Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Dapat Pahala Haji Tanpa Melakukannya

Salah satu bukti keadilan Allah Swt adalah memberi kesempatan kepada semua makhluknya untuk mendapatkan pahala kebaikan serta menggapai derajat spiritual yg tinggi di sisi-Nya.

Kesempatan yang diberikan itu tidak terbatas hanya kepada segelintir orang yang memiliki kemampuan dari sisi harta, waktu, kondisi kesehatan diri atau lainnya, namun sekalipun tanpa apapun yang telah disebutkan.

Baca: Fikih Haji dan Umrah Menurut Mazhab Ahlulbait

Banyak contoh atas hal itu misalnya seorang perempuan yang memang tidak ada kewajiban untuk mengangkat senjata (pedang) untuk berperang di medan tempur, apakah dia tidak punya kesempatan untuk meraih pahala orang yang berperang bahkan syahid? Lalu dimana letak keadilan Allah Swt?

Jawabannya dia punya kesempatan dengan melakukan beberapa hal yang dibutuhkan oleh orang laki-laki untuk jihad, misalnya menyiapkan baju suaminya, menyiapkan makan, minum, dan logistik lainnya, maka dia mendapatkan pahala yang didapat oleh suaminya, begitulah yg disebutkan dalam hadis.

Bagaimana dengan pahala ibadah haji bagi yang tidak bisa melaksanakannya karena faktor keuangan, kesehatan, waktu, kuota, dan yang lainnya?

Jawabannya mereka pun dapat meraih pahala ibadah haji dengan melakukan amalan sunnah seperti yang dinukil dalam kitab Mafatihul Jinan Bab Amalan Sunnah 10 malam pertama Zulhijah.

Baca: Infografis: Lintas Peristiwa Penting di Bulan Zulhijah

Amalan itu adalah melakukan shalat sunnah dua rakaat antara shalat Maghrib dan Isya sejak malam pertama hingga malam ke sepuluh yang pada setiap rakaatnya membaca surat Al Fatihah lalu surat Al Ikhlas dan ayat 142 dari surah Al A’raf seperti berikut:

 وَوَٰعَدۡنَا مُوسَىٰ ثَلَـٰثِینَ لَیۡلَةً وَأَتۡمَمۡنَـٰهَا بِعَشۡرٍ فَتَمَّ مِیقَـٰتُ رَبِّهِۦۤ أَرۡبَعِینَ لَیۡلَةًۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأخِیهِ هَـٰرُونَ ٱخۡلُفۡنِی فِی قَوۡمِی وَأَصۡلِحۡ وَلَا تَتَّبِعۡ سَبِیلَ ٱلۡمُفۡسِدِینَ

Tentu kita juga bisa mengkaji dan merenungi setiap ritual yang dilakukan oleh jemaah haji. Kita juga dapat merefleksikiannya dalam kehidupan keseharian kita sehingga kita memperoleh keberkahan dan nilai-nilai positif ibadah haji, sekalipun kita tidak sedang melaksanakannya.

No comments

LEAVE A COMMENT