Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)

Pakaianmu adalah Dirimu, Waspadalah!

Pakaian setidaknya bisa berfungsi untuk memenuhi tiga kebutuhan manusia; pertama menjaganya dari cuaca panas dan dingin, kedua, menjaga kehormatan dan membuang rasa malu, ketiga, memberikan tampilan menarik dan berwibawa bagi pemakainya.

Dalam setiap masyarakat,  model dan tata cara pakaian lelaki dan perempuan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi ekonomi serta sosial masyarakat tersebut. Sebagaimana hal itu juga terpengaruh oleh pandangan dunia dan nilai-nilai yang dominan di dalamnya. Dengan kata lain bagaimana dia melihat dunia? Bagaimana dia melihat wujud dirinya? Di mana inti kebahagiaan dirinya berada? Hal-hal Inilah yang membuat manusia berbeda-beda satu sama lain dalam cara berpakaiannya.

Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa pakaian dapat mempercantik atau mempergagah manusia.  Dampak hal tersebut tidak hanya dapat dirasakan oleh yang melihat. Akan tetapi, secara psikologis pengaruh positifnya dapat dirasakan sendiri oleh orang yang bersangkutan. Dengan demikian, cara berpakaiannya seseorang itu bukan sekedar cerminan kepribadian seseorang, tapi justru punya andil dalam pembentukan dan perubahan karakternya. Berikut ini beberapa contoh hubungan erat antara model pakaian dengan karakter pemakainya:

  1. Menggunakan baju yang rapi tidak sembarangan dan urakan merepresentasikan si penggunanya memiliki sistem pemikiran yang lurus dan sehat. Karena kekacauan yang terlihat di luar tidak lain representasi dari kekacauan yang ada di dalam; karena manusia jika memiliki karakter dan kepribadian yang sehat dan normal pasti ogah terhadap ketidakrapian.
  2. Tidak mau tampil bersih dan rapi dalam berpakaian membuat dampak negatif pada diri seseorang, di mana secara bertahap hal ini akan menyebabkan depresi mental dan lenyapnya kecenderungan yang alami dan sehat pada manusia. Hal ini akan membuat dia kehilangan keseimbangan psikologis dan mengurangi kecintaannya kepada kehidupan dan memaksanya untuk menjadi sosok yang terisolir dan terpinggirkan.
  3. Tampilan lahiriah yang rapi dan menarik jika selaras dengan wujud batin yang rapi pula merupakan kunci kesuksesan manusia dalam mendapatkan cinta di hati orang lain; sehingga tanpa adanya kesesuaian antara dhahir dan batin ini sangat tidak logis jika masih menanti adanya cinta dan kasih sayang dari orang lain.

Ada beberapa riwayat dari para imam kita berkaitan dengan busana dan baju yang ada hubungan erat dengan karakter manusia:

  1. Pakaian yang indah akan membuat seseorang dekat dengan Allah Swt. Imam Shadiq as bersabda: Perindahlah dirimu dengan berpakaian, karena Allah indah dan menyukai keindahan. Oleh karenanya ketika manusia mengetahui bahwa Allah menyukainya, akan ada pengaruh positif dalam dirinya.
  2. Imam Ali as bersabda: Pakaian bersih akan menghilangkan rasa sedih dan dalam shalat dia termasuk thaharah. oleh karenanya salah satu yang membuat ruh menjadi riang dan ceria adalah berpakaian yang bersih.
  3. Pakaian bersih akan menyebabkan kehinaan musuh dan menjadikannya terhormat di hadapannya. Imam Shadiq as bersabda: Pakaian bersih akan membuat musuh menjadi terhina.
  4. Pakaian yang cocok dan sesuai akan membuat manusia menjadi mulia. Imam  Ali as bersabda: Sesungguhnya paling baiknya pakaian adalah yang membuat kamu terlihat sama dengan dengan masyarakat, (pakaian ini) akan menghiasi dirimu dan mencegah orang lain untuk mengolok-olokmu.
  5. Pakaian manusia hendaknya mengenalkan jenis dirinya; oleh karena itu pakaian dan busana laki-laki harus berbeda dengan wanita dan setiap orang harus menggunakan pakaian sesuai dengan jenis mereka masing-masing. Rasulullah Saw menegaskan bahwa laki-laki yang menggunakan pakaian perempuan dan perempuan yang menggunakan pakaian laki-laki telah jauh dari  rahmat dan kasih sayang Allah.
  6. Tidak menggunakan pakaian Syuhroh ( yang menarik perhatian), sebagian manusia karena kesombongannya memilih pakaian yang tidak dapat dijangkau oleh orang lain. Mereka ingin lain dari pada yang lain dan tidak ada yang menyerupai / ngembari Imam shadiq as bersabda: salah satu ciri kehinaan manusia cukup dilihat saat dirinya memakai pakaian yang ingin membuat dirinya terkenal dan tenar. Atas dasar ini, pakaian syuhroh  menunjukkan akan kesombongan pemakainya.

Dari sirah kehidupan Rasul dan para imam dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa mereka begitu anti terhadap berhias diri dan bersolek yang berlebih-lebihan yang mencerminkan kesombongan.

Suatu hari pada tahun 10 Hijriah datang rombongan delegasi Najran sebagai bentuk memenuhi undangan Rasul Saw, mereka masuk kota Madinah dan memasuki masjid untuk berdiskusi dengan beliau. Delegasi ini menggunakan pakaian mewah terbuat dari sutra, cincin emas, dan salib di leher. Pamer kekayaan dan kesombongan ini tidak disukai oleh Rasul Saw, beliau marah dan menolak  menemui mereka. Akan tetapi, mereka tidak tahu alasan kemarahan Rasul tersebut. Akhirnya mereka bertanya kepada Imam Ali as,  Imam bersabda: menurutku kalian harus melepaskan semua pakaian mewah, cincin emas dan salib kalian. Mereka  melakukannya dan akhirnya Rasul menerima mereka dengan penuh penghormatan.

  1. Menjauhi pakaian bernuansa budaya asing (barat), seseorang yang meninggalkan budaya Islam dan bangsanya kemudian menggunakan pakaian yang kebarat-baratan, hal ini menunjukkan akan keterikatan mereka dengan barat. Imam Ali as bersabda: Keadaan umat ini akan senantiasa baik selama mereka tidak menggunakan pakaian asing dan tidak makan makanan mereka, dan jika mereka lakukan ini maka Allah akan membuat mereka terhina.
  2. Menggunakan pakaian yang berwarna ceria dapat mempengaruhi secara tidak langsung dalam aktivitas dan kemajuan pekerjaan seseorang. Bahkan bisa berpengaruh dalam kesehatan jiwa dan kepribadiannya. Rasul saw bersabda: Pakailah pakaian berwarna putih, karena itu akan menyebabkan ketenangan dan kesucian dirimu.

Oleh karenanya orang yang memakai pakaian berwarna terang, akan mendapatkan ketenangan jiwa. Imam Ali Zainal Abidin as bersabda: Ketika Imam Hasan as lahir, beliau dibalut dengan kain kuning, dan dibawa kepada Rasul agar beliau memilihkan nama bayi tersebut. Rasul saw bersabda: Bukankah aku pernah melarang anak bayi dibalut dengan kain kuning, kemudian mereka menggantikan kain kuning dengan kain putih dan dibawa kembali kepada Rasul Saw.

Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa cara berpakaian, model, warna pakaian, kebersihan pakaian merupakan representasi karakter dan kepribadian seseorang bahkan mampu mengubah karakter asli dari orang tersebut.

No comments

LEAVE A COMMENT