Ini Dalil Qurani Faham Jabriyah, Benarkah?
Faham Jabriyah / Determinisme meyakini bahwa manusia dalam segala aktivitasnya tidak memiliki pilihan, semua perbuatannya yang baik dan buruk dilakukan oleh Allah Swt. Mazhab Syi’ah menganggap ini salah dengan berbagai alasan di antaranya; bertentangan dengan keadilan ilahi, bertentangan dengan tujuan pengutusan para nabi dan lain-lain.
Akan tetapi, ada ayat-ayat Alquran yang sekilas pandang bisa dijadikan sebagai dalil akan kebenaran Farhan jabriyah ini. Di antaranya ayat ke-78 dari surat an-Nisa’. Allah berfirman:
وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُواْ هَذِهِ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُواْ هَذِهِ مِنْ عِندِكَ قُلْ كُلًّ مِّنْ عِندِ اللَّهِ
“Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah””.
Pakaian setidaknya bisa berfungsi untuk memenuhi tiga kebutuhan manusia; pertama menjaganya dari cuaca panas dan dingin, kedua, menjaga kehormatan dan membuang rasa malu, ketiga, memberikan tampilan menarik dan berwibawa bagi pemakainya.
Salah satu perbedaan mendasar dalam pembahasan Mahdiisme adalah Imam Mahdi as dari keturunan Imam Hasan as atau dari Imam Husein as? Mayoritas Ahlisunnah berbeda pendapat dengan Syiah dengan mengklaim bahwa beliau adalah keturunan dari Imam Hasan as bukan dari keturunan Imam Husein as.