Tawadhu (1)
Allah SWT berfirman; وَعِبَادُ الرَّحْمنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الاْرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلاَماً. “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”[1] وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ
Pembahasan tentang Imam Mahdi sering kali diidentikkan dengan akidah Syi’ah Imamiyah, sehingga bila kita tidak cermat dan obyektif di bidang ini maka kita akan termakan “isu murahan” bahwa Imam Mahdi itu hanya milik orang Syi’ah dan hanya Syi’ah yang membesar-besarkannya.