Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

30 Petuah Imam Ali bin Abi Thalib a.s. Mengenai Adab

Adab harus dimiliki oleh seorang Muslim untuk menjalani kehidupan. Seorang Muslim tidak boleh bersikap sesuka hatinya, ada adab yang harus di perhatikan dan ditanamkan dalam diri. Imam Ali a.s. banyak berkata mengenai adab-adab yang harus dipunyai oleh seorang Muslim. Berikut 30 hadis di antaranya:

  1. Adab merupakan kesempurnaan seseorang. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-998)
  2. Adab adalah sebaik-baik perangai. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-967)
  3. Sebaik-baik warisan orang tua kepada anaknya adalah adab (etika).” (Ghurar al-Hikam, hadis ke-5036)
  4. Sesungguhnya manusia lebih membutuhkan adab yang baik ketimbang perak dan emas. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-5390)
  5. Adab yang baik adalah nasab paling utama dan kekerabatan paling mulia. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-4853)
  6. Hendaknya engkau menjaga adab karena sesungguhnya ia adalah hiasan keturunan. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-6096)
  7. Adab yang baik menggantikan tempat kemuliaan keturunan. (Bihar al-Anwar, jil.75, hal. 68, hadis ke-8
  8. Tiada kemuliaan keturunan yang lebih bermanfaat ketimbang adab. (Bihar al-Anwar, jil. 75, hal. 68, hadis ke-78)
  9. Barang siapa tidak mempunyai adab, sesungguhnya dia telah merusak kemuliaan keturunannya.” (Tuhaf al-Uql, hadis 96)
  10. Segala sesuatu membutuhkan akal, sedangkan akal membutuhakan adab. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-6911)
  11. Adab dalam diri manusia laksana sebuah pohon, dan akarnya adalah akal. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-2004)
  12. Sebab penyucian akhlak adalah adab yang baik. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-5520)
  13. Barang siapa yang ditempa dengan adab, niscaya akan sedikit keburukannya. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-8271)
  14. Dengan adab, kecerdasan akan terasah.” (Ghurar al-Hikam, hadis ke-4333)
  15. Jika ilmu seseorang bertambah, niscaya adabnya bertambah dan rasa takutnya kepada Tuhannya meningkat.” (Ghurar al-Hikam, hadis ke-4174)
  16. Cukuplah engkau menjadi adab bagi dirimu sendiri, yaitu dengan menjauhi apa yang tidak engkau sukai dari selainmu. (Bihar al-Anwar, jil. 70. hal.73. hadis ke-27)
  17. Cukup bagi seorang hamba suatu adab bahwa dia tidak menyekutukan Tuhannya dalam kenikmatan dan kebutuhannya.” (Bihar al-Anwar, jil. 94. hal. 94. hadis ke-17)
  18. Barang siapa yang adabnya melebihi akalnya, maka dia laksana seorang penggembala di antara kawanan domba yang banyak. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-8886)
  19. Adab paling utama adalah hendaknya seseorang berhenti pada batasannya dan janganlah dia melampaui kemampuannya.” (Ghurar al-Hikam, hadis ke-3241)
  20. Sebaik-baik adab adalah yang mencegahmu dari segala perbuatan haram.” (Ghurar al-Hikam, hadis ke-2298)
  21. Mengekang diri tatkala senang dan takut termasuk adab paling utama. (Ghurar al-Hikam, hadis ke-5932)
  22. Barang siapa meniru adab Allah, niscaya hal itu mengantarkannya pada keberuntungan yang kekal.” (Bihar al-Anwar, jil. 92, hal. 214, hadis ke-13)
  23. Barang siapa tidak cocok dengan adab Allah, berarti dia juga tidak akan cocok dengan adab dirinya sendiri.” (Ghurar al-Hikam, hadis ke- 9001)
  24. Wahai Mukmin, sesungguhnya ilmu dan adab merupakan nilai dirimu. Oleh karenanya, hendaknya engkau bersungguh-sungguh mempelajari keduanya. Apa pun yang menambah ilmu dan adabmu, ia akan menambah pula pada harga dan nilai dirimu. (Misykat al-Anwar, hadis ke-135)
  25. Duduklah bersama ulama, niscaya ilmumu bertambah, adabmu menjadi lebih baik, dan jiwamu menjadi suci.” (Ghurar al-Hikam, hadis ke-4786)
  26. Imam Ali a.s. berkata kepada putranya Imam Hasan Mujtaba a.s: “Sesungguhnya hati anak muda seperti tanah kosong, apa saja yang dilemparkan ke dalamnya, niscaya iaakan menerimanya. Oleh karena itu, aku bersegera mendidikmu dengan adab sebelum hatimu mengeras dan akalmu menjadi sibuk.” (Ibnu Abil-Hadid, Syarh Nahj al-Balghah, jil. 16, hal. 66)
  27. Tolaklah (bahaya) orang jahat dengan pahala orang yang berbuat baik.” Ibnu Abil-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, jil. 18, hal. 410)
  28. Membenahi orang-orang baik adalah dengan (cara) memuliakan mereka, sedangkan terhadap orang-orang jahat adalah dengan (cara) menghukum mereka. (Bihar al-Anwar, jil. 78, hal. 82, hadis ke-81)
  29. Celalah saudaramu dengan berbuat baik kepadanya dan tolaklah kejahatannya dengan memberikan pemberian kepadanya.” (Bihar al-Anwar, jil. 71, hal. 427, hadis ke-76)
  30. Benahilah orang yang berbuat jahat dengan kebaikan perbuatanmu, dan tunjukkanlah dia pada kebaikan dengan ucapanmu yang bagus.” (Ghurar al-Hikam, hadis ke-2304)

*Disadur dari Kitab Mizanul Hikmah, jilid 1


No comments

LEAVE A COMMENT