Oleh: Ustadz DR. Muhsin Labib, MA
Gelombang manusia memenuhi Kota Suci Mashhad pada Kamis, mengantarkan Sayyid Ali Khamenei menuju peristirahatan terakhirnya di kompleks suci Imam Ali ar-Ridha. Jutaan rakyat Iran berdatangan dari segala penjuru negeri, menjadi puncak dari enam hari penghormatan, satu prosesi pemakaman terbesar dalam sejarah kontemporer Iran.
Sejak pagi, jalan-jalan utama menuju makam Imam Ali ar-Ridha telah dipadati lautan manusia. Rombongan pelayat mengalir tanpa henti. Peti jenazah bergerak perlahan di tengah jutaan pelayat yang memenuhi setiap ruas jalan. Duka bercampur penghormatan mendalam kepada sosok yang selama puluhan tahun menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Republik Islam Iran.
Salat jenazah dilaksanakan di pelataran suci Imam Ridha, dipimpin oleh putra sulung beliau, Sayyid Mustafa Khamenei. Jenazah dimakamkan di samping kompleks makam Imam Ali ar-Ridha, di kota kelahirannya sendiri. Perjalanan panjang penghormatan yang melintasi berbagai kota suci Iran dan Irak berakhir di sini, di tanah tempat segalanya bermula.
Jenazah tiba di Bandara Mashhad pada siang hari dengan pesawat sipil Iran, dikawal sebuah pesawat tempur. Sebelumnya, prosesi penghormatan berlangsung di Najaf dan Karbala, Irak, dihadiri jutaan pelayat yang memberikan penghormatan terakhir kepada Sayyid Ali Khamenei dan keluarganya.
Di bandara, ribuan pelayat telah menunggu sejak lama. Hadir pula Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam, Jenderal Esmail Qaani, menutup enam hari masa berkabung nasional yang diselenggarakan di sejumlah kota Iran dan Irak.
Jutaan warga dari luar Mashhad terus berdatangan dengan bus dan berbagai sarana transportasi lain. Serangan Amerika Serikat yang menargetkan sejumlah stasiun metro tidak menghentikan langkah mereka. Jalan-jalan menuju kompleks Imam Ridha dan kawasan kelahiran Sayyid Ali Khamenei dipenuhi massa yang membawa bendera Iran serta potret beliau.
Di sepanjang prosesi, pekikan dan spanduk yang menyerukan pembalasan atas agresi Amerika Serikat dan Israel terus bergema di tengah lautan pelayat. Pemakaman ini bukan sekadar penghormatan kepada seorang pemimpin yang gugur. Ia adalah penegasan tekad kolektif untuk mempertahankan Republik Islam Iran, melanjutkan jalan perjuangan yang diwariskannya.
Republik Islam Iran mengumumkan pada 1 Maret 2026 bahwa Sayyid Ali Khamenei wafat akibat serangan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kantor kerjanya di Bait Kepemimpinan, Teheran. Pemakaman di Mashhad menjadi penutup resmi rangkaian penghormatan nasional selama enam hari, mengakhiri perjalanan terakhir beliau di kota kelahirannya, di sisi makam suci Imam Ali ar-Ridha.