Muqaddimah Bab Puasa

0
139

Pengertian Puasa

Puasa secara bahasa adalah Imsak atau menahan, sedangkan secara Istilah adalah menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkan dengan sengaja, dari terbitnya Fajar sampai tenggelamnya matahari.

Puasa adalah rukun iman ke 4 dari rukun Islam, yang mana terkumpul 3 kesabaran di dalamnya:

  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah.
  2. Sabar dalam menahan diri dari maksiat kepada Allah.
  3. Sabar terhadap takdir takdir Allah yang terasa menyakitkan.

Puasa adalah ibadah yang khusus ditujukan untuk Allah dan balasannya langsung darinya dan itu merupakan rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya. Di antara hikmah dan rahasia puasa:

  1. Hikmah Ubudiyah, menundukkan diri kita di hadapan Allah di mana kita mengekang hawa nafsu karena ketika kita merasa kuat atau hebat maka kecenderungan kita akan semena-mena dan sombong.
  2. Hikmah Ijtimaiyyah (Sosial), berkumpulnya semua lapisan masyarakat dalam satu waktu dalam ibadah yang satu baik yang tua maupun muda kaya maupun miskin untuk sama-sama bersabar senasib sepenanggungan.

Terjalinnya rasa kasih sayang diantara manusia karena yang mampu/kaya merasakan pedihnya kelaparan dan kehausan sehingga dia akan termotivasi untuk berderma dikarenakan pernah merasakan apa yang dirasakan oleh orang fakir yang tiap hari menanggung haus dan lapar.

  1. Hikmah Akhlaqiyah dan Tarbawiyah, melatih kesabaran dan ketabahan sehingga siap jika hidup susah.
  2. Hikmah Kesehatan, sesungguhnya perut adalah sumber dari penyakit maka mengurangi makan adalah pangkal dari obat dan puasa juga memberikan waktu istirahat untuk perut.

 

 

Hadist Ke 1

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Jangan mendahului Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya). Kecuali seseorang yang terbiasa berpuasa, maka (tidak mengapa) berpuasalah.” HR. Bukhari dan Muslim

 

Faedah Hadits:

  1. Larangan mendahului puasa ramadhan dengan puasa 1 hari atau 2 hari sebelumnya.
  2. Rukhshoh/keringanan bagi orang yang terbiasa berpuasa sunnah maka tidak mengapa.
  3. Memisahkan antara ibadah fardhu dengan sunnah dan agar bisa mempersiapkan Ramadhan dengan penuh semangat karena penyambutan Romadhon merupakan syiar.

 

Hadist Ke 2

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

“Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Dan jika melihatnya kembali, maka berbukalah (berhari Raya ‘Ied). Lalu, jika kalian terhalangi (tidak dapat melihatnya), maka ukurlah”. HR. Bukhari dan Muslim

Khilaf Antara Ulama:

Apa hukum orang yang berpuasa pada tanggal 30 Syaban dikarenakan Hilal tertutup awan?

  1. Mazhab Imam Ahmad menyatakan wajib puasa sebagai bentuk hati-hati.
  2. Jumhur ulama (Abu Hanifah, Malik dan Syafi’i) berpendapat tidak wajib puasa dan seandainya puasa maka tidak termasuk Romadhon.
  3. Pendapat Muthorrif (ulama tabi’in) bahwa ditentukan dengan Hisab (-red).

Yang rajih adalah pendapat jumhur bahwa ketika tidak terlihat bulan sabit atau Hilal maka bulan Sya’ban digenapkan 30 hari sehingga besok belum puasa, dan baru puasa pada hari berikutnya.

 

Khilaf Antara Ulama

Menggunkan hasil rukyatul Hilal setempat atau serentak?

  1. Mazhab Imam Ahmad mengatakan seandainya ada salah satu negara yang sudah nampak Hilal maka seluruhnya wajib mengikuti karena Ramadhan telah ditetapkan dan telah tetap hukumnya.
  2. Sebagian ulama mengatakan itu tidak wajib karena setiap daerah atau negara mempunyai rukyah masing-masing.
  3. Imam Syafi’i merinci, seandainya semua negara menyepakati maka serentak dan jika tidak, maka dikembalikan pada masing-masing.

 

Faedah Hadits:

  1. Puasa Romadhon tergantung dengan rukyatul Hilal, bahkan Imam Daqiq al Ied membantah orang yang menggunakan hisab, adapun Imam as Shon’ani mengatakan bahwa hisab itu hanya diketahui oleh orang-orang tertentu, adapun rukyah bisa dilakukan banyak orang.
  2. Begitu juga idul fitri tergantung dengan rukyatul Hilal.
  3. Jika tidak terlihat Hilal maka besok tidak berpuasa karena digenapkan bulan Sya’ban menjadi 30, begitu juga dalam menentukan Idul Fitri.

 

Disarikan dari kitab Taissirul Alam syarh Umdatil Ahkam, lisy syaikh Abdullah al Bassam