Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)

May 2019

( إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمۡ رَٰكِعُونَ ) Sesungguhnya wali kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya rukuk (kepada Allah). (QS. al-Ma'idah [5]: 55) Pelbagai riwayat mutawatir dalam Sunnah dan Syiah menyebutkan

( أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٌ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ ۝ تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينِۭ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ) Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya

( وَمَالِيَ لَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ) Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan. (QS. Ya-Siin [36]: 22) Dalam ayat yang mulia ini, Allah Swt mengingatkan melalui lisan seorang Mukmin sebuah pertanyaan, “Mengapa kita perlu

( وَمَن يَخۡرُجۡ مِنۢ بَيۡتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدۡرِكۡهُ ٱلۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ أَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللهِۗ وَكَانَ ٱللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا ) Sesiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah

( وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang

( وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ) Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman. (QS. Al-Maidah [5]: 23) Tawakal hilang, Iman pun hilang Ketika tawakal hilang, seseorang tiada memiliki keimanan. Sesungguhnya iman adalah keyakinan bahwa Allah Swt adalah Sebab Pertama. Jika demikian, kita harus

فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. (QS. al-Ghasyiah [88]: 21) Sesungguhnya spirit pendidikan para Nabi a.s. mengarah kepada fitrah. Karena itu, pesan universal Nabi Muhammad Saw adalah memberikan peringatan dan wanti-wanti tentang hal-hal yang terkandung di dalam fitrah manusia.[*] Baca: Restart

( فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ) Maka tidak seorang pun mengetahui balasan yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (aneka kenikmatan) yang menyenangkan hati atas hal-hal yang mereka kerjakan. (QS. as-Sajdah [32]: 17) Sesungguhnya pemberian Allah Swt tidak terbatas, demikian halnya

Ramadan sebagai bulan diturunkannya Alquran pada Lailatul Qadr menyimpan beberapa pelajaran. Dalam satu ayat, Allah menyebutkan Alquran turun untuk umat manusia dan di ayat lainnya Allah menyebutkan Alquran turun untuk orang yang bertakwa. Dr. Muhsin Labib menguraikan pertalian yang saling terkait dalam memahami kedua ayat tersebut. Selamat menyaksikan! https://youtu.be/0Hrev0bD2Mg Baca: Mayat Mempelai