Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Kisah Ditemukannya Kuburan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.

Pada suatu hari, di lembah Najaf yang terletak di pinggiran Kufah, Harun al-Rasyid memutuskan untuk pergi berburu. Lembah ini dipenuhi dengan belukar yang tebal dan sarang binatang yang misterius. Bersama dengan sahabatnya, Abdullah bin Hazim, mereka memulai petualangan mereka.

Ketika mereka bergerak menuju tepi belukar yang lebat, tiba-tiba muncul pemandangan yang menakjubkan: seekor rusa betina yang anggun. Tanpa ragu, mereka melepaskan burung elang dan anjing pemburu mereka untuk mengejar rusa tersebut. Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat mereka tercengang. Rusa betina itu berlari cepat menuju sebuah bukit dan bersembunyi di sana. Burung elang dan anjing yang bersemangat untuk memburunya pun harus menyerah. Kejadian ini membuat Harun al-Rasyid merasa penasaran dan heran.

Harun al-Rasyid mendengarkan dengan penuh perhatian saat orang tua dari Bani Asad memberikan penjelasan tentang bukit tersebut. Ketika dia yakin bahwa pria itu aman, dia memenuhi janjinya dan memberikan jaminan bahwa tidak akan ada bahaya baginya. Dengan hati yang penuh kekaguman, orang tua itu menceritakan tentang kunjungannya ke tempat tersebut bersama ayahnya. Mereka datang untuk berziarah dan beribadah di sana, dan dalam momen tersebut, ayahnya mengungkapkan sesuatu yang sangat istimewa.

Imam Jakfar al-Shadiq as., yang mereka temui dalam ziarah tersebut, memberi tahu bahwa bukit ini adalah kuburan moyang mereka, Ali bin Abi Thalib as. Dan beliau mengatakan bahwa Allah akan segera menampakkannya.

Baca: Sosok Imam Ali bin Abi Thalib a.s. dalam Pandangan Sejarah

Harun al-Rasyid, terinspirasi oleh cerita yang luar biasa ini, memutuskan untuk berbuat sesuatu yang besar. Dia turun dari kudanya, meminta air, dan melakukan wudu. Di atas bukit yang dianggap sebagai tempat bersejarah ini, dia mengerjakan salat dengan penuh khidmat dan kerendahan hati. Air mata mengalir begitu deras dari matanya. Setelah selesai berdoa, dia memberikan perintah agar sebuah kubah dibangun di atas kuburan tersebut. Bangunan ini kemudian menjadi tempat suci yang terus-menerus direnovasi dan dirawat oleh para pengikut dan pencinta Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.

Pengalaman luar biasa ini adalah titik balik dalam hidup Harun al-Rasyid dan merupakan hari yang penuh keindahan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ia mendapati makna yang mendalam dalam ziarahnya dan berkomitmen untuk memelihara tempat tersebut untuk generasi-generasi mendatang.

Namun, ada yang berpendapat bahwa jenazah Imam Ali as. dibawa ke Madinah dan dimakamkan di pekuburan Baqi’. Bahkan ada yang berpendapat bahwa dia dikuburkan di Kabul, Afganistan, yang berasal dari cerita tentang bagaimana jenazahnya pernah ditempatkan dalam peti yang kemudian dibawa ke arah Hijaz. Sayangnya, perampok mengira ada harta di dalam peti tersebut, dan ketika mereka membuka peti itu, mereka menemukan jasad Imam Ali as. Mereka kemudian membawanya ke Kabul, Afganistan, dan menguburkannya di sana.

Berita ini memang menarik dan menggelikan. Banyak berita terkenal yang mungkin tidak memiliki dasar yang kuat dan terdengar seperti dongeng. Perbedaan pendapat mengenai lokasi kuburan Imam Ali as. mungkin disebabkan oleh wasiatnya untuk menjaga kerahasiaan tempat pemakamannya.

Menurut riwayat dari Imam al-Shadiq as., Amirul Mukminin as. memberikan wasiat kepada putranya al-Hasan as. Salah satu bagian dari wasiat tersebut berbunyi, “Wahai putraku, jika kamu menguburkanku di Najaf dan kembali ke Kufah, buatlah empat kuburan yang serupa di empat tempat, yaitu (1) Masjid Kufah, (2) tanah lapang, (3) tepi belukar, dan (4) rumah Judah bin Hubairah.”

Perbedaan pendapat yang disebutkan sebelumnya tampaknya hanya ada di kalangan ulama tertentu dan tidak merujuk pada keluarga Nabi atau menentukan letak kuburan Imam Ali as. Di sisi lain, ulama Syiah sepakat dalam ijma bahwa kuburan Imam Ali as. berada di Najaf al-Asyraf, seperti yang telah dikenal selama ini. Mereka mengambil berita sahih ini dari Ahlulbaitnya yang pasti lebih mengetahui tentang tempat pemakaman Imam Ali as. Biasanya, dalam hal-hal yang diperselisihkan seperti ini, mereka merujuk pada anak-anak Imam Ali dalam memastikan letak kuburan ayah mereka.

Baca: 30 Petuah Imam Ali bin Abi Thalib a.s. Mengenai Adab

Keluarga yang memberikan panduan ini dan para Imam Ahlulbait as. memiliki kesepakatan bahwa kuburan moyang mereka, yakni Amirul Mukminin as., hanya terletak di Najaf, di lokasi yang telah dikenal kaum Muslimin secara luas datang untuk berziarah ke kuburan Abu Hasan Ali bin Abi Thalib as. di lokasi tersebut.

Berdasarkan pandangan ini, banyak juga ulama Sunni, seperti Khathib Khawarizmi, Khathib Baghdad, Muhammad bin Thalhah, Ibn Abi al-Hadid, al-Fairuzabadi, dan lainnya, sejalan dengan lokasi kuburan tersebut, mengkonfirmasikan bahwa itu adalah lokasi yang sahih dan terus menjadi tempat ziarah yang penting.

*Disarikan dari buku Mazhab Sang Pencinta – Ayatullah Sayyid Muhammad al-Musawi

No comments

LEAVE A COMMENT