Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

VIDEO: Keutamaan Imam Hasan Askari AS

Para imam ma’shum as di berbagai kesempatan memberitahu tentang kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang belum terjadi. Itu merupakan mukjizat yang datang dari mereka atas izin Allah.

Muhammad bin Ibrahim menceritakan kepada kita pengalaman dia bersama Imam Hasan Askari as. Bahwa, dia berkata: “Kami sedang menghadapi masalah. Lalu ayahku berkata, “Mari kita pergi menuju tempat Imam Hasan Askari berada..” Telah ia terangkan kepadaku tentang keutamaan-keutamaan beliau as.

“Apakah engkau mengenal beliau, ataukah beliau mengenal engkau?”

“Tidak anakku, aku belum pernah melihat beliau sekalipun”.

Muhammad menyampaikan, “Maka kami berangkat ke sana. Lalu di tengah perjalanan, ayah berkata kepadaku, “Kita sangat memerlukan pinjaman uang 500 dirham; 200 untuk pakaian, 200 untuk bahan makanan dan 100 dirham untuk keperluan nafkah.. ”

Muhammad dalam dirinya mengatakan: “Seandainya untuk keperluannya aku mempunyai 300 dirham; 100 untuk membeli keledai, 100 untuk nafkah dan 100 untuk pakaian. Kemudian aku pergi ke bukit, mencari pekerjaan untuk dapat memenuhi kebutuhannya. (Baca: Metode Dakwah Keluarga Imam Husain A.S.)

Kemudian dia (Muhammad) melanjutkan:  “Sesampai kami di depan pintu rumah Imam Abu Muhammad al-Askari as, pelayannya keluar menemui kami dan mempersilahkan kami masuk. Saat kami masuk, kami mengucapkan salam. Kemudian Imam berkata ayahku, “Hai Ali, apa yang telah membuatmu jauh dari kami hingga saat ini?”

“Tuanku, tidak memungkinkan bagi Saya untuk bertemu dengan Anda dalam keadaan seperti ini!”

Muhammad menyampaikan, “Setelah kami keluar dari kediaman beliau. Pelayan Imam datang kepada kami, membawakan sesuatu untuk ayah, dan berkata kepadanya; “Ini 500 dirham; 200 untuk pakaian; 200 untuk bahan makanan dan 100 untuk nafkah.”

Ditambah lagi sesuatu, ia mengatakan, “Ini 300 dirham; 100 untuk membeli keledai, 100 untuk pakaian dan 100 untuk nafkah. Tak usah kamu pergi ke bukit, tetapi pergilah ke Samara.”

Perkataan beliau (Imam) sebagaimana yang telah kami perlukan; tidak lebih dan tidak kurang. Bahkan beliau menyarankan aku untuk tidak pergi ke bukit, tetapi ke Samara. Beliau memikirkan kepentinganku. Aku telah menikah dan di sepanjang hidupku aku memiliki seribu dinar setiap harinya.[*]

Baca: “Kebaikan Terbesar, Kecintaan Ahlul Bait a.s.

 

Written by
No comments

LEAVE A COMMENT