Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Imam Ali Khamenei: Jangan Pernah Gentar Hadapi Tantangan Hidup

Karbala adalah pedoman bagi kita untuk selamanya. Ini adalah peristiwa yang sangat agung; satu peristiwa, yang setiap detik dan bagian peristiwanya memberikan ribuan pelajaran yang tak pernah lekang oleh waktu. Seperti buku besar, tiap halaman Karbala adalah nasihat dengan kata-kata bijak tertinggi yang bisa dibayangkan oleh manusia. Karbala mengalirkan inspirasi hidup tiada henti.

Memperingati Asyura bukan sekadar membaca dan membicarakan ulang kronologi tragedi Karbala; bukan sekadar mengajak memori orang-orang kepada peristiwa pahit dan getir, membuat hati mereka tersayat mendengar tragedi ini. Peringatan Asyura harus menjadi sumber berkah dan gerakan. Dalam sejarah Syiah, dan sejarah Islam mengenai pelbagai revolusi anti kezaliman, peristiwa Karbala selalu tampil cemerlang dan berpengaruh.

Meski Al-Husein gugur syahid dengan begitu tragis, namun darah beliau tidak mengalir sia-sia. Ini hanya kemenangan semu Yazid bin Muawiyah. Di balik itu, Husein bin Ali sejatinya telah meraih kemenangan. Beliau mengorbankan darahnya demi tegaknya Islam. Beliau pun berhasil meraih misinya, dan mampu mempertahankan Islam. Beliau mengajarkan kepada kita semua, bagaimana caranya untuk berjuang dan menjalani tantangan hidup. (Baca: Syiah adalah Pembunuh Al-Husain a.s. – Desas-desus Sejarah)

Kebangkitan Al-Husein sejatinya merupakan motor yang menggerakan kaum Muslimin. Tiap pejuang kebebasan dan mujahid di jalan Allah, dan siapapun yang ingin memasuki medan juang, niscaya menjadikan kebangkitan Asyura sebagai sumber inspirasi dan menjadikannya sebagai landasan spiritual.

Salah satu nilai hidup sangat penting yang diajarkan oleh Karbala adalah sikap mental dalam menghadapi tantangan hidup. Kita semua tahu bahwa hidup di dunia ini tak selamanya mudah. Terkadang kita menuruni lembah, terkadang mendaki bukit yang terjal. Sebagai pengikut mazhab Ahlulbait, kesulitan hidup menjadi hal yang tidak asing. Jika Anda merasakan betapa beratnya hidup ini, dan Anda merasa kebingungan menghadapinya, tengoklah Karbala. Lihatlah, bagaimana Karbala mengajarkan manusia untuk tidak gentar dalam menghadapi tantangan hidup. Musuh yang luar biasa banyak, ditambah dengan fakta bahwa mereka memang berniat untuk melakukan pembantaian, sama sekali tidak membuat gentar hati Al-Husein.

Inilah yang juga terjadi pada bangsa manapun di dunia. Mereka yang setia kepada Karbala, akan senantiasa mendapatkan ketahanan mental di saat menghadapi kesulitan dan ancaman. Lihatlah bangsa Iran yang telah bertekad untuk melawan arogansi imperium dunia, selalu menjadi sasaran penindasan, tekanan, dan embargo. Bahkan, bertahun-tahun lamanya, bangsa ini diperangi oleh koalisi seluruh kekuatan dunia. Akan tetapi, Al-Husein telah memberikan inspirasi kepada bangsa ini hingga mampu bertahan dalam badai. Bahkan bangsa ini bisa tampil sebagai bangsa yang agung dan terhormat di tengah umat Islam dan bangsa-bangsa dunia. (Baca: Siapakah Sebenarnya Syiah Ali?)

Bangsa ini tak kenal rasa takut dan memilih berjuang dan melawan musuh yang kuat sekalipun. Bangsa ini bukannya tidak tahu bahwa mereka sedang berhadapan dengan persekongkolan dunia Timur dan Barat yang melibatkan seluruh kekuatan raksasa dunia. Tapi Iran tidak gentar. Tentu banyak pahlawan kita yang gugur syahid. Kita kehilangan orang-orang yang kita cintai. Kita mendapatkan orang-orang tercinta kita terkulai sebagai veteran cacat perang, atau meringkuk selama bertahun-tahun dalam penjara rezim Ba’ath Irak. Tapi dengan semua pengorbanan inilah bangsa Iran menjulang sebagai bangsa yang terhormat dan agung, martabat Islam terangkat, dan bendera Islam kembali berkibar.

Semua ini adalah berkat sikap mental untuk tetap resisten dan tak gentar menghadapi beratnya tantangan.

Pertahankanlah kesetiaan kepada Al-Husein, Asyura, dan Karbala. Ketika momen Asyura tiba, kita semua harus kembali menempa lagi spirit perjuangan, semangat keberanian melawan musuh, semangat tawakal kepada Allah, dan semangat pengorbanan di jalan Allah yang ada dalam diri kita. (Baca: Ekstremisme dalam Agama)

Kita harus banyak belajar dari Imam Husein as. Tujuan digelarnya majelis-majelis dukacita adalah dalam rangka menambah pengetahuan dan kedekatan hati kita dengan Imam Husein as dan cita-citanya. Yakinlah bahwa seandainya musuh terlihat sangat kuat, sesungguhnya kekuatan itu tidak akan langgeng. Yakinlah bahwa kekuatan front musuh yang terlihat begitu besar dan kuat itu sebenarnya kerdil.

(Dikutip dan disadur dari kompilasi pidato Imam Ali Khamenei yang dimuat di https://khamenei.ir) [OS]

[Dikutip dari rubrik Pesan Spiritual, buletin Al-Wilayah edisi 25, September 2018, Muharram 1440H]

Baca: “Doa Imam Ja’far as-Shadiq as. di Pagi dan Sore Hari

 

Written by
No comments

LEAVE A COMMENT