Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin Abi Thalib as. Ia bukan hanya seorang panglima perang yang
Setiap tahun Muharam datang membawa suasana yang berbeda, majelis-majelis Husaini kembali digelar, dan jutaan hati bersiap mengenang tragedi Karbala. Namun di balik seluruh syiar dan tradisi tersebut, terdapat sebuah pertanyaan
Di antara hari-hari agung dalam kalender Islam yang memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Syiah adalah Idul Mubahalah, yang diperingati setiap tanggal 24 Zulhijah. Hari ini mengenang sebuah peristiwa monumental ketika
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin Abi Thalib as. Ia bukan hanya seorang panglima perang yang
Setiap tahun Muharam datang membawa suasana yang berbeda, majelis-majelis Husaini kembali digelar, dan jutaan hati bersiap mengenang tragedi Karbala. Namun di balik seluruh syiar dan tradisi tersebut, terdapat sebuah pertanyaan
Di antara hari-hari agung dalam kalender Islam yang memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Syiah adalah Idul Mubahalah, yang diperingati setiap tanggal 24 Zulhijah. Hari ini mengenang sebuah peristiwa monumental ketika
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin Abi Thalib as. Ia bukan hanya seorang panglima perang yang
Setiap tahun Muharam datang membawa suasana yang berbeda, majelis-majelis Husaini kembali digelar, dan jutaan hati bersiap mengenang tragedi Karbala. Namun di balik seluruh syiar dan tradisi tersebut, terdapat sebuah pertanyaan
Di antara hari-hari agung dalam kalender Islam yang memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Syiah adalah Idul Mubahalah, yang diperingati setiap tanggal 24 Zulhijah. Hari ini mengenang sebuah peristiwa monumental ketika
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin Abi Thalib as. Ia bukan hanya seorang panglima perang yang
Setiap tahun Muharam datang membawa suasana yang berbeda, majelis-majelis Husaini kembali digelar, dan jutaan hati bersiap mengenang tragedi Karbala. Namun di balik seluruh syiar dan tradisi tersebut, terdapat sebuah pertanyaan
Di antara hari-hari agung dalam kalender Islam yang memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Syiah adalah Idul Mubahalah, yang diperingati setiap tanggal 24 Zulhijah. Hari ini mengenang sebuah peristiwa monumental ketika
Jika pada bagian sebelumnya kita melihat bagaimana para Imam Ahlulbait as menafsirkan sejumlah ayat Al-Qur'an sebagai isyarat kepada wilayah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as, maka rangkaian riwayat berikutnya
Di antara perbedaan mendasar antara mazhab Ahlulbait dan mazhab-mazhab lain dalam Islam adalah cara memandang konsep wilayah dan imamah. Bagi Syiah, imamah bukan sekadar urusan kepemimpinan politik pasca wafat Rasulullah
Salah satu persoalan teologis yang paling mendasar dalam sejarah pemikiran Islam adalah hubungan antara kehendak Allah dan kebebasan manusia. Apakah manusia sepenuhnya dipaksa oleh takdir sehingga tidak memiliki pilihan atas