhir yang tidak baik).”

 

Akhir yang Baik

Walaupun kita digalakkan agar sentiasa berbuat baik, agar mendapat ganjaran pahala di akhirat nanti, namun amalan yang paling menentukan nasib seseorang setelah matinya adalah amalnya yang terakhir, bukan amalan kita yang sekarang ini. Hakikat ini dinyatakan sendiri oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- di dalam sabdanya :

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَوَاتِيْمِ

“Sesunguhnya amalan (yang paling menentukan nasib seseorang setelah matinya) adalah amalannya yang terakhir.” [HR Bukhari]

 

Mengapa demikian? Sebab ada kemungkinan seseorang yang baik imannya, ibadahnya dan akhlaknya sekarang ini, tetapi sayangnya mati dalam keadaan yang menyedihkan, seperti terlibat dengan syirik dan sedang bergelumang dosa.

Oleh itu, jangan terlalu bangga jika sekarang anda memiliki iman yang baik, ibadat yang banyak dan akhlak yangn mulia, sebab kita tidak tahu pasti bagaimana keadaan kita ketika menghembuskan nafar yang teraklhir ? Apakah akan mendapat Husnul Khatimah atau Suu-ul Khatimah ?

Bagaimana Cara Tepat Untuk Mendapat Husnul Khatimah?

Menurut pendapat Ustadz Dr. ‘Abdullah Yasin, seseorang besar kemungkian akan mendapat Husmul Khatimah jika dia Istiqamah dalam beragama. Mengapa demikian? Sebabnya ialah karena makna Istiqamah ialah Komited dan Konsisten di dalam kebenaran.

Maksudnya: Jika seseorang memberi komitmennya atau berpegang teguh dengan ajaran Islam yang sebenarnya berdarakan ajaran Al-Quran dan Al-Sunnah, kemudian dia berterus-terusan dalam keadaan demikian. Kalaulah demikian sikapnya setiap hari, masa tentu saja besar kemungkinan dia juga akan mati dalam keadaan yang baik. Dan inilah yang disebut Husnul Khatimah (berakhir dengan baik). INGAT !!! Tidak seorangpun dapat mengetahui apakah dia akan mendapat Husnul Khatimah atau sebaliknya Suu-ul Khatimah.

Memang tidak dinafikan bahwa Istiqamah adalah sesuatu yang paling susah di dalam Islam. Mengapa ? Sebab buat suruhan agama tidak susah jika suruhan itu dibuat hanya sesekali, demikian juga menjauhi larangan juga tidak susah jika larangan itu dijauhi hanya sekali sekala. Yang susah ialah jika kehendak agama itu dilakukan secara terus menerus atau secara konsisten.

 

Doa-doa Husnul Khatimah

*DOSA & DOA & HUSNUL KHATIMAH

Jangan putus asa dengan Rahmat Allah. Allah bersedia memaafkan semua jenis dosa termasuk dosa syirik asalkan kita mau Taubat Nasuha dan pintu Taubat masih dibuka. Allah -Subahanhu wa Ta’ala- berfirman :

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang bergelumang dosa terhadap dirinya, jangan kamu putus asa  dari Rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa.” [Al-Zumar: 53]

Taubat jangan ditangguhkan, sebab ada ketikanya pintu taubat itu ditutup, iaitu ketika Sakaratul-Maut. Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Sesungguhnya Allah bersedia menerima taubatnya selagi belum sampai Sakaratul Maut atau Naza.” [HR Tarmidzi – Derjat Hadis : Hasan]

 

Perbaiki Diri Mulai Sekarang

Hakikat di atas diperkuatkan lagi dengan kaedah :

العِبْرَةُ بِكَمَالِ النِّهَايَةِ، وَ لَا بِنَقْصِ البِدَايَةِ

“Yang menjadi ukuran (di sisi Allah) adalah kesempurnaan pada akhir hayat), bukan (yang menjadi ukuran itu) serba kekurang di masa mudamu.”

Oleh itu, berdasarkan ayat Al-Zumar di atas agar jangan putus asa walau bagaimanapun banyak dosa yang pernah kita semasa muda dan dikuatkan lagi adanya kaedah di atas yakni yang perting ialah kesempurnaan pada akhir hayat, mari kita sama-sama memperbaiki diri masing-masing dengan segera Taubat Nasuha dan memperbanyak amal soleh sambil mengamalkan doa di bawah ini :

اللهُمَّ أَنْتَ رَبَّنَا، فَارْزُقْنَا الاِسْتِقَامَةَ

Allahumma, Anta Rabbunaa, Farzuqnal Istiqamah

 

“(Ya Allah Tuhan kami, Engkau adalah Tuhan kami, oleh sebab itu anugerahkanlah kepada kami sifat istiqamah).”

 

Jangan lupa! Sila share dengan kawan-kawan yang kita sayangi, khausunya Walansia (Warga Lanjut Usia) semoga kita sama-sama mendapat kebahagiaan di akhirat nanti.

UDAY*; Mekah Al-Mukarramah; 3hb Syawwal 1439 ; 17hb June 2018.

 

*Ustadz Dr. ‘Abdullah Yasin

Topik :
Tentang Penulis
Dr. Abdullah bin Yasin
Dr. Abdullah bin Yasin
Pendidikan : BA - Pendidikan (1970) Institut Agama Islam Pekan Baru Indonesia.
LC - Dakwah Dan Usuluddin (1976) Universiti Islam Madinah Arab Saudi.
MA - Perbandingan Ilmu Fiqh (1980) Universiti Imam Mohammad Ibnu Sa'ud - Riyadh - Arab Saudi.
PhD - Islamic Study (1994) American Coasaline University New Orleans, Lousiana

Lihat Semua Tulisan Dr. Abdullah bin Yasin ›