pencil

TADABBUR TODAY | Al-Fatihah:3-4

ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣  مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤

(3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (4) Yang menguasai di Hari Pembalasan

 

  1. Ar-Rahman & Ar-Rahim, keduanya merupakan nama dari 99 Asmaul Husna. Menunjukkan sifat rahmah (kasih sayang) Allah. Demikianlah Aswaja menetapkannya sesuai dengan kemuliaan Allah ta’ala, tidak serupa dengan kasih sayang makhluk.
  2. Nama “Rahman” khusus untuk Allah ta’ala semata, manusia hanya boleh bernama Abdurrahman. Adapun penamaan “Rahiim” bagi manusia boleh, sebab Allah ta’ala menyebut Nabi sebagai Rahiim dalam QS. 9:128, Allah ta’ala berfirman: “Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang (rahim) terhadap orang-orang Mukmin.”.
  3. Allah adalah Ar-Rahman karena rahmatNya yang buanyak di dunia, bahkan orang yang tidak beriman juga mendapat bagian yang tidak sedikit dari rahmat Allah ta’ala ini. Orang yang banyak berbuat dosa juga sebenarnya berbuat dosa dengan menggunakan rahmat dan karunia Allah ta’ala. Tapi tahukah Anda bahwa rahmat yang melimpah di dunia ini hanya 1% dari rahmat Allah? Lihat hadits tentang ini dalam Shahih Muslim. Dalam hadits lain Nabi bersabda “Kalau kenikmatan dunia di sisi Allah ta’ala seberat satu sayap nyamuk saja, tidak akan Allah beri orang kafir walaupun seteguk air.”
  4. Allah ta’ala adalah Ar-Rahiim karena Allah ta’ala lah yang mengkhususkan 99% rahmatNya untuk kaum mukminin di akhirat, plus 1% rahmatNya juga yang umum bagi semua makhluk di dunia. Bayangkan, 1%nya saja sudah seperti ini, bagaimana dengan 99% kasih sayang Allah ta’ala kelak? “Dan Allah Maha Penyayang kepada kaum mukminin.” [QS 33:43]
  5. Allah ta’ala adalah malik (raja) & maalik (Yang Menguasai) hari pembalasan. Berbeda dengan makhlukNya yang terkadang hanya berstatus raja/pemimpin, tetapi tidak punya kekuasaan. Atau punya kekuasaan, tapi jabatannya bukan raja/pemimpin. Kalaupun ada yang berstatus raja sekaligus punya kekuasaan, tetap saja kerajaannya tidak kekal dan kuasanya tidak benar2 menyeluruh. Yawmid diin adalah yawmil hisaab, hari penghitungan & pembalasan. Demikian ditafsirkan oleh Ibnu Abbas radhiyallah ‘anhu.
  6. Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa ketika seorang hamba membaca ayat ke-3 dalam shalat, Allah akan berfirman: Hambaku telah menyanjungku. Dan tatkala membaca ayat ke-4, Allah menyambutnya dengan firmanNya: Hambaku telah mengagungkanku.
  7. Ayat ke-3 memberi efek raja’ (harapan), sementara ayat ke-4 membangkitkan khauf (ketakutan). Demikianlah metode Qurani agar kita tetap berada pada rasio ideal antara raja’ dan khauf. Dalam dunia edukasi kita kenal istilah reward & punishment.

Wallahu A’lam.