Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Ayatullah Khamenei: “Tumor Ganas itu Bernama Israel”

Ayatullah Khamenei: “Tumor Ganas itu Bernama Israel

وَ قَضَيْنا إِلى‏ بَني‏ إِسْرائيلَ فِي الْكِتابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَ لَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبيراً

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Isra’il dalam kitab (Taurat) itu, “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. (QS: al-Isra 4)

Apa yang terjadi di dunia kini? Apa aktifitas kaum zionis kini dan yang mereka perbuat di kawasan Arab? Pandanglah sejenak kawasan itu! Hati akan tersentuh melihat saudara-saudara Palestina di sana. Satu orang yang terusir (dari tanahnya sendiri), membuat setiap orang merdeka merasa iba padanya. Hari ini, satu bangsa bernama Palestina telah terusir dari rumahnya, dari kampung halaman dan negerinya.

Anak-anak Palestina yang tertindas ini lahir di kamp-kamp, dengan bantuan dari beberapa negara dan bangsa yang tidak melaksanakan tugas-tugas sejati terhadap anak-anak, lalu mengklaim anak ini tumbuh besar berkat bantuan mereka. Ia belajar, sekolah dan hidup di kamp.

Satu bangsa (Israel) telah mengusir dua-tiga juta orang dari rumah, kampung, kota, tempat peribadatan, masjid, dari semua tempat dan kehidupan mereka ke negeri-negeri asing. Ini tragedi terbesar yang terjadi di sepanjang sejarah manusia. Sebab, kami yakin, masalah Palestina bukan masalah bangsa Arab dan bahkan bukan masalah Islam semata. Tetapi adalah masalah kemanusiaan yang sangat fundamental.

 

Fasisme dan Tumor Ganas

Fasisme yang dianut para pemuka zionis, yang kini terletak di pusat rezim Israel si penjajah, yang dipraktikkan oleh rezim kriminal yang fasis ini, adalah macam fasisme yang tak pernah ada di dunia sebelumnya.

Lihatlah apa yang telah mereka perbuat di Diryasin, di dalam sel-sel tahanan Israel. Para pemuda muslim ditangkap, dijebloskan ke dalam penjara dan disiksa oleh mereka. Darah para pemuda muslim mereka ambil dengan jarum suntik, kemudian mereka menyimpannya di bank darah untuk para antek bayaran mereka.

Lihatlah kejahatan apa yang telah mereka lakukan terhadap kekayaan rakyat Palestina, terhadap kaum laki dan perempuan serta anak-anak mudanya? Apa yang telah mereka perbuat terhadap negara-negara muslim?

Tumor ganas yang telah ditanam di tanah Islam dan Arab oleh kaum imperialis, musuh besar kemanusiaan, kini telah membesar, dan menjadi pangkal perpecahan negara-negara muslim.

Lihatlah di antara para kepala negara yang membawa nama Islam itu, tak seorang pun dari mereka sebutkan satu saja dari mereka jika Anda bisa- yang telah melaksanakan tugas-tugas keislaman, kemanusiaan dan kebangsaan mereka secara optimal terhadap masalah Palestina. Mengapa? Mereka disibukkan oleh masalah-masalah internal kenegaraan mereka. Tragedi yang diciptakan ini dari manakah munculnya? Ialah dari tumor ganas bernama Israel, yang dilahirkan negara-negara besar, di jantung negeri-negeri berpenduduk muslimin dan bangsa Arab.

 

Faktor Imperialisme 

Kini bangsa Palestina bangkit meneriakkan apa yang Alquran serukan saat itu kepada bani Israil dalam perlawanan terhadap kaum lalim. Kini seruan itu ditujukan kepada muslimin Palestina dan seluruh muslim: إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَ إِنْ أَسَأْتُمْ فَلَها;  Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri. (QS: al-Isra 7)

Jika kalian berbuat baik, berjuang di jalan Allah, melaksanakan perintah-Nya, melawan musuh-musuh kemanusiaan, agama dan kebenaran, wahai muslimin Palestina! Wahai muslimin bangsa Arab! wahai muslimin sedunia! Jika Anda melaksanakan tugas-tugas ini, kebaikan ini adalah untuk kalian sendiri.

Bila sebuah kekuatan besar Islam datang di kawasan ini, kekuatan ini mampu memasukkan barisan yang kokoh ke dalam mulut kekuasaan Timur dan Barat yang sewenang-wenang. Kemudian takkan terlihat lagi dari umat Islam, yang lemah, fakir dan lapar.

Lihatlah soal kemiskinan dan kebodohan di negara-negara Islam. Di dalam tubuh negeri-negeri yang berdaya ini sekitar sepuluh juta muslimin hidup di kawasan (Palestina) ini. Namun tak satupun dari sarana-sarana kehidupan manusia tersedia bagi rakyat ini. Mengapa sampai demikian? Karena para penguasa melihat ada kepentingan mereka di sana.

Demi jaminan bagi kepentingan-kepentingan pribadi mereka, mereka biarkan bangsa ini di bawah penindasan dan api perselisihan serta kemunafikan. Mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri, sibuk dengan masalah-masalah internal mereka. Mereka tidak akan membiarkan adanya pencapaian sebuah persatuan besar dunia. Faktor imperialisme di kawasan ini adalah Israel si pengkhianat.

 

Referensi:

Falestin az Manzhare Ayatullah Uzhma Khamenei

Post Tags
Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT