Apa yang dimaksud “Ahlulbait” dalam QS: al-Ahzab 33, Ibnul Jauzi menyampaikan:
فالقائل باختصاص الاية بالرسول وبضعته ووصيه وسبطيه هم جماعة من الصحابة وعلى رأسهم ام سلمة و عائشة
Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli alaa Muhammad wa Aali Muhammad.
Berdasarkan berbagai kriteria visibilitas hilal, prediksi Markaz al-Islam al-Ashil dan keterangan beberapa Tim Rukyatul Hilal Lembaga Falak Ahlul Bait Indonesia yang melakukan istihlal pada hari ini, Jumat 16/2/18, maka kami tetapkan bahwa tanggal 1 Jumadil Akhir 1439 H jatuh
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang
ِيَامَنْ هُوَ أَقْرَبُ إِلَيَّ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْد
Wahai zat yang Maha Dekat denganku melebihi urat leherku sendiri
ُيَاْ مَنْ هُوَ فَعَّاْلٌ لِمَا يُرِيْد
Wahai Zat Yang Maha Kuasa melaksanakan apa yang Dia kehendaki
ِيَاْمَنْ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِه
Wahai Zat Yang Membatasi
Imam Ali as berkata: Pangkal agama ialah mengenal Allah.
Segala sesuatu memiliki titik awal dan dasar. Dari titik awal dan dasar inilah di atasnya sesuatu jika merupakan bangunan berdiri dengan tegak, kokoh dan berguna. Agama ibarat bangunan, pondasinya adalah marifatullah (mengenal Tuhan).
Seumpama buku, bukan seperti buku
Dalam peristiwa perang Khaibar, setelah orang-orang lain gagal membebaskan benteng kaum Yahudi tersebut Rasulullah SAW bersabda;
لأُعطينَّ الراية غداً رجلاً يحب الله ورسوله، ويحبُّه الله ورسوله، كرَّاراً غير فرَّار، لايرجع حتى يفتح الله على يده
“Sungguh besok aku akan memberikan bendera kepada seorang ksatria yang mencintai Allah
Imam Musa Al-Kadhim as dalam pesannya kepada Hisyam bin Al-Hakam berkata;
يا هشام، أوحى الله إلى داود (ع) قل لعبادي : لا يجعلوا بيني وبينهم عالماً مفتوناً بالدنيا، فيصدُّهم عن ذكري، وعن طريق محبّتي ومناجاتي، أُولئك قُطَّاع الطريق من عبادي، إنَّ أدنى ما أنا صانع بهم
Allah swt berfirman:
فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak
Suatu hari ketika kembali ke rumah, Imam Ali a.s. melihat Sayyidah Fatimah sedang terbaring sakit. Sayyidah Fatimah menderita demam tinggi. Imam Ali a.s. memandang beliau dan berkata, “Wahai Fatimah! Apakah engkau menginginkan sesuatu?”
Sayidah Fatimah a.s. dengan malu-malu menjawab, “Wahai Amirul Mukminin! Aku tidak ingin merepotkanmu.”
Imam