Faedah Dari Mempelajari Masalah Hilal Yang Tertutup Dalam Madzhab Hanbali

0
213

Dalam masalah hilal yang tidak terlihat karena tertutup oleh awan atau yang lainnya selama ini kebanyakan kita hanya mengetahui 1 pendapat yang kuat yaitu menyempurnakan bilangan bulan menjadi 30 hari. Namun ternyata banyak dari kita tidak mengetahui bagaimana dalil dari madzhab yang lain dalam masalah ini seperti madzhab hanbali yang mewajibkan untuk puasa keesokan harinya. Disebutkan dalam salah satu matan fikih mereka yang ringkas

وإن حال دونه غيم أو قتر فظاهر المذهب يجب صومه

“dan jika hilal terhalangi oleh awan atau debu maka pendapat yang masyhur dalam madzhab adalah wajib (untuk kehati-hatian) untuk puasa (keesokan harinya).” (Zadul Mustaqni’ hal: 81)

Pendapat ini bukan tanpa dalil, mereka memiliki dalil diantaranya:

  1. Ini adalah perbuatan para sahabat seperti Umar, Ibnu Umar, ‘Ali, Abu Huroiroh, ‘Aisyah, Asma, dan sahabat lainnya. Dan usul madzhab hanbali perbuatan seorang sahabat adalah dalil/hujjah ketika tidak ada sahabat lain yang menyelisihinya. Terlebih lagi ini sahabat yang banyak. (lihat: Al-Fatawa Al-Kubra 2/131)
  2. Mereka juga berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim,

إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

“Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Dan jika melihatnya kembali, maka berbukalah (berhari Raya ‘Ied). Lalu, jika kalian terhalangi (tidak dapat melihatnya), maka ukurlah” HR. Bukhori no. 1900 dan Muslim no. 1080

Yang kemudian mereka memahami makna فَاقْدُرُوا dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu menyempitkan rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku.” (QS. Al-Fajr: 16)

Sehingga bilangan hari dalam bulan hijriyah yang bilangannya antara 29 dan 30 ini, ketika haris disempitkan maka hasilnya 29 hari. Karena tidak ada jumlah hari yang lebih sedikit daro 29 hari. Inilah mengapa mereka berpendapat ketika hilal terhalangi oleh sesuatu maka bilangannya hanya sampai 29 hari saja. Adapun di hari ke 30 dari bulan Sya’ban mereka tetap berpuasa.

 

Tentunya pendapat ini tidak terlepas dari pembahasan ulama mengenai pendalilannya namun kita dapat memetik beberapa pelajaran dari sini.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari belajar fikih permadzhab adalah:

  1. Setidaknya kita tahu bahwa mereka berpendapat berdasarkan ijtihad yang kuat dan dalil yang kuat. Bukan berdasarkan hawa nafsu.
  2. Belajar fikih permadzhab akan membuahkan rasa lapang dada dan kagum terhadap keilmuan mereka dalam memahami dalil. Sehingga akan memunculkan penghormatan kita terhadap ulama terdahulu rahimahullah. Banyak sekali orang yang memandang rendah ulama terdahulu karena orang tersebut salah langkah dalam belajar fikih. Sehingga mereka hanya tahu pendapat ulama saja tanpa tahu bagaimana mereka berdalil sehingga keluar dari lisan mereka: “kok bisa sih ulama ini berpendapat kaya gini?”.
  3. Akan menghasilkan sikap berlapang dada yang sesungguhnya. Karena kita tahu bahwa ini adalah perkara yang tidak lepas dari hasil ijtihad mereka yang begitu mengagumkan.
  4. Ini juga semakin membuat kita bersemangat dalam terus menggali warisan ulama salaf. Karena hanya dengan membaca matan ringkas saja banyak kita mendapati permasalahan-permasalahan yang menakjubkan yang banyak kita tidak tahu. Bagaimana lagi jika kita menggali lebih jauh warisan ulama salaf yang sangat banyak. Ini semua membuat kita tidak merasa cukup dengan peninggalan ilmu zaman sekarang saja. Bukankah kita mengatakan bahwa manhaj kita manhaj “salaf”? maka mau tidak mau kita harus mengenal para salaf kita serta mengetahui keilmuan mereka.
  5. Membuat kita berhati-hati dalam memvonis, karena ternyata ilmu sangat luas sedangkan ilmu kita sedikit. Sehingga seharusnya kita memperbanyak mengatakan “tidak tahu” terhadap perkara yang memang kita tidak tahu.
  6. Meninggalkan belajar fikih permadzhab akan menyebabkan seseorang terhalangi dari kebaikan dan ilmu yang sangat banyak.

Dan masih banyak faedah-faedah lainnya yang akan kita dapatkan dari mempelajari fikih permadzhab.

وفقنا الله جميعا