Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Rahasia Diharamkannya Khamar

Di antara dosa yang disebutkan oleh berbagai riwayat yang menyebabkan kekafiran ialah merelakan diri untuk meminum khamar. Khamar merenggut keimanan secara perlahan dari diri manusia dan akhirnya menyebabkan pengingkaran. Di samping bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh khamar yang mengandung bahaya besar yang mendorong manusia kepada pengingkaran terhadap ajaran-ajaran dan keyakinan agama yang suci, keyakinan terhadap hal-hal yang gaib, dan menjadikan manusia -seperti yang diungkapkan oleh riwayat- berada di bawah kendali setan sepenuhnya.

Dituturkan dari Imam Ali bin Musa ar-Ridha a.s. bahwa dia berkata: “Allah Swt telah mengharamkan khamar karena di dalamnya terdapat kerusakan. Di antaranya dia mengubah akal manusia dan membawanya kepada keingkaran terhadap Allah Swt, serta meragukan ajaran Allah dan Rasul-Nya, dan kerusakan-kerusakan yang lainnya, seperti pembunuhan, penuduhan, dan tidak enggan melakukan hal-hal yang haram. Oleh karena itu, kita menetapkan bahwa setiap bentuk minuman yang memabukkan adalah haram, karena dia membawa akibat seperti akibat yang ditimbulkan oleh khamar. Karena itu, hendaklah setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjauhinya, dan tidak menaruh rasa cinta kepada para peminum khamar, karena sesungguhnya tidak ada penjagaan antara kita dan peminumnya.” (‘Ilal asy-Syara’i, 2/161)

Imam Jakfar Shadiq a.s. pernah ditanya tentang keharaman khamar, beliau menjelaskan: “Khamar diharamkan karena dia adalah induk segala kejahatan, sarang setiap kejahatan. Peminumnya setiap saat dapat kehilangan dirinya dan tidak mengetahui Tuhannya. Ketika dia menemui kemaksiatan dia selalu melakukannya, dan tidak menemui hal yang haram kecuali dia akan mengerjakannya. Tidak pernah menaruh rasa belas kasihan. Tidak menemui kekejian kecuali dia akan melakukannya. Orang yang mabuk itu dikendalikan oleh setan. Jika dia disuruh untuk bersujud kepada berhala, dia akan melakukannya. Dia akan tunduk kepada setan apa pun yang diperintahkan olehnya.” (Thabarsi, aI-Ihtijaj, hal. 190)

Baca: Keadaan Bangsa Arab Sebelum Kenabian Muhammad Saw

Syaikh Kulayni meriwayatkan dalam bukunya al-Kafi, bahwa ketika Imam Baqir a.s. tiba di Masjidil Haram ada sekelompok orang yang melihatnya, kemudian berkumpul mengitarinya, dan bertanya kepadanya. Dituturkan pula bahwa ketika dia berada di tengah-tengah orang banyak di Irak dia dikerumuni oleh orang banyak, lalu ada salah seorang yang diutus untuk bertanya kepadanya, dan mengatakan: “Wahai anak paman, apakah dosa yang paling besar?” Beliau menjawab: “Minum khamar.”

Lalu dia pulang kepada kaumnya dan memberitahukan jawaban itu kepada mereka. Mereka menghendaki agar utusan itu kembali lagi kepadanya dan menanyakan kembali kepadanya. Dan imam menjawabnya: “Tidakkah telah kukatakan wahai anak saudaraku, meminum khamar.”

Kemudian utusan itu kembali kepada kaumnya dan memberitahukan kepada mereka jawaban yang diperoleh dari Imam Baqir a.s. Mereka menginginkan agar utusan itu kembali kepadanya untuk yang ketiga kalinya dan menanyakan soal yang sama. Setelah mengulangi beberapa kali pertanyaan itu di hadapan Imam Baqir a.s.

Beliau mengatakan: “Wahai anak saudaraku, bukankah telah kukatakan kepadamu bahwa dosa itu adalah meminum khamar? Sesungguhnya meminum khamar akan menyebabkan pelakunya melakukan perzinaan, pencurian, pembunuhan jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuhnya, dan kemusyrikan. Para peminum khamar menduduki peringkat tertinggi para pelaku dosa…” (al-Kafi, 6/429)

Contoh dari Para Khalifah Dinasti Umayyah

Al-Walid bin Yazid merupakan salah seorang khalifah dinasti Umayyah yang terkenal senang meminum khamar. Dialah contoh khalifah yang menyenangi mabuk-mabukan dan perempuan. Ada yang mengatakan bahwa di rumahnya dibuat sebuah kolam yang dia isi dengan khamar, kemudian dia menceburkan dirinya ke dalam kolam itu, kemudian dia meminumnya sehingga kelihatan bahwa khamar di dalam kolam itu berkurang.

Ada sebuah syair yang dikatakan dinisbatkan kepadanya bahwasanya dia mengatakan: “Orang-orang Bani Hasyim memain-mainkan khilafah padahal mereka tidak menerima wahyu atau kitab. Katakan kepada Allah bahwa makananku mencegah diriku. Katakan kepada Allah bahwa minumanku mencegah diriku.”

Sungguh Allah Mahatinggi dan Mahabesar, alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut pemabuk itu. Celakalah kaum Muslimin bila dipimpin oleh khalifah semacam itu. Menurut Alquran, keburukan seperti ini suatu saat pasti akan dihancurkan: “Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala.” (QS 14:15)

Baca: Amar Makruf Nahi Munkar sebagai Kontrol Sosial

Pada suatu hari, al-Walid marah, lalu mengambil busur panahnya, kemudian menusuk Alquran dengan anak panahnya lalu merobek-robeknya, sambil mengatakan: “Engkau mengecamku bahwa aku sewenang-wenang dan keras kepala. Inilah aku yang sewenang-wenang dan keras kepala. Jika engkau datang kepada Tuhanmu pada hari kebangkitan kelak, katakan kepadanya bahwa aku dirobek-robek oleh al-Walid.” (Tatimmah aI-Muntaha, hal. 91-92)

Begitulah perjalanan orang-orang yang tenggelam dalam khamar dan dunia mabuk-mabukan. Oleh karena itulah, Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Meminum khamar adalah kunci setiap kejahatan. Peminum khamar bagai penyembah berhala dan area. Dan sesungguhnya khamar adalah pangkal setiap dosa. Peminumnya akan membohongkan Kitab Allah Swt…” (al-Kafi, 6/403)

*Disarikan dari buku Akibat Dosa – Sayyid Hasyim Rasuli al-Mahallati

No comments

LEAVE A COMMENT