pencil

Beginilah Pribadi Seorang Mukmin Sejati

Bak pohon yang berdaun rindang  nan berbuah lebat  tergambar padanya pribadi seorang mukmin yang senantiasa berhiaskan dengan akhlak- akhlak yang mulia lagi terpuji, buahnya yang ranum menunjukan pribadi yang telah matang,lain halnya  seorang yang enggan berhiaskan dengan pribadi yang luhur meski ilmu yang dimilikinya sangatlah banyak maka hal tersebut tidak ubahnya bagaikan pohon berdaunkan lebat namun  tiada menghasilkan buah apapun.

Akhlak menjadi barometer seseorang sejauh mana ia mampu mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya, juga merupakan sebuah alasan akan diutusnya sang suri tauladan, beliau yang mulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam   ketika dalam sebuah kesempatan beliau bersabda:

إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق

“Tidaklah Aku diutus melainkan untuk menyempurnakan seluruh kemuliaan Akhlak.”

Hadist yang diriwayatkan oleh Imam bukhary dalam Al-Adab Al-Mufrad melalui sahabat yang mulia abu Hurairah – رضي الله عنه – merupakan gambaran betapa pentingnya seorang mukmin memperhatikan Adab dan prilakunya dalam keseharian kehidupannya.

Beberapa  menyusun serangkaian tulisan yang berisikan adab dan akhlak yang patut diperhatikan oleh setiap muslim dan muslimah ,diantaranya sebuah tulisan yang saya terjemahkan dari seorang ulama pengarang yaitu As Syaikh Shalih ‘Abdullah Al-Ushoimy hafidzahullah ta’ala  dalam karya tulis beliau bertajuk  Al-Adabu Al-Asyrah  yang berartikan sepuluh adab berikut point-pointnya :

PERTAMA: Apabila engkau bertemu dengan seorang muslim maka ucapkanlah “assalamu alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuhu” dan apabila dia memberi salam maka jawablah “ wa alaykumussalaam wa rahmatullahi wa barakaatuhu.”

KEDUA: Apabila engkau hendak memasuki rumah seseorang maka meminta izinlah,berdirilah disebelah kanan pintu atau kirinya. apabila  ia mengizinkanmu maka masuklah dan apabila ia mengatakan padamu “pulang” maka pulanglah.

KETIGA: Sebutlah nama Allah seketika engkau hendak makan atau minum dengan mengucapkan “bismillah”. dan makanlah dengan tangan kananmu,ambilah makanan yang terdekat denganmu dan apabila telah selesai makan maka lumatlah jari jemarimu dan ucapkanlah “Alhamdulillah.”

KEEMPAT: Bertuturlah dengan perkataan  yang baik dalam perkara kebaikan pula dan rendahkanlah suaramu seraya pelan dan bertutur kata dan diamlah ketika seseorang berbicara kepadamu serta menghadaplah padanya, jangan engkau potong perkataannya dan janganlah engkau mendahului orang-orang yang lebih tua dalam berbicara.

KELIMA: Apabila engkau hendak tidur maka berwudhulah dan tidurlah pada lengan sebelah kananmu,satukan ke dua telapak tanganmu dan bacalah ayat kursi serta surat Al- ikhlas kemudian bacalah dua surat perlindungan ( Al-falaq & An -nas),tiupkanlah pada keduanya dan usapkanlah pada seluruh badanmu yang engkau mampu.

KEENAM: Apabila engkau bersin maka tutuplah dengan wajahmu dengan tangan atau baju mu, ucapkanlah setelahnya “ alhamdulillah” apabila  seseorang mengatakan padamu “ yarkamukallah “ maka balaslah dengan perkataan “ yahdiikumullah wa yushlih baalakum.”

KETUJUH: Tahanlah ketika engkau menguap semampu mungkin,dan letakanlah tanganmu pada mulutmu,dan jangganlah sampai keluar suara “ aahh”.

KEDELAPAN: Apabila engkau mendatangi sebuah majlis maka ucapkanlah salam dan duduklah diakhir tempat mereka duduk dan janganlah duduk dibawah naungan sedangkan yang lainnya dibawah terik  matahari. janganlah engkau duduk diantara dua orang kecuali dengan izin keduanya, jangan engkau memerintahkan seseorang berdiri dari tempat duduknya  kemudian engkau duduk pada tempatnya,berikanlah ruang bagi seseorang yang datang dan ingatkanlah dengan Allah pada setiap majlis dan setidaknya ucapkan doa penutup majlis “subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi.”

KE SEMBILAN: Berikan ha-hak jalan , jagalah pandanganmu,tahanlah dari keburukan dan menyakiti orang lain,jawablah salam,tegakanlah amar ma’ruf nahi munkar.

KESEPULUH: Pakailah pakaian yang baik dan sopan dan yang paling baik adalah pakaian putih dan angkatlah celana atau sarungmu diatas mata kakimu, mulailah dengan sebelah kananmu ketika berpakaian dan dengan sebelah kirimu ketika melepasnya.