Oleh Ustadz DR. Muhsin Labib, MA
Penting untuk dicamkan oleh orang-orang yang menuduh Syiah menabikan Ali, Syiah menghormati dan mengagungkan Ali semata-mata karena Muhammad. Ali adalah mahakarya, bukti nyata dari keagungan sang Maha Guru. Gerbang kota ilmu takkan pernah bernilai jika kota ilmu itu sendiri tidak pernah ada.
Bagi Syiah, cukuplah posisi Ali sebagai murid utama, panglima terdepan, dan hamba sahaya bagi sang Baginda untuk menjadi alasan mengikutinya. Sebuah ungkapan dari Imam Ali bin Abi Thalib yang populer dalam khazanah tradisi Syiah menegaskan kebenaran ini: “Aku hanyalah salah satu hamba dari hamba-hamba Muhammad” (Usul al-Kafi, Al-Kulayni, Jilid 1, Halaman 90). Mustahil sang murid menggeser takhta sang Pengagung.
Syiah bukan hanya tidak pernah menabikan Ali, melainkan mengimani Muhammad yang Eksistensial—Sang Cahaya Yang Ada jauh sebelum kelahiran historisnya empat belas abad silam. Dialah causa utama terbentangnya semesta, manifestasi (Tajalli) pertama Allah di alam raya, dan sang Wasilah—akses tunggal menuju Tuhan yang tanpa menyebut namanya dan kesucian keluarganya, runtuhlah keabsahan shalat manusia. Dialah sang Agung yang tak pernah alpa dalam sujudnya, bukan pribadi yang lupa rakaat di hadapan Sang Pencipta.
Dialah Muhammad, manusia paling suci yang benih mulianya berpindah dari sulbi ke sulbi para pesujud—bukan jiwa yang bernoda sehingga dadanya harus dibelah malaikat dan dibasuh air Zamzam. Dialah sosok yang membuat Malaikat Jibril bersimpuh tawaduk bagai hamba di hadapan majikannya—bukan pribadi yang memerlukan teguran manusia untuk menurunkan wahyu-Nya.
Dialah Muhammad yang ketika maut menjemput, Malaikat Izrail berdiri gemetar memohon izin di ambang pintunya—bukan jiwa yang asing pada Jibril hingga harus dihibur dan diyakinkan oleh seorang pendeta. Dialah sang Insan Kamil, karya teragung Tuhan dan puncak teladan kesempurnaan—bukan pribadi yang bermuka masam dan memalingkan wajah dari seorang mukmin yang buta.
“Aku hanyalah salah satu hamba Muhammad.” (Usul al-Kafi, Al-Kulayni, Jilid 1, Halaman 90).