pencil

Keutamaan Bertaubat

Dosa dan kemaksiatan adalah suatu yang niscaya dilakukan oleh hampir semua insan, bahkan manusia yang pertama kali diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala pun pernah melakukannya, sebagaimana Allah Ta’ala firmankan :

{ …..و عصى آدم ربه فغوى } طه : ١٢١

“Dan Adam pun bermaksiat kepada rob-Nya maka tersesatlah dia.”  [QS. Thaha: 121]

Dan dengan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat luas, Allah Ta’ala menjadikan pintu taubat untuk hamba-hamba-Nya yang berdosa untuk menghapuskan segala kesalahan, dan juga agar hamba-Nya tidak putus asa dari rahmat Allah karena dosa-dosanya, sehingga Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk senantiasa kembali kepada-Nya dan memohonkan ampunan-Nya, sebagaimana yang Allah firmankan di dalam Al-Qur’an.

{…… و توبوا إلى الله جميعا أيها المؤمنون لعلكم تفلحون } النور : ٣١

“Bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman kepada Allah agar kalian beruntung.” [QS. An-Nur:  31]

Itu dikarenakan di dalam taubat mengandung banyak manfaat yang sangat dibutuhkan oleh seorang hamba, diantaranya :

  1. Merupakan sebab keberuntungan untuk seorang hamba

Sebagaimana ayat di atas bahwa taubat menjadikan seorang hamba menjadi manusia yang beruntung.

  1. Merupakan sebab untuk mendapatkan cinta Allah subahanahu wa ta’ala, Allah berfirman :

{ إن الله يحب التوابين و يحب المتطهرين } البقرة :٢٢٢

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang bersuci.” [QS. Al-Baqoroh: 222]

  1. Merupakan sebab dimasukkannya hamba ke dalam surga, sebagaimana yang Allah firmankan :

{ إلا من تاب و آمن و عمل صالحا فأولئك يدخلون الجنة و لا يظلمون شيئا } مريم :  ٦٠

“Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta melakukan amalan yang shalih maka sesungguhnya mereka akan masuk ke dalam surga dan tidaklah mereka dizhalimi sedikipun.” [QS. Maryam: 60]

  1. Sebab dimaafkannya semua keburukan, Allah Ta’ala berfirman :

{ و هو الذي يقبل التوبة عن عباده و يعفو عن السيئات }

“Dan Dialah yang maha menerima taubat hamba-hambanya dan memaafkan segala keburukan-keburukan.”  [QS. Asy-Syura: 25]

  1. Sebab mendapatkan ampunan serta rahmat-Nya, Allah berfirman :

{ و الذين عملوا السيئات ثم تابوا من بعدها و آمنوا إن ربك من بعدها لغفور رحيم }

“Dan orang-orang yang melakukan keburukan-keburukan kemudian bertaubat setelahnya dan beriman maka sesungguhnya Robbmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al-A’rof:  153]

  1. Sebab digantikannya keburukan dengan kebaikan, Allah berfirman :

{…. إلا من تاب و آمن و عمل عملا صالحا فأولئك يبدل الله سيئاتهم حسنات …..}

“…. kecuali orang yang bertaubat, beriman, dan mengamalkan amalan yang shalih maka sesungguhnya Allah akan menggantikan keburukan mereka dengan kebaikan….” [QS. Al-Furqon: 70]

  1. Sebab dari segala kebaikan, Allah berfirman :

{ فإن تبتم فهو خير لكم }

“Maka apabila kalian bertaubat maka bertaubat lebih baik untuk kalian” [QS. At-Taubah: 3]

 

  1. Para malaikat mendoakan bagi orang yang bertaubat, Allah berfirman tentang doa malaikat:

{ ربنا وسعت كل شيئ رحمة و علما فاغفر للذين تابوا و اتبعوا سبيلك و قهم عذاب الجحيم }

“Wahai Robb kami rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu maka ampunilah kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan agama-Mu dan jagalah mereka dari adzab neraka.” [QS. Ghafir: 07]

 

  1. Sebab diturunkannya keberkahan dari langit serta ditambahkannya kekuatan, sebagaimana perkataan Nabi Hud عليه السلام kepada kaumnya:

{ يا قوم استغفروا ربكم ثم توبوا إليه يرسل السماء عليكم مدرارا و يزدكم قوة إلى قوتكم و لا تتولوا مدبرين }

“Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” [QS. Hud:  52]

  1. Taubat merupakan suatu bentuk ketaatan yang Allah inginkan untuk menerima taubat dari hamba-Nya, sebagaimana yang Allah firmankan :

 { وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ }

“Dan Allah menginginkan menerima taubat kalian.” [QS. An-Nisa: 27]

  1. Allah bergembira dengan taubatnya seorang hamba

وَعَنْ أَبي حمزةَ أَنس بِنِ مَالِكٍ الأَنْصَارِيِّ خَادِمِ رسولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ : « للهُ أَفْرَحُ بِتَوبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلى بَعِيرِهِ وَقَدْ أَضَلَّهُ في أَرْضٍ فَلاةٍ » .متفق عليه

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ”Sungguh Allah lebih gembira dengan  taubat hamba-Nya, yang mana hamba tersebut  jatuh dari ontanya, dan ia telah kehilangan ontanya pada tanah yang luas” [Muttafaqun Alaih]

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan:

وَفي روايةٍ لمسلمٍ : « للهُ أَشَدُّ فَرَحَاً بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضٍ فَلاةٍ ، فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا ، فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطجَعَ في ظِلِّهَا وَقَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إَذْ هُوَ بها قَائِمَةً عِنْدَهُ ، فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدي وَأَنَا رَبُّكَ ، أَخْطَاءَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ » .

“Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat salah seorng dari kalian tatkala ia bertaubat kepada-Nya, dibandingkan dengan kegembiraan seseorang yang berada di atas tunggangannya di suatu tanah yang luas, lalu tunggangannya tersebut  lepas, sedangkan makanan dan minumannya pada tunggangannya tersebut. ia pun putus asa untuk mendapatkan ontanya, Maka ia mendatangi suatu pohon dan berbaring dibawah naungan pohon tersebut dan ia sungguh telah berputus asa.

Ditengah keadaan itu, ternyata ontanya telah ada berdiri di dekatnya. Segera ia pun mengambil tali ontanya seraya berkata lantaran sangat gembira: “Wahai Allah Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabbmu.” keliru berucap karena terlalu gembira”.

Maka dari keutamaan-keutamaan dan manfaat taubat yang sangat banyak ini, sudah selayaknya kita sebagai hamba untuk selalu bertaubat dan memohon ampunan dari kesalahan yang sengaja kita lakukan maupun dari kesalahan yang tidak sengaja, bahkan Rosulullah صلى الله عليه و سلم yang dimana beliau adalah makhluk yang paling mulia, yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang selalu bertaubat dan memohon ampunan-Nya di setiap harinya,

 

وَعَنْ أَبي هُرَيرةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : « وَاللهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيهِ في الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً » .أخرجه البخاري

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah sesungguhnya saya beristighfar (memohon ampunan) dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.”  [HR. Bukhari]

 

Syarat-syarat Diterimanya Taubat

Tidaklah taubat seorang hamba diterima kecuali apabila telah terpenuhi syarat-syaratnya, dan ini bisa kita bagi menjadi 2 kategori: yang berkaitan dengan hak Allah dan yang berkaitan dengan hak manusia.

Yang berkaitan dengan hak Allah ada 4 syarat yang harus terpenuhi:

  1. Melepaskan diri dari kemaksiatan.
  2. Bertekad untuk tidak melakukannya lagi.
  3. Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan.
  4. Dilakukan di waktu yang taubat tersebut masih bisa diterima.

 َ عَنْ أبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: <من تاب قبل أن تطلع الشمس مِنْ مغربها تاب اللَّه عليه> رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه berkata : Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah menerima taubatnya .” [HR. Muslim]

وعَنْ أبي عبد الرحمن عبد اللَّه بن عمر بن الخطاب رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال: <إن اللَّه عَزَّ وَجَلَّ يقبل توبة العبد ما لم يغرغر>

Dari Abu Abdurrahman yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khathab radhiallahu ‘anhuma dari Nabi صلى الله عليه و سلم, bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla itu menerima taubatnya seseorang hamba selama ruhnya belum sampai di kerongkongannya.”

Dan yang berkaitan dengan hak manusia maka syarat bertaubatnya dengan 4 syarat di atas ditambah dengan menyelesaikan permasalahan dengan orang yang dizhaliminya tersebut, seperti memberikan hak manusia yang dizhaliminya apabila dia telah mengambil hak orang lain secara zhalim, atau meminta maaf serta mengembalikan nama baiknya apabila berkaitan dengan harga diri seseorang.

 

Kiat-kiat Ketika Bertaubat

Untuk memaksimalkan taubatnya maka ada beberapa kiat-kiat yang perlu diperhatikan, diantaranya:

  1. Mengikhlaskan niatnya hanya karena Allah, dan taubatnya dilakukan bukan karena manusia atau tujuan dunia.
  2. Mencari lingkungan yang baik untuk dia tinggali, karena lingkungan yang buruk sangat sulit untuk seseorang untuk berubah.
  3. Bergaul dengan orang-orang yang shalih, karena bergaul dengan mereka mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam perubahan seorang hamba.

 

Semoga tulisan ini bisa membawa manfaat khususnya untuk penulis dan kepada kaum muslimin secara umum.

 

Rujukan:

  1. Tulisan as-Syaikh Muhammad bin Abdurrahman An-Nusyan
  2. Kitab Rouhun wa Royãhĩnu Syarh Riyãdh ash-Shalihĩn