Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin Abi Thalib as. Ia bukan hanya seorang panglima perang yang
Islam tidak pernah hadir sebagai agama yang terpisah dari realitas sosial, politik, dan sejarah manusia. Sejak awal, al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw telah mengatur secara rinci hukum peperangan sebagai bagian
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin Abi Thalib as. Ia bukan hanya seorang panglima perang yang
Islam tidak pernah hadir sebagai agama yang terpisah dari realitas sosial, politik, dan sejarah manusia. Sejak awal, al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw telah mengatur secara rinci hukum peperangan sebagai bagian
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin Abi Thalib as. Ia bukan hanya seorang panglima perang yang
Islam tidak pernah hadir sebagai agama yang terpisah dari realitas sosial, politik, dan sejarah manusia. Sejak awal, al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw telah mengatur secara rinci hukum peperangan sebagai bagian
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin
Malik al-Asytar (Malik bin al-Harits al-Nakhaʾi) adalah salah satu figur paling mulia dan berpengaruh di antara sahabat Imam Ali bin Abi Thalib as. Ia bukan hanya seorang panglima perang yang
Islam tidak pernah hadir sebagai agama yang terpisah dari realitas sosial, politik, dan sejarah manusia. Sejak awal, al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw telah mengatur secara rinci hukum peperangan sebagai bagian
Kelahiran Imam al-Mahdi as merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam, sekaligus yang paling dirahasiakan. Ia bukan sekadar kelahiran seorang anak, melainkan hadirnya hujjah terakhir Allah di muka
Malam Nisfu Sya‘ban adalah salah satu malam paling agung dalam tradisi Ahlulbait as. Ia dikenal sebagai malam doa, malam munajat, malam pengampunan, dan malam kelahiran Imam Mahdi aj. Ayatullah Sayyid
Tidak setiap kebenaran harus diumumkan, tidak setiap ucapan mesti terjadi, dan tidak setiap peristiwa harus disaksikan manusia. Segala sesuatu di alam semesta berjalan dalam lingkup ilmu dan kehendak Allah SWT.