Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Tafsir Surat al-Ma’un

Terjemah

  1. Apakah kamu melihat orang yang mendustakan agama?
  2.  Itulah orang yang menghardik anak yatim
  3. dan tidak menganjurkan untuk memberi makan kepada orang miskin
  4. Maka celakalah orang-orang yang salat.
  5. Yaitu, orang-orang yang melalaikan salat mereka
  6. Orang-orang yang riya
  7. dan enggan memberi benda-benda yang tidak berharga.

Tafsir

Sesungguhnya mendustakan atau mengingkari agama Islam tidak selalu bersifat verbal (dengan lisan). Penolakan terhadap Islam bisa juga dengan perbuatan dan sikap. Bisa saja seseorang secara lisan beriman kepada Allah Swt dan hari akhirat, tetapi tindakan dan perbuatannya tidak menandakan dia beriman.

Baca: Tafsir Surat al-A’la

Surat ini menjelaskan tentang tanda-tanda orang yang mendustakan agama Islam;

1) Bersikap keras dan kasar terhadap anak yatim. Salah satu bentuk perbuatan orang yang beriman adalah menyayangi anak yatim. Banyak ayat dan riwayat yang memerintahkan kita agar bersikap sayang dan lembut terhadap mereka, seperti yang disebutkan dalam surat adh-Dhuha

2)Tidak menyantuni fakir miskin, atau tidak menganjurkan orang lain agar menyantuni mereka. Islam sebagai agama kasih sayang sangat peduli kepada orang-orang yang lemah dan tidak berdaya. Seorang yang memiliki keimanan yang benar tidak akan membiarkan kaum fakir miskin kelaparan. Berkenaan dengan masalah ini juga, banyak ayat dan riwayat yang menegaskan santunan kepada mereka.

3) Mengabaikan salat, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Salat merupakan tiang agama Islam, dan sekaligus ajaran yang membedakan Islam dari agama yang lain. Mendirikan salat sekali-sekali, atau sama sekali tidak mendirikannya, menunjukkan sikap yang tidak konsisten dan tidak konsekuen dengan keimanan kepada Allah Swt dan akhirat.

4) Bersikap riya. Artinya melakukan ibadah dan kegiatan sosial dengan tujuan mendapatkan pujian dan perhatian manusia, tidak karena Allah Swt. Riya dalam beberapa riwayat dianggap sebagai syirik kecil. Dalam doktrin Islam, bahwa segala ibadah dan kegiatan sosial harus dipersembahkan hanya untuk Allah Swt saja, “Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali menyembah Allah dengan tulus (murni) untukNya.” (QS. al-Bayyinah: 5)

Dalam ayat lain dijelaskan bahwa riya merupakan ciri orang-orang munafik, “Jika mereka bangkit untuk salat, maka mereka bangkit dengan bermalas-malasan. Mereka melakukannya karena riya terhadap manusia.” (QS. an-Nisa: 142)

Baca: Tafsir: Pertanda Lemah Iman

Sehubungan dengan riya ini, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya orang riya akan dipanggil pada Hari Kiamat dengan empat panggilan; Hai kafir, hai pendurhaka, hai pengkhianat, hai orang rugi, amal kebaikanmu gugur dan pahalamu batal. Maka tiada yang menyelamatkanmu pada hari ini. Mintalah pahalamu dari orang yang karena dia kamu beramal.”

5) Mempunyai sifat kikir. Dalam menjelaskan al-Ma’un, Thabari mengatakan: “Mereka mencegah manusia untuk mendapatkan manfaat. Tafsir al-Amtsal menjelaskan bahwa mereka enggan membantu kebutuhan orang lain yang sedikit. Kecintaan pada dunia sering kali membuat seseorang enggan mengeluarkan hartanya yang sedikit kepada fakir miskin.

*Disadur dari Tafsir Juz Amma karya Ustaz Husain Alkaff

No comments

LEAVE A COMMENT