pencil

Amalan-Amalan Yang Dianjurkan Pada 10 Hari Bulan Dzulhijjah

 

            Adapun amalan-amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan di hari-hari tersebut ialah :

  • Haji

Amalan ini merupakan amalan yang paling utama untuk dikerjakan di hari-hari tersebut, mengingat manasik haji tidak dapat dikerjakan di selain bulan Dzulhijjah.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bersabda,

 

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

 

Dan haji yang mabrur, tidak memiliki ganjaran kecuali surga.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

  • Umrah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا

 

Umrah satu (yang diiringi) dengan umrah yang lain, menjadi penebus dosa diantara keduanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

  • Berkurban

Diantara amalan yang juga sangat disyariatkan untuk dikerjakan di hari-hari tersebut ialah berkurban. Dalam sebuah hadits diriwayatkan,

 

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ

 

Tidaklah seorang anak Adam beramal dengan suatu amalan pada hari nahar (Iedul Adha) yang lebih baik di sisi Allah daripada menumpahkan darah hewan kurban…(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Lihat Mura’atul Mafatih hal. 102-104)

 

  • Puasa

Dianjurkan untuk berpuasa sunah sejak tanggal 1-8 Dzulhijjah berdasarkan keumuman hadits tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijah. Dan lebih ditekankan lagi untuk berpuasa pada tanggal 9, yakni hari Arafah.

 

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Dan ditarik kesimpulan darinya (yakni hadits keutamaan sepuluh Dzulhijjah) akan keutamaan berpuasa pada sepuluh hari tersebut, mengingat puasa juga termasuk amalan (shalih)…” (Fathul Bari, 3/291)

 

Adapun berkenaan dengan keutamaan puasa Arafah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

 

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

 

(Puasa Arafah) menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

 

  • Takbir dan Dzikir

Disunahkan untuk memperbanyak takbir dan dzikir secara umum. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Berdzikirlah kalian kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan yakni sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah), dan pada hari-hari yang telah ditetapkan, yakni hari-hari tasyrik.” (HR. al-Bukhari)

 

Dan takbir sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama ada dua macam; mursal (yang tidak terikat waktu), dan muqayyad (yang terikat waktu).

 

Takbir mursal dibaca pada hari-hari tersebut secara mutlak baik di pasar, di jalan, di rumah, di atas kendaraan, dengan cara dikeraskan bagi lelaki. Takbir muqayyad dibaca setelah selesai melakukan shalat, baik fardhu maupun nafilah, dimulai sejak subuh di hari Arafah untuk selain jama’ah haji, dan setelah zhuhur di hari Iedul Adha bagi jama’ah haji, berakhir hingga ba’da Ashar di akhir hari tasyrik. (Lihat Mughni al-Muhtaj, 1/468-469)

 

Lafazhnya : Allahu Akbar, Allahu Akbar, Lailaaha Illallahu Allahu Akbar. Allahu Akbar wa Lillahil Hamd.

 

  • Amalan Setara Haji dan Umrah

Bagi Anda yang belum mampu melaksanakan haji ataupun umrah, maka kerjakanlah shalat sunah syuruk, yakni shalat sunah dua rakaat, yang dikerjakan setelah matahari terbit berselang 15 menit, yang sebelumnya diawali dengan shalat subuh berjamaah di Masjid, dan duduk berdzikir setelahnya. Barangsiapa melakukannya, maka ia mendapat pahala haji dan umrah secara sempurna.

 

Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam telah bersabda,

 

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

 

Barangsiapa shalat subuh secara berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari meninggi diatas ufuk, kemudian ia shalat dua rakaat, maka dituliskan baginya pahala haji dan umrah.” Beliau berkata, “Secara sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR. at-Tirmidzi)

 

  • Membaca Al-Qur’an

Perbanyaklah membaca Al-Qur’an terutama di musim-musim kebaikan, dimana pahala amal kebaikan dilipatgandakan di dalamnya.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

 

Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan tadi dikali sepuluh kali lipatnya. Aku tidak katakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. at-Tirmidzi)

 

  • Sedekah

Dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, baik yang bersifat jariyah (yang terus menerus mengalir manfaatnya), maupun sedekah muaqatah (yang manfaatnya temporer).

 

  • Perbanyak Semua Jenis Kebaikan

Dianjurkan untuk memperbanyak semua jenis kebaikan di hari-hari tersebut, dan jangan sekali-kali kita meremehkan kebaikan tadi sekecil apa pun. Karena betapa banyak kebaikan yang dianggap remeh, ternyata besar sekali pahalanya di sisi Allah karena keikhlasan pelakunya.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

 

Jangan sekali-kali kamu remehkan kebaikan sekecil apa pun, kendati hanya tersenyum acapkali bertemu saudaramu.” (HR. Muslim)

 

Senyum ketika bertemu saudara, memenuhi kebutuhan orang lain, menyingkirkan duri dari jalan, menjaga wudhu, menjawab adzan, menjaga dzikir harian, adalah beberapa contoh kecil darinya.

 

  • Memperbanyak Taubat dan Istighfar

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak taubat dan istighfar di hari-hari tersebut, karena hal tersebut merupakan sebab turunnya ampunan dan rahmat Allah azza wa jalla.