pencil

Sebuah Teguran

Saudaraku dimana pun engkau berada…

Sebagaimana kita ketahui, bahwa keimanan kita pada umumnya bias naik dan turun. Seiring dengan naik-turunnya keimanan kita, ujian dan cobaan pun silih berganti:

  • Ada kalanya cobaan tersebut datang untuk menguji keimanan kita agar semakin kuat. Sebagaimana Allah ‘azza wa jalla berfirman:

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢

Artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi” [QS. Al-‘Ankabut: 2]

  • Dan ada kalanya musibah menimpa kita dalam rangka megingatkan kita -ketika keluar jalur- agar kita kembali kepada jalan yang lurus. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَقَطَّعۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ أُمَمٗاۖ مِّنۡهُمُ ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنۡهُمۡ دُونَ ذَٰلِكَۖ وَبَلَوۡنَٰهُم بِٱلۡحَسَنَٰتِ وَٱلسَّيِّ‍َٔاتِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ١٦٨

Artinya: Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)” [QS. Al-A’raaf: 168]

  • Dan ada kalanya bencana melanda sebagai adzab yang Allah turunkan bagi para pendosa; sebab kemaksiatan yang merajalela dan kerusakan akibat ulah tangan manusia itu sendiri. Allah jalla wa ‘ala berfirman:

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١ قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلُۚ كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّشۡرِكِينَ ٤٢

Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)” [QS. Ar-Rum: 41-42]

Kedua ayat di atas dengan tegas menjelaskan akibat buruk dari dosa manusia; bahwasannya: tatkala manusia banyak berbuat dosa maka keberkahan akan hilang dan bencana akan meradang.

Berkata Abul ‘Aliyah rahimahullah:

(من عصى الله في الأرض فقد أفسد في الأرض، لأن صلاح الأرض والسماء بالطاعة)

“Barang siapa bermaksiat kepada Allah, sungguh ia telah melakukan kerusakan di muka bumi, karena baiknya (kondisi) bumi dan langit adalah sebab ketaatan (kepada-Nya).” [Dinukil dari kitab Mishbah Al-Munir fi Tahdzib Tafsir Ibn Katsir: 1094]

Oleh karenanya, Allah jalla  wa ‘ala mengulang-ulang kalamnya di banyak ayat: (قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ) untuk me-review  kembali apa yang dialami oleh umat-umat terdahulu.

Saudaraku…

Lihatlah apa yang menimpa kaum Nabi Nuh  ‘alaihis salam!  Lihatlah apa yang menimpa kaum ‘Ad (kaum Nabi Hud ‘alaihis salam)! Lihatlah apa yang menimpa kaum Tsamud (kaum Nabi Shaleh ‘alaihis salam)! Lihatlah apa yang menimpa negeri Madyan dan negeri Sodom (yaitu kaum Nabi Syu’aib dan Nuh ‘alaihimas salam)!

Lihatlah…! Mereka semua Allah hancurkan akibat dosa yang mereka lakukan…!

Saudaraku…

Sekarang, lihatlah apa yang sedang menimpa negeri kita tercinta! Berbagai kerusakan dan bencana melanda negeri ini.

Takutlah! Kalau ternyata semuanya terjadi akibat dosa yang kita lakukan.

Takutlah! Kalau ternyata ini adalah ‘sebuah teguran’ akibat merajalelanya perzinaan, LGBT, minum-minuman keras, musik, perjudian, kecurangan dalam transaksi jual beli, atau bahkan korupsi dan kesyirikan yang sudah dianggap biasa di negeri ini.

Saudaraku…

Bersegeralah kita kembali kepada aturan Allah! Belum terlambat bagi kita untuk bertaubat. Masih ada kesempatan bagi kita untuk berbuat; perbaiki negeri ini. Ingatlah firman Allah ‘azza wa jalla:

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦

Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [QS. Al-A’raaf: 96]