Dalam tradisi Ahlul Bait, kelahiran seorang Imam tidak pernah dipahami sebagai peristiwa biologis yang berdiri sendiri. Ia selalu dipandang sebagai mata rantai dari kehendak Ilahi yang berkesinambungan, terhubung dengan risalah kenabian, dan memiliki makna historis serta
“Demi Allah, walaupun tangan kananku terputus, aku tidak akan melepaskan
Dalam kajian-kajian sebelumnya, kita memperoleh gambaran bahwa kepribadian Imam Al-Husain
Khamenei.ir - Kelahiran Imam Husein a.s. bukanlah sekadar peristiwa biologis
Dalam tradisi Ahlul Bait, kelahiran seorang Imam tidak pernah dipahami sebagai peristiwa biologis yang berdiri sendiri. Ia selalu dipandang sebagai mata rantai dari kehendak Ilahi yang berkesinambungan, terhubung dengan risalah kenabian, dan memiliki makna historis serta
“Demi Allah, walaupun tangan kananku terputus, aku tidak akan melepaskan
Dalam kajian-kajian sebelumnya, kita memperoleh gambaran bahwa kepribadian Imam Al-Husain
Khamenei.ir - Kelahiran Imam Husein a.s. bukanlah sekadar peristiwa biologis
Dalam tradisi Ahlul Bait, kelahiran seorang Imam tidak pernah dipahami sebagai peristiwa biologis yang berdiri sendiri. Ia selalu dipandang sebagai mata rantai dari kehendak Ilahi yang berkesinambungan, terhubung dengan risalah kenabian, dan memiliki makna historis serta
“Demi Allah, walaupun tangan kananku terputus, aku tidak akan melepaskan
Dalam kajian-kajian sebelumnya, kita memperoleh gambaran bahwa kepribadian Imam Al-Husain
Khamenei.ir - Kelahiran Imam Husein a.s. bukanlah sekadar peristiwa biologis
Dalam tradisi Ahlul Bait, kelahiran seorang Imam tidak pernah dipahami sebagai peristiwa biologis yang berdiri sendiri. Ia selalu dipandang sebagai mata rantai dari kehendak Ilahi yang berkesinambungan, terhubung dengan risalah kenabian, dan memiliki makna historis serta
“Demi Allah, walaupun tangan kananku terputus, aku tidak akan melepaskan
Dalam kajian-kajian sebelumnya, kita memperoleh gambaran bahwa kepribadian Imam Al-Husain
Khamenei.ir - Kelahiran Imam Husein a.s. bukanlah sekadar peristiwa biologis
Dalam tradisi Ahlul Bait, kelahiran seorang Imam tidak pernah dipahami sebagai peristiwa biologis yang berdiri sendiri. Ia selalu dipandang sebagai mata rantai dari kehendak Ilahi yang berkesinambungan, terhubung dengan risalah kenabian, dan memiliki makna historis serta
“Demi Allah, walaupun tangan kananku terputus, aku tidak akan melepaskan
Dalam kajian-kajian sebelumnya, kita memperoleh gambaran bahwa kepribadian Imam Al-Husain
Khamenei.ir - Kelahiran Imam Husein a.s. bukanlah sekadar peristiwa biologis