Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Imam Muhammad al-Baqir: Tabiin Agung dan Pewaris Ilmu Nabi

Imam Muhammad Baqir as., seperti juga para imam lainnya, adalah seorang manusia yang sempurna dan terpelihara dari segenap aib dan kekurangan serta memiliki semua kesempurnaan insani. Pernyataan tersebut bukan hanya diyakini oleh para pecinta Ahlul Bait, melainkan juga oleh para penentangnya.

Syekh Mufid berkata: “Imam Baqir Abu Jakfar Muhammad bin Ali bin Husain, di antara saudara-saudaranya, merupakan pengganti ayahnya, Ali bin Husain, serta imam setelah sang ayah. Dari segi ilmu, zuhud, serta qiyadah ‘kepemimpinan’, ia lebih mulia daripada saudara-saudaranya. Di kalangan masyarakat umum dan khusus, ia lebih populer, terkenal, dan lebih berwibawa. Apa yang tampak dari ilmu agama, sunah, tafsir Al-Qur’an, sirah, serta adab kehidupan Imam tidaklah tampak pada diri anak-anak Hasan dan Husain lainnya. Sisa-sisa sahabat, para pembesar dari tabiin, dan ulama fikih meriwayatkan persoalan agama dari Imam Baqir.”

Imam Baqir as. populer dengan keutamaan ilmu sehingga berbagai macam syair dikumandangkan untuk menyifati keutamaannya itu. Abu Fida mengenai Imam mengatakan: “Muhammad bin Ali bin Husain Abu Jafar Baqir adalah tabiin yang sangat mulia dari segi ilmu, amal, dan qiyadah. Kemuliaannya merupakan yang paling menonjol di tengah umat. Umat Syiah lmamiyah meyakininya sebagai salah satu imam dari dua belas imam. Dia banyak sekali menukilkan hadis dari Rasulullah Saw dan banyak jamaah dari tabiin yang meriwayatkan darinya. Di antara para perawinya adalah putranya Jakfar Shadiq, Hakam bin Utaibah, Rabniah, Abi Ishaq Sabi’i, Auzai, A’raj, Ibn Juraih, Atha’, Amr bin Dinar, dan Zuhri.”

Baca: Mengapa Imam Kelima Saja yang Bergelar Al-Baqir?

Ahmad bin Hajar Haitsami mengenai Imam menuliskan: “Abu Jakfar Muhammad Baqir adalah pewaris ilmu, ibadah, dan zuhud Ali bin Husain. Dinamakan Baqir sebab dia mampu menyingkap hakikat ilmu dan menguaknya. Dia mengungkapkan simpanan-simpanan pengetahuan, hakikat hukum, serta hikmah yang dapat diterima oleh semua, kecuali orang-orang yang buta batinnya dan rusak akidahnya. Oleh karena itulah, dia dinamakan dengan ‘pengungkap dan penyebar ilmu’. Hatinya bercahaya. Ilmu dan amalnya bersih. Jiwanya suci. Penciptaannya indah dan tampan. Usianya dihabiskan dalam ketaatan kepada Allah. Akhlak dan cara hidupnya, dalam maqam irfan, tidak terjangkau untuk disifati sementara, dalam sair sulk, serta pengetahuan, dia banyak menyampaikan pandangan yang memerlukan waktu panjang untuk menyebutkannya.”

Imam Muhammad Baqir as., pada masanya terhitung sebagai salah satu ahli fikih dan ulama besar. Rasulullah Saw sebelumnya telah memberitahukan maqam keilmuannya. Jabir bin Abdullah Anshari menukil dari Rasulullah Saw yang mengatakan kepadanya: “Wahai Jabir! Engkau akan bertemu dengan salah seorang anakku dari keturunan Husain yang namanya sama dengan namaku. Dia menyingkapkan ilmu dan mendedahkan hakikat.”

Jabir memiliki umur panjang sehingga dapat bertemu dengan Imam Muhammad Baqir dan menyampaikan salam Rasulullah Saw kepada Imam. Banyak sekali pembesar yang memuji maqam keilmuan Imam. Di antaranya adalah beberapa orang berikut ini.

Ibn Barqi menyebut Imam sebagai seorang ahli fikih yang mulia sementara Nasa’i menyebutnya sebagai ahli fikih Madinah dari kalangan tabiin.

Abdullah bin Atha’ Makki berkata: “Ulama begitu merendahkan diri di hadapan Muhammad Baqir, hal yang tidak mereka lakukan di hadapan orang lain. Aku melihat Hakam bin Utaibah dengan kewibawaan dan keagungan yang dimilikinya, tatkala bertemu dengan Muhammad bin Ali, bagaikan anak kecil yang berada di hadapan gurunya.”

Ibn Abil Hadid menulis: “Muhammad bin Ali bin Husain adalah pembesar para ahli fikih Hijaz. Masyarakat belajar darinya dan dari putranya, Jakfar. Dia mendapatkan gelar baqirul ulum. Saat belum dilahirkan, Rasulullah Saw memanggilnya dengan laqab tersebut dan kepada Jabir bin Abdullah Anshari, Nabi Saw memberitakan kabar gembira tentang pertemuan Jabir dengan cucunya itu seraya berkata, ‘Sampaikan salamku kepadanya!'”

Syekh Mufid menulis: “Dari Abu Jakfar, banyak sekali diriwayatkan hadis tentang awal mula penciptaan alam, sejarah para nabi, peperangan, sunah dan sirah, serta manasik haji Rasulullah Saw sementara dalam tafsir Al-Qur’an, banyak sekali dikutipkan hadis melalui khawas dan ammah, bahwa dia berdebat dengan sekelompok ahli kebatilan dan pembangkang. Masyarakat banyak mengambil ilmu darinya.”

Bukti yang terbaik untuk menisbahkan maqam ketinggian ilmu Imam Baqir adalah banyaknya hadis yang keluar darinya dalam berbagai bidang keilmuan: akidah, kalam, filsafat, fikih, akhlak, sejarah, dan persoalan-persoalan sosial. Para mufasir dan perawi hadis mencatat dan mengutip hadis-hadis itu dalam kitab-kitab mereka.

Hadis-hadis yang dinisbahkan kepada Imam begitu banyaknya sehingga dapat dikatakan bahwa Imam Baqir, sepanjang hidupnya, mendidik murid-murid yang pandai dan istimewa. Murid-murid Imam terhitung sebagai sahabat dan perawi hadisnya. Kami akan menyebutkan sebagian dari mereka: Abu Hamzah Tsumali, Tsabit bin Dinar, Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar, Ali bin Rafi’, Dhahhak bin Muzahim Khurasani, Hamid bin Musa Kufi, Abu Fadzl Sudair bin Hakim bin Shuhaib Shairafi, Abdullah Barqi, Yahya bin Ummu Thawil Math’ami, Hakim bin Jubair, Farazdaq, Farat bin Ahnaf, Ayyub bin Hasan, Abu Muhammad Quraisy Saddi Kufi, Thawus bin Kiysan Hamadani, Aban bin Thaglib bin Riyah, Qays bin Ramanah, Abu Khalid Kabuli, Sa’id bin Musabbib Makhzumi, Umar bin Ali bin Husain, dan saudaranya, Abdullah serta Jabir bin Muhammad bin Abi Bakar.

Murid-murid ini memiliki posisi istimewa dalam mempelajari dan meriwayatkan hadis-hadis dari Imam Baqir. Mereka menyebarkan ilmu yang mereka peroleh dari Imam dan menjadi perawi hadis yang dihormati. Imam Baqir dan putranya, Imam Shadiq, merupakan dua imam yang paling banyak memiliki hadis. Hadis-hadis mereka mencakup berbagai bidang keilmuan dan menjadi rujukan penting bagi para mufasir, perawi hadis, dan ulama pada masa itu.

Baca: Manifestasi Kepribadian Imam Muhammad Baqir a.s.

Dengan demikian, Imam Muhammad Baqir adalah seorang ulama yang memiliki keilmuan yang tinggi dan dihormati oleh banyak orang. Maqam keilmuannya dikenal luas dan disebut-sebut oleh banyak pembesar, ulama, dan murid-muridnya. Hadis-hadis yang keluar dari Imam Baqir menjadi sumber penting dalam memahami berbagai aspek agama dan kehidupan.

Sumber-sumber Ilmu Imam Baqir

  • Imam hidup kurang lebih dengan ayahnya, Imam Zainal Abidin, selama 35 tahun dan meneguk banyak ilmu dari sang ayah.
  • Kitab-kitab hadis diterima Imam melalui warisan. Kitab-kitab tersebut didiktekan Rasulullah Saw melalui tulisan tangan Imam Ali bin Abi Thalib as. yang diwariskan kepada keturunannya suci.
  • Imam memanfaatkan dengan teliti segala potensi tersebut serta dengan dukungan Ilahiah dari ayat Al-Qur’an.
  • Imam menyingkapkan ilham gaib dan batin yang diperolehnya melalui ruh malakuti dan qudsiah dari alam gaib.

*Dikutip dari buku karya Ayatullah Ibrahim Amini – Para Pemimpin Teladan

 

No comments

LEAVE A COMMENT