Dr. Ummu Tamim ‘Izzat, Sosok Ulama Wanita Pemilik Segudang Karya

0
52

Kiprah dakwahnya di negeri Kinanah memang tidak banyak dikenal oleh khalayak, namun ternyata jika ditelusuri banyak proyek dakwah yang beliau kembangkan demi kemajuan kaum muslimat khususnya dan muslimin pada umumnya di Mesir dan luar Mesir.

‘Izzat binti Muhammad Rasyad bin Syahin. Demikian nama panjang tokoh wanita muslimah terkemuka kali ini. Ummu Tamim, demikian sapaan akrabnya, tidak berbeda jauh dengan umumnya wanita di negerinya. Nampaknya ia lebih dahulu tertarik dengan dunia bisnis ketimbang dunia para ulama dan dakwah. Hal ini terbukti dengan gelar S1 yang berhasil ia raih dari Universitas Cairo pada tahun 1407 H dengan konsentrasi pada bidang bisnis perdagangan.

Awal mula minatnya pada dunia ulama dan ulum syar’i ialah seusai ia berhasil meraih gelar S1. Untuk memulai rihlah ilmiahnya itu, ia mengawali dengan studi Al-Quran. Atas kegigihan dan kesungguhan belajarnya, ia berhak memperoleh ijazah Al-Quran di Darul Barbari.

Walaupun keberhasilannya memperoleh ijazah Al-Quran tersebut di atas, ternyata tidak membuat Ummu Tamim merasa cukup apa yang ia peroleh, di saat banyak orang yang merasa cukup dengan hafalan Al-Quran 30 juz, apalagi yang bersanad. Kecukupan itu tidak berlaku pada Ummu Tamim. Ia justru semakin merasa semakin dahaga sehingga memicunya untuk terus melakukan studi ilmiahnya.

Kitab-kitab aqidah karya ulama kontemporer seperti Ibnu Utsaimin dan Ibnu Baz menjadi hidangan keseharian Ummu Tamim hingga kemudian ia mampu menyelesaikannya dengan baik berkat karunia Allah kemudian berkat tekat kuatnya dalam meraih keistimewaan menuntut ilmu syar’i.

Selanjutnya Ummu Tamim beralih ke kitab-kitab yang lebih besar dan klasik untuk mematangkan ilmu yang ia peroleh dari kitab-kitab para ulama kontemporer di atas. Di antara kitab-kitab klasik yang ia tekuni ialah Kitab At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah, Kitab At-Tauhid dan Kitab Al-Iman karya Ibnu Mandah, Syarh I’tiqad Ahlissunnah wak Jama’ah karya Al-Lalika’i, ‘Aqidah As-Salaf karya Syaikhul Islam Ismail Ash-Shabuni, Asy-Syari’ah karya Al-Ajurri, Asy-Syarh wa Al-Ibanah karya Ibnu Battah Al-‘Ukbari, Al-Hujjah fi Bayan Al-Mahajjah karya Qiwamussunnah Abul Qasim Al-Ashbahani, dan kitab-kitab Syaikhul Islam Abul ‘Abbas Ahmad bin ‘Abdul Halim bin ‘Abdussalam Al-Harrani Al-Hanbali.

Selama kurang lebih 25 tahun Ummu Tamim mencurahkan perhatiannya pada studi sejumlah disiplin keilmuan, terutama ‘aqidah dan fiqih. Selama seperempat abad itu ia banyak belajar dari dua tokoh ulama terkemuka Mesir. Mereka berdua ialah Syaikh Mustafa bin Al-‘Adawi dan Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini.

Selain menempuh pendidikan non formal, Ummu Tamim juga tercatat sebagai mahasiswi Universitas Amerika yang dipimpin oleh Dr. Muhsin Jabr di London hingga berhasil menyelesaikan doktoralnya dalam bidang ‘aqidah Islam dengan sangat baik.  Hal ini terbukti dengan desertasinya yang berjudul Tahqiq At-Tauhid fi Dhau’ Al-Kitab wa As-Sunnah mendapat pujian hangat dan tanggapan positif dari dosen-dosen pengujinya yang mereka itu adalah ulama-ulama terkemuka saat ini, yaitu Dr. ‘Abdullah Syakir Al-Junaidi selaku pembimbing desertasi, Dr. Mahmud Mazru’ah selaku ketua jurusan ‘aqidah di Fak. Ushuluddin Universitas Al-Azhar, dan Dr. Muhammad Mahmud Al-‘Adawi.

Di antara sanjungan para penguji desertasi Ummu Tamim adalah sebagai berikut:

 اتضح من المناقشة أنها تملك أدوات البحث العلمي وعلى دراية كاملة بموضوع البحث، فقد اتسمت مراجعها بالشمولية والأصالة، وكونها قادرة على معالجة الموضوعات الشائكة ولديها إمكانية فهم هذه الموضوعات وترجيح ما يستحق الرد عليه, وهذا بإجماع لجنة المناقشة 

“Melalui sidang desertasi ini dapatlah diketahui dengan jelas betapa Ummu Tamim menguasai betul alat-alat riset ilmiah dan memahami dengan sempurna tema riset. Buku-buku yang ia jadikan sebagai refrensi memiliki ciri komperhensif dan pokok. Selain itu, ia juga mampu menyelesaikan topik-topik bahasan risetnya dan memahaminya serta menguatkan mana masalah-masalah yang patut disanggah. Kesaksian ini berdasarkan kesepakan para penguji desertasi ini.”

1 – Al-Fiqh Al-Muyassar, sebuah buku fiqih perbandingan madzhab yang terdiri dari 6 jilid besar.

Jilid pertama memuat fiqih bersuci, haid, nifas, dan shalat.

Jilid kedua memuat fiqih jenazah, zakat, puasa, dan i’tikaf.

Jilid ketiga memuat fiqih haji, umrah, kurban, aqiqah, nikah, dan menyusui.

Jilid keempat memuat fiqih talak, khulu’, pakaian, perhiasan, jual-beli, dan bank.

Jilid kelima dan keenam memuat fiqih muamalat, baik itu masalah-masalah klasik maupun kontemporer.

Buku ini memperoleh kata sambutan dari guru Ummu Tamim, yaitu Syaikh Mustafa bin Al-‘Adawi. Beliau antara lain mengatakan:

ذلكم الكتاب الموسوم “بالفقه الميسر” والذي امتاز بسهولة العرض وسلامة المادة وحسن النقل عن السلف الصالح –رحمهم الله- من الصحابة ومن بعدهم، وقد اجتهدت أختنا –وفقها الله لكل خير- في تحري المادة العلمية الصحيحة والأحاديث الثابتة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم وكذا نقلت أقوال أصحاب المذاهب الأربعة ومذاهبهم من أصول كتبهم، وهذا شيء افتقرت إليه كتب كثيرة من الكتب المعاصرة المصنفة في الفقه، لذا أنصح بدراسة هذا الكتاب وتدريسه لما تضمن ما ذكرت

“Inilah sebuah kitab yang berjudul Al-Fiqh Al-Muyassar yang memiliki ciri khas mudah pemaparannya, materinya tidak cacat, baik dalam mengutip pendapat dari ulama salaf shalih dari kalangan shahabat dan generasi setelahnya. Saudari kita ini –semoga Allah melimpahkan taufiq kepadanya- telah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam menyaring materi pembahasan ilmiah yang shahih dan hanya menyertakan hadits-hadits yang berserajat valid dari Rasulullah ﷺ, beliau juga mengutib pendapat-pendapat para ulama madzhab dari buku-buku induk yang mereka tulis. Hal ini lah yang sebetulnya diperlukan oleh banyak buku-buku kontemporer yang membicarakan topik fiqih. Oleh sebab itu, saya pribadi menyarankan agar kitab ini dapat dipelajari dan diajarkan karena ia memuat hal-hal yang telah saya paparkan sebelumnya.”

“Sementara itu Syaikh Dr. ‘Abdullah Syakir Al-Junaidi, ketua Perkumpulan Ansharus Sunnah Al-Muhammadiyah se-Mesir, mengatakan:

قد نظرت فيه وألفيت فيه خيرا عظيما وأدركت من خلاله أنني أمام عالمة فقيهة بكتاب الله وهدي رسوله ومصطفاه صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم, تعرف كيف تكتب, وكيف تنتقي المسائل, وكيف تقارن في المسائل الفقهية, ولها شخصية واضحة في مثل ذلك

“Saya telah mengamati kitab Al-Fiqh Al-Muyassar ini. Saya pun berkesimpulan bahwa terdapat kebaikan yang luar biasa di sana. Di tengah-tengah pengamatan yang saya lakukan itu saya mengerti pula bahwa saya saat ini sedang berhadapan dengan sosok imam ‘alim pakar, pandai Kitab Allah dan petunjuk utusan dan pilihan-Nya ﷺ. Beliau mengerti memahami bagaimana seharusnya menulis, bagaimana menyeleksi masalah-masalah pembahasan, dan bagaimana membandingkan masalah-masalah fiqih. Dalam masalah ini, beliau memiliki pribadi yang jelas.”

2- Ad-Durar Al-Bahiyyah (Tauhid yang Benar yang Terambil dari Al-Quran dan Sunnah dengan pemahaman para shahabat dan para ulama yang mengikuti mereka). Buku ini memiliki volume 693 halaman.

Sebagaimana di atas, Dr. ‘Abdullah Syakir juga memuji kitab ini.

3 – Al-Mahajjah Al-Baidha’ yang memahas tentang urgensi Sunnah dan kewajiban berpegang teguh dengannya dan keharaman melakukan bid’ah serta penjelasan klasifikasinya dan buruknya dampak pelakunya.

Buku ini memiliki ketebalan 108 halaman.

4 – ‘Aqaid Al-Firaq Adh-Dhallah wa ‘Aqidah Al-Firqah An-Najiyah (Aqidah Sekte Sesat dan ‘Aqidah Kelompok yang Selamat). Buku setebal 385 halaman ini mendapatkan kehormatan berupaka kata pengantar dari guru Ummu Tamim sendiri, yaitu Syaikh Mustafa bin Al-‘Adawi.

5 – Bayan Qadr Ash-Shahabah ‘Inda Allah Al-‘Azhim wa Dhalal Asy-Syi’ah Al-Khasirin.  Buku ini berusaha menjelaskan tingginya kedudukan para shahabat Rasulullah ﷺ di sisi Allah Ta’ala dan penyimpangan Syi’ah terkait permasalahan ini. Buku yang diberi kata pengantar oleh Syaikh Mustafa bin Al-‘Adawi ini memiliki jumlah halaman 188.

6 – Muhammad Rasulullah Kaannaka Tarahu. Meski jumlah halamannya ‘hanya’ 128, namun memiliki kadar keistimewaan yang begitu besar karena bahasannya yang urgen. Hal ini terbukti dengan adanya kata pengantar dari Syaikh Mustafa bin Al-‘Adawi.

7 – Majmu’ah Bidayah Al-Hidayah yang telah terbit baru 3 juz, yaitu Ushul Al-Iman, Tafsir Al-Quran, dan Fiqh Al-Halal wa Al-Haram.

8 – At-Ta’liqat Al-Jaliyyah ‘Ala Al-‘Aqidah As-Safariniyyah sebesar 2 julid.

9 – Al-Futuhat Ar-Rabbaniyyah fi Tafsir Asmaillah Al-Husna.

10 – Amradh Al-Qulub. Buku ini menerangkan 35 penyakit hati dan tips pengobatan dan penanganannya.

Selain kitab-kitab di atas, Dr. Ummu Tamim juga menulis sejumlah artikel yang tersebar di berbagai media elektronik.

Kiprah dakwah Dr. Ummu Tamim ternyata tidak sampai di sini, beliau juga tercatat aktif sebagai pembimbing sejumlah lembaga pendidikan Islam, antara lain:

1 – Mujamma’ Ar-Rahmah Al-Islami.

2 – Mujamma’ ‘Umar bin Al-Khattab.

3 – Mujamma’ Binti Ash-Shiddiq Al-Islami.

Tercatat puluhan ma’had dan masjid pula yang beliau bimbing.

Sumber: