Seputar Shalat Iedul Fitri Di Rumah

0
134

(Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad)

Ditengah wabah cofid-19 yang sedang merebak, sehingga Pemerintah pusat memberikan himbauan untuk melakukan social distancing atau lebih dikenal dengan pembatasan social berskala besar (PSBB) yang mengharuskan kegiatan berkumpul dikurangi dan ditiadakan, termasuk ibadah shalat berjama’ah pun tak luput dihimbau untuk tidak dilaksanakan telebih dahulu, dan diganti dengan shalat sendiri.

Sebentar lagi Ramadhan akan usai dan Syawal kian melambai, di hari raya yang berbahagia itu ada sunnah yang agung yang dikerjakan kaum muslimin, yaitu shalat iedul fithri, namun jika shalat iedul fithri tidak bisa dilangsungkan berjama’ah, apakah boleh dikerjakan secara sendiri atau berjama’ah dengan keluarga?

Berikut ini kesimpulan dari fatwa yang dikeluarkan oleh dewan fatwa perhimpunan Al-Irsyad di Solo pada tanggal 19 Ramadhan 1441 H yang bertepatan dengan tanggal 12 Mei 2020 M

“Kesimpulan:

Berdasarkan pemaparan, diskusi dan tarjih di atas, Dewan Fatwa  Perhimpunan Al-Irsyad memfatwakan sebagai berikut:

1.      Menganjurkan kaum muslimin yang berada di daerah-daerah yang telah dinyatakan sebagai zona merah, untuk tidak melakukan shalat ‘ied secara berjamaah demi menghindari penularan covid-19, sampai ada himbauan resmi dari pihak yang berwenang (pemerintah pusat/daerah dan dinas kesehatan setempat) bahwa masyarakat di daerah tersebut dinyatakan aman untuk shalat ‘ied secara berjamaah seperti biasanya; dan mengikuti protokol yang ditetapkan oleh pihak terkait.

2.      Bagi yang tidak shalat ied berjamaah bersama imam, maka dianjurkan untuk shalat berjamaah dengan anggota keluarganya di rumah. Atau shalat sendiri bila tidak memungkinkan berjamaah dengan orang lain, seperti pasien yang sedang diisolasi atau sakit.

3.      Bagi yang shalat berjamaah bersama anggota keluarga, maka cukup shalat dua rakaat dengan tata cara yang sama dengan tata cara shalat ‘ied pada kondisi normal namun tidak perlu diikuti dengan khutbah selepas shalat. Hal ini sesuai dengan atsar Anas bin Malik yang shahih dan difatwakan oleh Al Lajnah Ad Daimah Saudi Arabia.

4.      Bagi yang hendak shalat empat rakaat, hal itu bisa dilakukan dengan satu salam atau dua salam. Kedua cara shalat ini pernah dicontohkan oleh sebagian sahabat dan ulama’ terdahulu.

Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata membutuhkan penyempurnaan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya. Fatwa lengkapnya: https://dewanfatwa.com/download/029-tentang-seputar-shalat-iedul-fitri-di-rumah/