Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Solidaritas Palestina, Salah Satu Pilar Persatuan Islam

Persatuan di antara umat Islam adalah sesuatu yang harus diwujudkan. Kaum Muslimin, di mana pun dia berada, pastilah secara fitri mendambakan persatuan dan kebersamaan. Lalu, bagaimana mewujudkannya?

Dalam ajaran Islam, terdapat banyak nilai-nilai dan titik-titik persamaan yang berpotensi menciptakan kesatuan visi antara berbagai kelompok di dalam Islam.

Saat ini seluruh umat Islam memiliki persamaan pandangan dalam banyak permasalahan, termasuk dalam permasalahan-permasalahan prinsip yang menjadi pilar-pilar agama Islam. Di antara permasalahan tersebut ialah:

1. Tauhid

Seluruh umat Islam menyakini wujud Tuhan yang Maha Esa. Seluruhnya sepakat bahwa hanya Allah-lah yang layak disembah.

2. Kenabian Muhammad SAW

Merupakan keyakinan seluruh umat Islam bahwa Muhammad bin Abdullah SAW adalah Nabi terakhir dan utusan Allah SWT, serta tidak ada Nabi yang diutus setelah beliau.

3. Al-Quran Al-Karim

Tidak ada perselisihan antar umat Islam, bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci Allah Swt yang diturunkan kepada Rasul-Nya untuk memberi hidayah kepada umat manusia.

4. Ka’bah (kiblat)

Seluruh kaum muslimin sepakat bahwa Ka’bah yang berada di kota suci Makkah, adalah kiblat yang diwajibkan bagi mereka untuk menghadap ke arahnya saat melaksanakan salat. Di antara umat Islam Baik Syiah maupun Ahlus Sunnah, tidak ada yang memiliki kiblat selain Ka’bah.

5. Salat

Diwajibkan bagi setiap muslim selama satu hari satu malam untuk melaksanakan lima salat fardhu; Subuh, Dzuhur, Asar, Magrib dan Isya’. Menurut pandangan seluruh umat Islam, salat adalah ibadah terpenting di antara ibadah lainnya. Selain itu, mereka pun bersepakat mengenai jumlah rakaat dalam salat fardu yang ada.

6. Puasa Ramadhan

Puasa juga merupakan salah satu ibadah penting yang menjadi kesepakatan umat Islam, bahwa setiap orang muslim diwajibkan untuk melakukan puasa dalam bulan Ramadhan setiap tahun, dengan niat ketaatan akan perintah Allah SWT.

7. Ibadah Haji

Salah satu ibadah umat Islam yang amat penting ialah ibadah Haji. Diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu untuk melaksanakan ibadah Haji satu kali selama hidupnya.

Demikian pula terkait prinsip haji serta rukun-rukun yang harus dijalani, tidak terdapat perselisihan antar umat Islam baik Syiah maupun Ahlus Sunnah. Waktu, tempat, cara berihram, jumlah thawaf, sa’i, wuquf di Arafah dan Mina, melempar jamrah, menyembelih kurban, memotong rambut, merupakan perkara-perkara yang menjadi kesepakatan bersama.

8. Jihad dan Solidaritas Palestina

Seluruh kaum muslimin baik Syiah maupun Ahlus Sunnah menyakini akan adanya kewajiban jihad guna menjaga kemuliaan Islam dan melawan kezaliman serta penjajahan atas umat Islam. Dewasa ini, dengan adanya segala problem dan berbagai rintangan yang dialami umat Islam dunia – terkhusus masyarakat Palestina dan Lebanon –, gerakan perjuangan Hizbullah dengan berani bangkit berjihad melawan arogansi Zionis Israel dan negara-negara pendukungnya.

Kaum Muslimin di seluruh dunia sama-sama meyakini adanya perintah dari Al-Quran untuk berjuang melawan kezaliman. Demikian juga dari hadis Nabi dan juga para imam. Berikut ini adalah di antara hadis yang menjadi dasar sangat kuat terkait dengan adanya kewajiban bagi kaum Muslimin memiliki solidaritas atas penderitaan yang dialami kaum Muslimin Palestina.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَمِعَ مُنَادِیًا یُنَادِيْ یَا لَلْمُسْلِمِینَ فَلَمْ یُجِبْهُ، فَلَیْسَ بِمُسْلِمٍ

Siapa saja yang mendengar seruan orang Islam, “Wahai Muslimin (tolonglah kami)!” lalu dia tidak peduli, berarti dia sebenarnya bukan orang Islam. (Wasa’ilusy Syiah, j. 11, h. 108)

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ اَصْبَحَ لَمْ یَهْتَمْ بِاَمْرِ الْمُسْلِمِینَ فَلَیْسَ بِمُسْلِمٍ

Siapa saja yang terbangun di pagi hari, dan ia tidak memikirkan nasib muslimin lainnya, dia bukan orang Islam. (Wasa’ilusy Syiah, j. 11, h. 559)

Terkait dengan kewajiban memiliki solidaritas atas nasib sesama juga terdapat pada hadis-hadis dari kitab Sunni, di antaranya adalah:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Rasulullah SAW bersabda, “Kamu akan melihat orang-orang Mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (Shahih Bukhari, hadis 5552)

Imam Ali a.s. bersabda:

کُونُوا لِلظَّالِمِ خَصْمًا وَ لِلْمَظُلومِ عَوْنَا

Tunjukkan kemarahan kepada orang zalim; dan jadilah penolong orang yang terzalimi. (Nahjul Balaghah, surat 47)

(dikutip dari rubrik Tuntunan, Buletin Al-Wilayah, edisi 19, Desember 2017, Rabiul Tsani 1438)

No comments

LEAVE A COMMENT