Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
Home2017

December 2017

Allah SWT berfirman; وَعِبَادُ الرَّحْمنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الاْرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلاَماً. “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”[1] وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ

Pembahasan tentang Imam Mahdi sering kali diidentikkan dengan akidah Syi’ah Imamiyah, sehingga bila kita tidak cermat dan obyektif di bidang ini maka kita akan termakan “isu murahan” bahwa Imam Mahdi itu hanya milik orang Syi’ah dan hanya Syi’ah yang membesar-besarkannya.

Tulisan singkat ini membedah secara singkat bahwa akidah tentang kedatangan Imam Mahdi adalah keyakinan bersama seluruh umat Islam, apapun mazhab dan aliran mereka. Perbedaan terkait dengan Imam Mahdi hanya berkisar pada detail sosoknya, kedatangannya, kelahirannya dan para pengikutnya. Tapi prinsip bahwa dunia di akhir zaman akan dipimpin oleh salah satu keturunan Fatimah az-Zahra yang namanya sama dengan nama Nabi saw adalah kesepakatan kaum Muslimin.

اِلهي كُلَّما اَنْعَمْتَ عَلَيَّ بِنِعْمَةٍ  قَلَّ لَكَ عِنْدَها شُكْري، وكُلَّمَا ابْتَلَيْتَني بِبَلِيَّةٍ قَلَّ لَكَ عِنْدَها صَبْري، فَيا مَنْ قَلَّ شُكْري عِنْدَ نِعَمِهِ فَلَمْ يَحْرِمْني، ويا مَنْ قَلَّ صَبْري عِنْدَ بَلائِهِ فَلَمْ يَخْذُلْني، ويا مَنْ رَاني عَلَى الْخَطايا  فَلَمْ يَفْضَحْني، ويا مَنْ رَاني عَلَى الْمَعاصي فَلَمْ يُعاقِبْني عَلَيْهِ، صَلِّ عَلى

Barang siapa yang ingin diberi kesehatan hendaklah membaca doa ini pada sujut rakaat kedua shalat malam ياعَليُّ ياعَظيمُ يارَحْمنُ يارَحيمُ ياسامِعَ الدَّعَواتِ يامُعْطي الخَيراتِ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، وَأَعْطِنِي مِنْ خَيْرِ الدُّنْيا وَالاخِرَةِ ماأنْتَ أهْلَهُ، وَاصْرِفْ عَنِّي مِنْ شَرِّ الدُّنْيا وَالاخِرَةِ ماأنْتَ أهْلَهُ، وَأَذْهِبْ عَنّي هذا

Kaum wahabi kelompok yang bangga disebut kaum salafi mengatakan: Sebaik-baik masa adalah masa salaf shâlih (para pendahulu yang saleh). Ialah yang paling dekat dengan masa Rasulullah saw ketika wahyu turun kepada beliau. Karena muslimin di awal Islam lebih mengetahui Alquran dan Sunnah Rasulullah saw. Karena