Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
Home2016September

September 2016

Mengalir ke hilir dan tak pernah kembali ke hulu. Begitulah waktu. Carut marutnya kehidupan dunia sepertinya membuat peredaran waktu sangatlah cepat. Padahal kalau diperhatikan perjalanan waktu sangatlah lambat. Namun dalam kelambatannya dia berjalan sangatlah cepat. Betul lah kata Imam "waktu berjalan seperti berjalannya awan". lambat

Kebersihan dan kesucian jiwa melahirkan ketentraman jiwa, dan karena itu ketentraman jiwa menjadi karakteristik jiwa insan yang beruntung dan selamat, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT; يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً. “Hai jiwa yang tentram, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا وَارِثَ آدَمَ صَفْوَةِ اللَّهِ، Salam sejahtera atasmu, wahai pewaris Adam, pilihan Allah.  اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا وَارِثَ نُوْحٍ نَبِيِّ اللَّهِ، Salam sejahtera atasmu, wahai pewaris Nuh, Nabi Allah. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا وَارِثَ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلِ اللَّهِ، Salam sejahtera atasmu, wahai pewaris Ibrahim, Khalilullah. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا وَارِثَ مُوْسَى كَلِيْمِ اللَّهِ، Salam