Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
HomeView All Posts (Page 217)

View All Posts

Bismillahirrahmanirrahim Allahumma Shalli 'alaa Muhammad wa Aali Muhammad Berdasarkan kesaksian Tim Istihlal Ahlul Bait Indonesia dan kriteria serta persyaratan dalam Fikih Ahlulbait maka diinfornasikan bahwa awal bulan Sya'ban 1438 H jatuh pada hari Jumat 28 April 2017. Semoga Allah SWT mengaruniakan keberkahan bulan Sya’ban bagi kita semua dan

Munajat Imam Ali bin Abi Thalib (sa) ini sangat dianjurkan untuk dibaca selama di bulan Sya'ban. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ [caption id="attachment_7357" align="aligncenter" width="822"] Allâhumma shali 'alâ Muhammadin wa âli Muhammad, wasma' du'âî idzâ da'awta, wasma' nidâî idzâ nâdaytuka, wa aqbil 'alaya idzâ nâjaytuka.[/caption] Ya Allah sampaikan salawat

Di bacaan talqin mayit -versi Ahlussunnah- terdapat kalimat soal, “mâ imâmuka (apa imammu)?”, bahwa mâ (ما) di sini yang menurut tata bahasa Arab berarti ingin mengetahui sesuatu (istifhâmiyah) ada tiga macam: 1-Menanyakan arti kata benda, misal: ma al-qahwatu; apa itu kopi? 2-Menanyakan hakikat sesuatu, misal: ma al-insân;

Salah satu bulan yang menjadi gerbang bulan Ramadhan adalah Sya'ban. Bukan hanya karena menjadi gerbang Ramadhan namun juga karena kemuliaan yang ada di dalamnya. Sya’ban  adalah bulan mulia dan dinisbahkan kepada Rasulullah saw. Beliau ‎sering ‎bersabda, "Sya'ban adalah bulanku. Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulanku,

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذي لا اِلـهَ اِلاّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ الرَّحْمنُ الرَّحيمُ ذُوالْجَلالِ وَالْاِكْرامِ وَأَسْأَلُهُ اَنْ يَتُوبَ عَلَيَّ تَوْبَةَ عَبْدٍ ذَليل خاضِع فَقير بائِس مِسْكين مُسْتَكين مُسْتَجير لا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ نَفْعاً وَلا ضَرّاً وَلا مَوْتاً وَلا حَياةً وَلا نُشُوراً  اَللّـهُمَّ اِنّي اَعُوذُ بِكَ مِنْ نَفْس لا تَشْبَعُ

Allah SWT berfirman; مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَة فِي الاْرْضِ وَلاَ فِي أَنفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَاب مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ * لِكَيْلاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَال فَخُور * الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ

Apa maksud Tuhan menciptakan manusia? Soal ini hanya Islam dan mungkin agama samawi lainnya yang bisa menjawabnya. Ialah penghambaan (ubudiyah) manusia kepada-Nya. Manusia adalah hamba mutlak-Nya. Jika demikian keseluruhan dirinya dalam wujud dan amalnya, ia akan mencapai derajat yang tinggi ini di sisi-Nya, dan menjadi

Allah SWT berfirman; أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَ يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الاْمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ. “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran