Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Keagungan Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad

Keagungan, As-Sajjad, Imam Ali Zainal AbidinRusa pun Berlindung dan Meminta Pertolongan kepada Imam Sajjad a.s.

Seseorang bernama Khamran menuturkan kisah ini sebagai berikut:

“Suatu hari, Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad a.s. sedang duduk-duduk bersama sebagian sahabat beliau. Tiba-tiba, seekor rusa datang menghampiri beliau sambil mengerang dan menjulurkan kakinya ke hadapan Imam a.s.

Imam Sajjad a.s. bertanya kepada para sahabat, “Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan rusa ini?”

“Kami tidak mengetahuinya, wahai Imam,” jawab para sahabat Imam a.s.

Imam Sajad a.s. menjelaskan, “Ia berkata bahwa seseorang dari kaum Quraisy telah menangkap anaknya ketika berburu. Saat ini ia memohon kepadaku supaya aku menyampaikan kepada orang Quraisy tersebut untuk membawa anaknya supaya dapat disusui.”

Lalu Imam Sajjad a.s. berkata kepada para sahabat yang berada di sekelilingnya, “Marilah kita pergi bersama-sama menemui orang yang telah menangkap anak rusa ini.”

Kemudian mereka semua pergi bersama-sama untuk menemui orang Quraisy yang dimaksudkan. (Baca: Haul Akbar Sayyidina Husain pada Tanggal 10 Muharram)

Ketika bertemu dengannya, Imam Sajjad berkata, “Lepaskanlah anak rusa yang hari ini engkau tangkap dalam perburuanmu, karena ibunya ingin menyusuinya.”

Setelah mendengar permintaan Imam Sajjad a.s., pemburu yang menangkap anak rusa itu langsung melepaskannya.

Imam Sajjad a.s. berkata, “Berikanlah anak rusa ini kepadaku!”
Dengan senang hati yang tidak terhingga, orang Quraisy tersebut memberikannya kepada Imam Sajjad a.s.

Lalu Imam Sajjad a.s. membawa anak rusa itu kepada induknya dan mengantarkan sang induk beserta anaknya ke arah hutan. Saat sang induk rusa pergi, ia menggerak-gerakkan ekornya seolah mengucapkan rasa terima kasih kepada beliau a.s. dengan gerakan khususnya itu.

Imam Sajjad a.s. berkata kepada para sahabat, “Apakah kalian memahami apa yang dikatakan rusa itu melalui gerakan-gerakannya?”

“Kami tidak dapat memahami hal itu sama sekali, wahai putera Rasulullah,” jawab mereka. (Baca: Asyura, Tak Kenal Maka Tak Sayang)

Imam Sajjad a.s. berkata, “Ia mengatakan bahwa Allah swt akan mengembalikan setiap musafir kalian yang terasing kepada kalian, sebagaimana telah mengembalikan anakku. Semoga Allah swt. meninggikan derajat Ali bin Husain (Zainal Abidin As-Sajjad) a.s.””

Kerendahan Hati Imam Sajjad a.s.

Imam Sajjad a.s. biasa memilih untuk melakukan perjalanan (seperti haji) bersama kafilah yang tidak mengenal beliau.

Beliau a.s. melakukan itu supaya bisa berkhidmat dan memenuhi kebutuhan para musafir yang sedang melakukan perjalanan menuju Baitullah.

Suatu kali Imam Sajjad a.s. melakukan perjalanan bersama suatu kafilah. Salah seorang dari anggota kafilah tersebut mengenal beliau. Dengan terkejut orang tersebut berkata kepada kawan-kawannya, “Ini adalah Ali bin Husain, putera Rasulullah.” (Baca: Dari Manakah Informasi Tragedi Asyura?)

Saat orang-orang di kafilah itu mengenali beliau a.s., mereka berhamburan menghampiri beliau dan mencium tangan beliau. Dengan sangat hormat mereka berkata, “Wahai putera Rasulullah! Apakah Anda ingin terluka melalui tangan dan lidah kami? Apakah Anda ingin kami menjadi penduduk neraka dan celaka karena ulah kami yang tidak menghormati Anda? Kenapa Anda tidak memperkenalkan diri kepada kami?”

Imam Ali Zainal Abidin As-Sajad a.s. menjawab, “Aku pernah melakukan perjalanan dengan suatu kafilah yang mengenalku. Orang-orang di kafilah tersebut sedemikian menghormatiku seperti layaknya menghormati Nabi saw. Aku tidak ingin diperlakukan seperti itu. Oleh karena itu, aku ingin supaya tidak satu orang pun mengenalku.”[*]

Baca: Kisah-kisah Imam Ali Zainal Abidin a.s.: Burung Pipit dan Serigala

 

No comments

LEAVE A COMMENT