Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Amalan Malam dan Hari Asyura

Asyura adalah peristiwa yang sangat agung. Menandai peristiwa ini, ada beberapa amalan yang sangat disarankan untuk dilakukan oleh para pencinta Ahlulbait Nabi; mereka yang berduka atas hari duka Asyura. Berikut ini adalah beberapa di antara amalan tersebut.

Shalat Seratus Rakaat

Melaksanakan shalat seratus rakaat di malam Asyura. Pada setiap rakaatnya Al-Fatihah dibaca sekali dan dan tiga kali Al-Ikhlas. Setelah selesai shalat seluruhnya, lalu membaca doa ini sebanyak tujuh puluh kali:

سُبْحانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلا اِلـهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ اِلاّ بِاللهِ الْعَلىِّ الْعَظيمِ

Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Mahatinggi. (Baca: Rahasia Di Balik Salat Awal Waktu – Bag. 1)

Shalat Empat Rakaat di Akhir Malam

Amalan lainnya adalah shalat empat rakaat di akhir malam. Setiap rakaat, setelah surah Al-Fatihah, membaca Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, masing-masing sepuluh kali. Kemudian, setelah salam, membaca surah Al-Ikhlas seratus kali.

Atau, amalan alternatif lainnya adalah juga shalat empat rakaat di malam Asyura. Setiap rakaat membaca surah Al-Fatihah dan 50 kali Al-Ikhlas. Setelah shalat, perbanyaklah zikir kepada Allah SWT serta shalawat kepada Rasulullah SAW. (Baca: Nasihat Imam Ja’far Shadiq as. Tentang Berzikir)

Diriwayatkan bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Asyura dengan cara seperti di atas, seakan-akan orang tersebut beribadah kepada Allah SWT dengan pahala ibadah tujuh puluh tahun.

Meninggalkan Urusan Dunia

Berbagai riwayat dengan jelas menekankan betapa sangat mulianya orang yang meninggalkan urusan dunianya di hari Asyura. Ini adalah hari musibah besar. Semua pencinta Ahlulbait Nabi pastilah merasakan duka yang mendalam. Karenanya, pencinta Ahlulbait di hari itu akan meninggalkan urusan dunia, bersedih, dan hanya menangis untuk Imam Husein as. Lakukanlah aza’ (upacara berkabung) seperti yang mereka lakukan untuk anak dan keluarga mereka yang sangat dicintai.

Imam Ali Ridha as berkata, ”Siapa yang pada hari ini meninggalkan urusan dunia, maka Allah akan memenuhi kebutuhan dunia dan akhiratnya. Siapa yang menjadikan hari Asyura sebagai hari musibah, kesedihan dan hari tangis, maka Allah akan menjadikan hari kiamat sebagai kebahagiaannya.” (Baca: Doa Imam Ja’far Shadiq Untuk Memudahkan Urusan)

Membaca Maqtal dan Ziarah Asyura

Amalan lain yang amat sangat dianjurkan untuk dilakukan di hari Asyura adalah membaca kisah duka peristiwa Karbala (maqtal). Bacalah riwayat hidup Imam Husein as yang penuh dengan tuntunan dan suri tauladan. Perjuangan dan syahadahnya telah memberikan inspirasi bagi manusia di tiap zaman.

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Musa as diperintahkan untuk bertemu dengan Nabi Khidir as dalam rangka belajar, pertama kali yang beliau sampaikan kepada Nabi Musa as adalah musibah dan bencana yang menimpa keluarga Muhammad (ahlulbait) as. Keduanya pun menangis tersedu-sedu.

Ibnu Abbas berkata, “Aku bertemu dengan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as di Dzi Qar. Beliau mengeluarkan shahifah yang ditulis dengan tulisan tangannya yang dicatat dari ujaran Rasulullah SAW. Beliau membacanya untukku. Ternyata tulisan itu adalah sejarah terbunuhnya Imam Husein as (maqtal) yang menceritakan bagaimana beliau dibunuh, siapa pembunuhnya, siapa penolongnya dan siapa yang syahid bersamanya. Beliau menangis terharu. Akupun menangis.” (Baca: Cukupkah Dengan Menangis?)

Ibnu Abbas berkata, ”Seandainya disini ada tempat untuk menulis sekilas dari sejarah tadi, aku akan menulisnya. Namun, tempat ini tidak mencukupi.”

Selain membaca maqtal, juga disunnahkan untuk Amalan membaca Ziarah Asyura, yang di dalamnya kita menyampaikan salam kepada Al-Husein as.

Saling Mengucapkan Kalimat Duka

Di antara amalan lain di hari Asyura adalah saling menyampaikan ucapan duka. Salah satu kalimat yang bisa disampaikan adalah seperti di bawah ini.

اَعْظَمَ اللهُ اُجُورَنا بِمُصابِنا بِالْحُسَيْنِ عَلَيْهَ السَّلامُ وَجَعَلْنا وَاِيّاكُمْ مِنَ الطّالِبينَ بِثارِهِ مَعَ وَلِيِّهِ الاِمامِ الْمَهْدىِّ مِنْ آلِ مُحَمَّد عَلَيْهِمُ السَّلامُ

Semoga Allah memberikan pahala kepada kami karena berduka atas musibah Imam Husein as dan menjadikan kita semua di antara orang-orang yang mampu menuntut darah beliau bersama wali-Nya, Imam Mahdi dari keluarga Muhammad (ahlulbait) as. (Baca: Tebarkan Cinta Dan Kedamaian Dengan Salam)

Memberikan Jamuan kepada ‘Tamu’ Imam Husein

Berinfak dengan cara memberikan jamuan makanan dan minuman kepada orang-orang yang berduka di hari Asyura. Khusus terkait dengan pemberian jamuan minuman, diriwayatkan bahwa mereka yang memberikan jamuan minuman seakan-akan memberikan jamuan minuman kepada kafilah keluarga Rasul yang kehausan di hari Asyura. [OS]

(Dikutip dari rubrik Tuntunan, buletin Al-Wilayah edisi 25, September 2018, Muharram 1440H)

Baca: “Angan-Angan Duniawi yang Membuat Kita Terpuruk

 

Written by
No comments

LEAVE A COMMENT