Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Membaca Alquran, Salah Satu Amalan Terpenting Ramadan

Imam Ali Ar-Ridha a.s.

منْ قَرَأَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ كَانَ كَمَنْ خَتَمَ الْقُرْآنَ فِي غَيْرِهِ مِنَ الشُّهُور

Siapa saja yang membaca satu ayat dari Kitabullah di bulan Ramadan, ia seakan-akan telah mengkhatamkan seluruh Alquran di bulan yang lain (Biharul Anwar, jilid 4, halaman 332)

Pada dasarnya, Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Ramadan adalah bulan perjamuan. Orang-orang yang berpuasa pada bulan ini akan menjadi tamu Allah SWT dan mereka akan menerima berbagai macam hidangan berupa berkah, rahmat, dan pengampunan. Salah satu nilai keberkahan Ramadan adalah dilipatgandakannya pahala atas segala amalan kebaikan. (Baca: Kebaikan Terbesar, Kecintaan Ahlul Bait a.s.)

Rasulullah SAW dalam khotbahnya menyambut bulan Ramadan, bersabda, Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas kalian dihitung sebagai tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima dan doa kalian diijabah.”

Namun, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ali Ar-Ridha di atas dan juga disampaikan oleh Maksumin lainnya, membaca Alquran di bulan Ramadan memiliki posisi dan derajat yang sangat istimewa dibandingkan dengan amalan-amalan lainnya. Alquran dan bulan Ramadan memiliki hubungan yang sangat erat dan tak terpisahkan.

Membaca dan mentadabburi Alquran adalah amalan yang sangat penting, sampai-sampai Alllah menyebut orang yang enggan melakukannya sebagai orang yang hatinya sudah terkunci. Dalam surah Muhammad ayat 24, Allah SWT berfirman, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci?(Baca: Jangan Pernah Merasa Punya Jasa kepada Agama)

Alquran adalah cahaya (An-Nur) yang dengannya Allah membimbing para pencari-Nya ke jalan yang lurus. Tadabbur dan tafakkur atas ayat-ayat Alquran adalah jalan untuk meraih cahaya-Nya itu. Perhatikan doa yang diajarkan Imam Ali Zainal Abidin a.s. kepada kita ketika kita mulai membaca Alquran:

اللّهُمَّ اِنّي نَشَرتُ عَهدَكَ وَ کِتابَكَ، اَللّهُمَّ فَاجعَل نَظَری فیهِ عِبادَة، وَ قِرائَتی فیهِ فِکراً، وَ فِکری فیهِ اعتَباراً. وَاجعَلنی مِمَّنَ اتَّعَظَ بِبَیانِ مَواعِظِكَ فیهِ، وَاجتَنَبَ مَعاصیكَ، وَ لا تَطبَع عِندَ قَرائَتی عَلی سَمعی، وَ لاتَجعَل عَلی بَصَری غِشاوَةً. وَ لاتَجعَل قِرائَتی قِرائَةً لا تَدَبَّرُ فیها، بَلِ اجعَلنی اَتَدَبَّرُ ایاتِهِ وَ اَحکامَهُ، اخِذاً بِشَرایِعِ دینِكَ. وَ لاتَجعَل نَظَری فیهِ غَفلَةً، وَ لاقِرائَتی هَذَراً، اِنَّكَ اَنتَ الرَّؤفُ الرَّحیم

Ya Allah! Aku telah membuka janji dan kitab-Mu di hadapanku. Ya Allah! Jadikanlah pandanganku di dalamnya sebagai ibadah, bacaanku sebagai perenungan, dan perenunganku di dalamnya sebagai pelajaran. Dan jadikan aku dari orang-orang yang mengambil nasihat dari Alquran dan jauhkan aku dari sikap membangkang terhadap perintah-Mu. Dan ketika aku membaca Alquran, maka jangan Engkau tutupi telingaku, dan jangan halangi penglihatanku, serta jangan jadikan bacaanku sebagai bacaan yang tidak disertai tadabbur, tapi jadikan aku orang yang bertadabbur dalam ayat-ayat dan hukum-hukumnya, serta termasuk dalam hukum-hukum agama-Mu. Ya Tuhan! Jangan jadikan pandanganku di dalamnya tanpa makna dan bacaanku sia-sia dan batil Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Sebagai aktivis dan tokoh dari komunitas Ahlulbait di Indonesia, sudah selayaknya kita semua menjadi contoh bagi masyarakat Ahlulbait terkait dengan pemaksimalan Alquran untuk dibaca dan diamalkan selama bulan Ramadan ini.[*]

(Dikutip dari rubrik Tuntunan, Buletin Al-Wilayah, edisi 23, Juni 2018, Ramadan 1439)

Baca: “Mengapa Alquran Turun dengan Bahasa Arab? Dan Mengapa Lebih Baik Dibaca dengannya?

 

Written by
No comments

LEAVE A COMMENT