Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Kisah-kisah Imam Ali Zainal Abidin a.s.: Burung Pipit dan Serigala

Di antara peran yang dijalankan oleh para imam di dunia ini adalah sebagai perantara turunnya nikmat dan rahmat Ilahi kepada seluruh makhluk. Mereka memiliki wilayah dan memikul tanggung jawab besar untuk memimpin alam semesta.

Pembahasan kita kali ini terkait dengan salah satu keistimewaan dan karamah para imam, yaitu mereka menguasai seluruh bahasa di dunia ini, baik bahasa kalangan manusia, jin atau binatang. Salah satu di antaranya adalah Imam Ali Zainal Abidin a.s., beliau salah satu imam yang menguasai bahasa dan suara binatang. Banyak kisah yang menunjukkan bahwa beliau a.s. sering sekali berbincang-bincang dengan binatang.

Kalau kita membaca Alquran, kita menemukan ayat-ayat yang mencerikan dialog Nabi Sulaiman a.s. dengan burung Hud-hud dan semut. Dengan demikian, Nabi Sulaiman a.s. juga menguasai bahasa binatang.

Berikut ini kita bawakan contoh dialog Nabi Sulaiman dengan burung. Allah swt berfirman dalam Surat An-Naml, ayat 20 dan 22:

Dan dia (Nabi Sulaiman a.s.) memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir? … Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang Anda belum mengetahuinya; dan kubawa kepada Anda dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.”

Dalam ayat 18 dari Surat An-Naml Allah swt menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. mendengar instruksi salah seekor semut kepada sesamanya:

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “Hai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarang kalian, agar tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” * Maka dia (Nabi Sulaiman a.s.) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku! Berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.

Dengan anugrah Allah swt, para nabi (termasuk Nabi Muhammad saw.: Baca kisahnya dengan klik di sini) dan imam kita memiliki kemampuan yang luar biasa dalam hal ini. (Baca: Rusa pun Berlindung Dan Meminta Pertolongan Kepada Imam Sajjad a.s.)

Kakak sudah membawakan contoh dari Alquran. Nah, adik-adik sekalian tentunya penasaran seperti apakah dialog para imam dengan binatang? Kali ini kakak akan ceritakan dua kisah Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad a.s. dan perbincangan beliau a.s. dengan burung pipit dan serigala:

Doa Imam Ali Zainal Abidin a.s. untuk Serigala

Pada suatu hari, Imam Ali Zainal Abidin a.s. berjalan menuju salah satu kebun beliau di pinggiran kota Madinah. Di tengah perjalanan, beliau a.s. melihat seekor serigala yang bulu-bulunya sedikit rontok dan tampak bersedih sambil mendengus.

Imam Ali Zainal Abidin a.s. menghampiri serigala tersebut dan berkata, “Bangun dan pergilah! Aku akan mendoakan istrimu, insya Allah semuanya akan berjalan lancar dan tidak ada masalah.” Kemudian serigala itu bangkit dan pergi.

Seorang sahabat yang bersama beliau a.s. saat itu bertanya, “Wahai Imam! Apa yang terjadi dengan serigala tadi?”

Imam Ali Zainal Abidin a.s. menjawab, “Serigala tadi berkata, “Isteriku saat ini akan melahirkan dan merasa kesakitan karenanya. Mohon sudilah kiranya Tuan menolong kami dan memikirkan bagaimana caranya isteriku melahirkan dengan selamat. Aku berjanji bahwa kami dan keturunan kami tidak akan mengganggu atau menyakiti Anda dan para pengikut (Syiah) Anda.”

Aku katakan, “Aku akan mengabulkan permohonanmu. Kemudian serigala tersebut pergi dengan tenang.””

Imam Ali Zainal Abidin a.s. dan Burung Pipit

Kisah ini dibawakan oleh salah seorang sahabat Imam Ali Zainal Abidin a.s. yang bernama Abu Hamzah Tsumali (dikenal dengan doa Abu Hamzah Tsumali):

Pada suatu hari, aku (Abu Hamzah) berada di rumah Imam Ali Zainal Abidin a.s. Di halaman rumah beliau terdapat satu pohon yang dijadikan sarang oleh banyak burung pipit yang selalu berkicau.

Imam Sajjad a.s. menunjuk seekor burung pipit dan berkata kepadaku, “Apakah engkau tahu apa yang diucapkan oleh burung pipit itu?”

“Aku tidak mengetahuinya, wahai Imam,” jawabku.

Imam Sajjad a.s. berkata, “Ia memanjatkan puja dan puji syukur kepada Tuhannya dan memohon rezeki untuk hari ini kepada-Nya.”

Imam Sajjad a.s. melanjutkan, “Wahai Abu Hamzah! Kami telah diberi pengertian tentang suara (bahasa) burung dan kami telah dianugerahi segala sesuatu.”

Nah, demikianlah adik-adik kisah tentang keagungan Imam Ali Zainal Abidin a.s. Semoga dapat menambah keyakinan dan ketaatan kita kepada para imam suci Ahlul Bait a.s. sehingga kita diterima dan diakui sebagai Syiah mereka dan memperoleh syafaat dari mereka kelak. Ilahi Amin…

Baca: Abu Dzar dan Berhala Munat

 

No comments

LEAVE A COMMENT