Doa merupakan salah satu bentuk penghambaan yang memperlihatkan hubungan manusia dengan Allah Swt. Di dalamnya terkandung pengenalan terhadap Tuhan, pengakuan atas keterbatasan diri, permohonan pertolongan, sekaligus ungkapan harapan dan kecintaan kepada sesama. Dalam tradisi keagamaan, doa juga menjadi ruang untuk memahami orientasi spiritual seseorang: apa yang menjadi perhatiannya, siapa yang diingatnya, dan kebaikan apa yang diharapkannya bagi orang lain.
Kumpulan doa yang diriwayatkan dari Sayyidah Fatimah az-Zahra Sa memperlihatkan keluasan perhatian tersebut. Doa-doa beliau tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pribadi, tetapi mencakup berbagai persoalan kehidupan, mulai dari pengenalan terhadap Allah, kenabian, dan imamah, hingga permohonan pemenuhan kebutuhan materi maupun spiritual. Di dalamnya terdapat pula doa untuk kedua orang tua, anak-anak, para pengikut Syiah, orang-orang yang mencintai beliau, serta doa-doa yang berkaitan dengan waktu-waktu tertentu dalam bulan dan hari-hari sepanjang pekan.
Jika ditelaah lebih jauh, doa-doa tersebut memperlihatkan dua dimensi perhatian yang saling melengkapi. Pertama, perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan orang-orang yang memiliki ikatan kecintaan dengan Ahlulbait. Kedua, perhatian terhadap kehidupan manusia sehari-hari, terutama persoalan ekonomi, kecukupan rezeki, qanaah, dan kesadaran untuk senantiasa bersyukur kepada Allah. Dengan demikian, doa dalam kehidupan Sayyidah Fatimah tidak hanya menjadi ungkapan hubungan spiritual seorang hamba dengan Tuhannya, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap keluarga, umat, dan kehidupan sosial.
Kekayaan Riwayat Doa Sayyidah Fatimah
Dalam sumber-sumber hadis Syiah, terdapat sekitar 110 riwayat yang dinukil dari Sayyidah Fatimah az-Zahra Sa. Sebagian besar riwayat tersebut telah dihimpun dalam kitab Musnad Sayyidah Fatimah az-Zahra Sa karya Allamah Atharudi. Sementara itu, sumber-sumber Ahlusunah mencatat 91 riwayat yang dinukil dari beliau. Setelah riwayat-riwayat yang berulang disisihkan, jumlahnya menjadi 46 riwayat.
Sejumlah penulis hadis menyediakan pembahasan khusus mengenai doa-doa Sayyidah Fatimah. Kumpulan doa tersebut juga telah dihimpun dalam beberapa karya tersendiri, salah satunya Ash-Shahifah al-Jami’ah al-Fathimiyyah. Dalam sumber-sumber yang memuat riwayat tersebut, doa-doa beliau umumnya disampaikan sebagai bagian dari rangkaian perkataan dan riwayat yang dinisbatkan kepada beliau.
Secara keseluruhan, terdapat 67 doa yang mencakup beragam tema. Sebagian berupa munajat dan permohonan kepada Allah, sebagian lainnya berkaitan dengan waktu-waktu khusus, baik dalam bulan tertentu maupun hari-hari dalam sepekan. Di antara doa tersebut juga terdapat permohonan yang berkaitan dengan orang-orang tertentu, termasuk doa permohonan laknat.
Sumber-sumber Ahlusunah juga mencatat enam doa yang diriwayatkan dari Sayyidah Fatimah. Jumlah riwayat yang lebih sedikit ini, menurut keterangan sumber, tidak dapat dilepaskan dari berbagai peristiwa yang terjadi setelah wafatnya Rasulullah Saw.
Jika dikelompokkan berdasarkan temanya, doa-doa Sayyidah Fatimah mencakup permohonan ampunan, pemenuhan kebutuhan hidup, perlindungan dari musuh, dan permohonan keselamatan kepada Allah. Terdapat pula doa-doa yang dibaca setelah salat wajib sehari-hari serta doa khusus untuk masing-masing hari dalam sepekan. Salah satu hal yang menonjol adalah perhatian beliau terhadap para pengikut Syiah dan orang-orang yang mencintai Ahlulbait.
Kasih Sayang bagi Para Pengikut Syiah
Dari keseluruhan doa yang dihimpun, terdapat sekitar 11 doa yang secara khusus berkaitan dengan para pengikut Syiah. Naskah sumber menyebutkan bahwa hampir 13 persen dari doa-doa yang diriwayatkan berkaitan dengan tema tersebut. Perhatian ini memperlihatkan bahwa doa-doa Sayyidah Fatimah tidak hanya berisi permohonan bagi diri sendiri dan keluarganya, tetapi juga mencakup keselamatan orang-orang yang memiliki ikatan kecintaan dan keberpihakan kepada Ahlulbait.
Perhatian tersebut semakin terlihat dalam sejumlah riwayat yang menggambarkan permohonan syafaat beliau bagi para pengikut Syiah pada hari kiamat. Setidaknya terdapat tujuh doa yang berkaitan dengan permohonan syafaat tersebut. Dalam riwayat-riwayat ini, Sayyidah Fatimah digambarkan memohon kepada Allah agar memberikan rahmat, ampunan, dan keselamatan kepada mereka.
Salah satu doa yang diriwayatkan dari beliau memperlihatkan bagaimana nama-nama anggota keluarga Rasulullah Saw disebut sebagai perantara dalam permohonan kepada Allah. Doa tersebut berbunyi:
«اَللّهُمَّ اِنّی اَسْاَلُکَ بِمُحَمَّدٍ الْمُصْطَفی وَشَوْقِه اِلَیَّ وَ بِعَلِیِّ الْمُرْتَضی وَحُزْنِه عَلَیَّ وَ بِالْحَسَنِ الْمُجْتَبی وَ بُکائِه عَلَیَّ وَ بِالْحُسَیْنِ الشَّهیدِ وَ کَابَتِه عَلَیَّ وَ بِبَناتِیَ الْفاطِمِیّاتِ وَتَحَسُّرِهِنَّ عَلَیَّ، اَنْ تَرْحَمَ وَ تَغْفِرَ لِلْعُصاةِ مِنْ اُمَّةِ مُحَمَّدٍ وَ تُدْخِلَهُمُ الْجَنَّةَ، اِنَّکَ اَکْرَمُ الْمَسْؤُولینَ وَاَرْحَمُ الرّاحِمینَ».
“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan Muhammad al-Musthafa dan kerinduannya kepadaku, dengan perantaraan Ali al-Murtadha dan kesedihannya atas kepergianku, dengan perantaraan Hasan al-Mujtaba dan tangisannya untukku, dengan perantaraan Husain yang syahid dan dukacitanya atasku, serta dengan perantaraan putri-putriku dari keturunan Fatimah dan kesedihan mendalam mereka atas kepergianku.
Limpahkanlah rahmat dan ampunan-Mu kepada orang-orang yang berbuat dosa dari umat Muhammad, dan masukkanlah mereka ke dalam surga. Sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Paling Pemurah di antara mereka yang dimintai pertolongan dan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
Doa tersebut memperlihatkan perhatian Sayyidah Fatimah terhadap umat Rasulullah, termasuk mereka yang melakukan kesalahan dan membutuhkan ampunan. Beliau memohon agar Allah melimpahkan rahmat kepada orang-orang yang berdosa dari umat Muhammad dan memasukkan mereka ke dalam surga. Dengan demikian, permohonan itu tidak terbatas pada keselamatan pribadi, tetapi mencakup harapan akan ampunan dan keselamatan bagi umat Rasulullah.
Riwayat lain menggambarkan hubungan antara nama Sayyidah Fatimah dan keselamatan orang-orang yang mencintai beliau beserta keturunannya. Doa ini diriwayatkan dari Imam Muhammad al-Baqir As dalam kitab ‘Ilal asy-Syara’i dan Bihar al-Anwar. Di dalamnya disebutkan:
«اِلهی وَسَیِّدی سَمَّیْتَنی فاطِمَةَ، وَ فَطَمْتَ بی مَنْ تَوَلاّنی وَ تَوَلّی ذُرِّیَّتی مِنَ النّارِ، وَ وَعْدُکَ الْحَقُّ، وَاَنْتَ لاتُخْلِفُ الْمیعادَ».
“Wahai Tuhanku dan Junjunganku! Engkau telah menamaiku Fatimah, dan melalui diriku Engkau menjauhkan dari api neraka orang-orang yang mencintaiku dan mencintai keturunanku. Janji-Mu adalah benar dan Engkau tidak pernah mengingkari janji.”
Dalam doa ini, nama Fatimah dihubungkan dengan makna keselamatan bagi orang-orang yang memiliki kecintaan dan keberpihakan kepada beliau serta keturunannya. Doa tersebut sekaligus menegaskan harapan akan janji Allah, yang tidak pernah mengingkari apa yang telah dijanjikan-Nya.
Perhatian serupa juga ditemukan dalam doa lain yang memuat permohonan keselamatan bagi keturunan, para pengikut, dan orang-orang yang mencintai Sayyidah Fatimah beserta keturunannya. Doa tersebut berbunyi:
«اِلهی وَسَیِّدی، ذُرِّیَّتی وَشیعَتی، وَشیعَةُ ذُرِّیَّتی وَمُحِبّی وَمُحِبّی ذُرِّیَّتی».
“Wahai Tuhanku dan Junjunganku! Selamatkanlah keturunanku, para pengikutku, para pengikut keturunanku, orang-orang yang mencintaiku, serta orang-orang yang mencintai keturunanku dan para pencinta orang-orang yang mencintai keturunanku.”
Doa ini diriwayatkan dari Imam Muhammad al-Baqir As dalam kitab Al-Amali karya Syekh Shaduq dan Bihar al-Anwar.
Kedua riwayat tersebut memperlihatkan keluasan lingkup perhatian yang terkandung dalam doa-doa Sayyidah Fatimah. Permohonan beliau tidak hanya menyebut keturunan dan para pengikutnya, tetapi juga orang-orang yang mencintai beliau dan keturunannya. Ikatan kecintaan kepada Ahlulbait dengan demikian hadir sebagai salah satu tema penting dalam doa-doa yang dinisbatkan kepada beliau.