Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Tuhan, Agama dan Implementasi

Oleh: Dr. Muhsin Labib, MA

Bila eksistensi Tuhan diyakini, maka tak ada sesuatu apapun di luar penciptaan-Nya. 

Bila segala sesuatu diyakini sebagai ciptaan Tuhan, maka semua ciptaan-Nya berada dalam kuasa-Nya.

Bila diyakini semua ciptaan, yang berjiwa dan tak berjiwa, berada dalam kuasa Tuhan, maka segala sesuatu berada di bawah aturan-Nya.

Bila agama diyakini sebagai aturan Tuhan bagi manusia sebagai ciptaan yang berjiwa dan berakal, maka agama meliputi segala aspek kehidupannya.

Bila agama diyakini sebagai aturan Tuhan yang meliputi segala aspek kehidupan, maka tak ada domain dalam kehidupan manusia yang kosong dari aturannya bagi yang meyakininya. 

Bila diyakini tak ada domain yang kosong dari agama, maka yang meyakininya berkewajiban menerapkannya. 

Bila kewajiban menerapkan agama diyakini, maka tanggung jawab atas setiap tindakannya dalam semua bidang kehidupan merupakan konsekuensi niscaya. 

Bila tanggung jawab atas setiap tindakan dalam semua bidang kehidupan diyakini sebagai konsekuensi niscaya, maka kepatuhan merupakan konsekuensi niscaya. 

Bila kepatuhan diyakini sebagai konsekuensi keyakinan terhadap tanggungjawab menerapkan agama, maka keyakinan akan otoritas menjadi konsekuensi niscaya. 

Bila otoritas diyakini sebagai konsekuensi niscaya tanggung jawab menerapkan agama, maka ia mesti mengetahui kriteria otoritas dan hierarkinya dari puncak hingga bawah yang terhubung dengan dirinya.

Bila kriteria otoritas dan hierarkinya dari puncak hingga bawah yang terhubung dengan dirinya, maka harus siap menjadi pengikut dengan segala risikonya. 

Bila siap menjadi pengikut, ia mengorbankan egonya, mengendalikan kehendak-kehendaknya, membatasi kebebasannya, menomorduakan kepentingannya dan seterusnya.

No comments

LEAVE A COMMENT