Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan

Dalam kalender spiritual Syiah, Sya‘ban bukan sekadar pengantar menuju Ramadhan. Ia adalah bulan yang dipenuhi kelahiran para manusia agung—figur-figur yang membentuk arah sejarah Islam, menegakkan standar moral, dan menjaga kesinambungan risalah kenabian di tengah badai kekuasaan dan penindasan.

Pada 3 Sya‘ban 4 H, lahirlah Imam Husain as, sosok yang kelak menjadi simbol abadi perlawanan terhadap tirani. Sejak kelahirannya, Husain as bukan hanya seorang anak dari Ahlulbait, tetapi penanda bahwa Islam tidak akan pernah tunduk sepenuhnya pada kekuasaan yang zalim. Karbala adalah puncak dari jalan yang dimulai pada hari kelahirannya.

Sehari setelahnya, 4 Sya‘ban 26 H, lahir Abul Fadhl Abbas as—figur kesetiaan total. Abbas as mengajarkan bahwa keberpihakan kepada kebenaran tidak selalu ditentukan oleh kemenangan, tetapi oleh kesanggupan berkorban tanpa syarat. Dalam dirinya, kesetiaan menjadi etika, bukan sekadar emosi.

Kemudian pada 5 Sya‘ban 38 H, dunia menyambut kelahiran Imam Ali Zainal Abidin as. Di tengah represi pasca-Karbala, beliau menjaga ruh perlawanan melalui doa, kesabaran, dan pendidikan spiritual. Melalui sujud dan munajat, risalah Karbala tetap hidup dan menembus generasi.

Puncak harapan Sya‘ban hadir pada 15 Sya‘ban 255 H, dengan kelahiran Imam Mahdi aj. Dalam keyakinan Syiah, kelahiran Imam Zaman menegaskan bahwa sejarah tidak dibiarkan berakhir di tangan para penindas. Ada janji Ilahi bahwa keadilan akan kembali memimpin dunia, meski harus melalui masa penantian panjang.

Malam itu dikenal sebagai Nisfu Sya‘ban, malam harapan dan pembaruan janji. Malam doa dan ampunan, malam memperkuat hubungan spiritual dengan Imam Zaman, sekaligus malam optimisme bahwa masa depan umat manusia tidak gelap, selama ada komitmen pada keadilan.

Sebagaimana disampaikan oleh Sayyid Ali Khamenei:

“Saya mengucapkan selamat kepada semua kaum Mukminin atas datangnya bulan Syakban yang penuh berkah. Bulan ini adalah bulan di mana Imam Husain ibn Ali (as), Imam Ali ibn al-Husayn (as), dan Abal Fazl al-Abbas dilahirkan. Bulan ini merupakan kesempatan yang besar untuk kembali kepada Allah dan memohon ampunan.”

Dengan demikian, Sya‘ban bukan hanya bulan kelahiran biologis, tetapi bulan kelahiran kesadaran. Ia mengajarkan bahwa iman harus melahirkan keberpihakan, kesetiaan, dan harapan—bahkan ketika dunia tampak dikuasai oleh ketidakadilan.


Sumber: Wikishia dan Khamenei.ir

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT