Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
HomeView All Posts (Page 227)

View All Posts

Al-Wasysya bertanya kepada Imam Ali al-Ridha as, “Apakah Allah melimpahkan perkara kepada hamba-hambaNya?” Beliau menjawab; “Allah terlalu mulia untuk demikian.” Al-Wasysya bertanya lagi, “Lantas apakah Allah memaksa mereka berbuat maksiat?” Beliau menjawab; الله أعدل وأحكم من ذلك  قال الله : يابن آدم أنا أولى بحسناتك

بسم الله الرحمن الرحيم Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang إلهِي لَيْسَ لِي وَسِيلَةٌ إلَيْكَ إلاَّ عَواطِفُ رَأفَتِكَ، وَلا لِي ذَرِيعَةٌ إلَيْكَ إلاَّ عَوارِفُ رَحْمَتِكَ، وَشَفاعَةُ نَبِيِّكَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَمُنْقِذِ الأُمَّةِ مِنَ الْغُمَّةِ، فَاجْعَلْهُما لِي سَبَباً إلى نَيْلِ غُفْرانِكَ، وَصَيِّرْهُمَا لِي وُصْلَةً إلَى الْفَوْزِ بِرِضْوانِكَ، وَقَدْ

بسم الله الرحمن الرحيم Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang إلهِي مَنْ ذَا الَّذِي ذَاقَ حَلاوَةَ مَحَبَّتِكَ، فَرامَ مِنْكَ بَدَلاً؟ وَمَنْ ذَا الَّذِي أَنِسَ بِقُرْبِكَ، فَابْتَغَى عَنْكَ حِوَلاً؟ Ilahi Apakah orang yang telah mencicipi manisnya cinta-Mu akan menginginkan pengganti selain-Mu Apakah orang yang telah bersanding di samping-Mu akan mencari penukar selain-Mu إلهِي

Apa yang dapat dimengerti dari ungkapan “lebih luas daripada langit dan bumi” ialah satu di antara dua hal yang sama benarnya sebagai berikut; Pertama, Allah SWT membekali manusia dengan kemampuan untuk berbuat atau tidak berbuat, dan mencurahkan kepadanya kemampuan demikian pada pada setiap saat. Manusia kemudian

Ujian dan cobaan adalah perkara yang dihadapi manusia di sepanjang hidupnya, dari sejak awal ia lahir di atas bumi sampai akhir hayatnya. Adalah sebuah sunnah (ketetapan) ilahiah yang diterangkan dalam QS: Muhammad 31: وَ لَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجاهِدينَ مِنْكُمْ وَ الصَّابِرينَ وَ نَبْلُوَا أَخْبارَكُمْ “Dan sesungguhnya

Ketiga, keserupaan dengan orang yang bertawakkal tapi pada hakikatnya dia bukan bertawakkal. Hal ini karena dia mengetahui faktor-faktor tawakkal yang dapat menyelematkannya dari resiko tersebut. Sebab dia mengetahui bahwa kepemilikan adalah untuk Allah semata dan tak ada siapapun yang bersekutu dengannya, dan tak ada suatu

Munajat Imam Zainal Abidin sebagai seorang yang mensyukuri segala nikmat dari Allah sw. بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على محمد وآل محمد Bismillahir RahmanirRahim Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad إلهِي أَذْهَلَنِي عَنْ إقامَةِ شُكْرِكَ تَتابُعُ طَوْلِكَ، وَأَعْجَزَنِي عَنْ إحْصآءِ ثَنآئِكَ فَيْضُ فَضْلِكَ، وَشَغَلَنِي عَنْ ذِكْرِ مَحامِدِكَ