Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Masih Ragu untuk Berbuat Baik?

 

Dikisahkan, ada seorang penjahat yang telah membunuh orang sedang dalam pelarian. Kondisinya terlunta-lunta dengan pakaian yang compang-camping, penuh debu, kelelahan, dan mukanya kusut. Ia sampai di sebuah perkampungan.

Sudah beberapa hari ia tidak makan sesuatu pun. Perutnya melilit kelaparan. Ia berhenti di depan sebuah toko. Ia melihat berbagai makanan dijual di sana, namun ia tidak memiliki uang untuk membeli.

Sejenak ia bimbang dan tidak tahu apa yang harus dilakukan; apakah akan menghunuskan pisau untuk mengambil makanan dari toko tersebut atau harus meminta-minta seperti seorang pengemis?

Ia memasukkan tangannya ke kantongnya dan meraba pisau, namun tiba-tiba ia melihat makanan disodorkan oleh pemilik toko di depan matanya. Maka tanpa sadar ia melepaskan pisaunya dan mengambil makanan tersebut.

Pemilik toko makanan berkata, “Silahkan menikmati makananmu dengan cuma-cuma karena aku berniat memberikan kepadamu.”

Baca: “Almarhum Syeikh Behjat: Perselisihan Terjadi dari ‘Hasbuna Kitaballâh‘”

Tiga hari kemudian, penjahat buronan tersebut muncul kembali di depan toko makanan itu. Kali ini pemilik toko langsung memberikan makanan tanpa mengucapkan satu kata pun. Penjahat itu ingin mengatakan sesuatu, namun akhirnya menerima makanan dan menikmatinya, kemudian pergi dari sana.

Ketika pemilik toko menutup tokonya di malam hari, tanpa sengaja matanya tertuju kepada halaman pertama surat kabar. Alangkah terkejutnya pemilik toko itu, ketika ia melihat sebuah gambar yang sangat dikenalnya, yaitu gambar lelaki yang ia kasih makanan cuma-cuma.

Di bawah foto orang tersebut tertulis dengan huruf tebal, “Dicari pembunuh buronan, bagi yang memberikan informasi akan mendapatkan hadiah”.

Pemilik toko langsung menghubungi polisi yang segera datang ke sekitar daerah itu. Selama tiga hari polisi mengawasi tempat tersebut. Pada hari keempat, sang buronan akhirnya muncul di depan toko makanan dengan pakaian seperti yang termuat dalam koran.

Ia melihat sekitar toko dan seolah-olah mengetahui kondisi yang tidak seperti biasanya. Polisi yang telah lama mengintainya segera menyergap dan tidak memberikan kesempatan untuk memberikan perlawanan.

Baca: “Pesan Damai dalam Kebangkitan Imam Husein AS

Saat ingin dibawa polisi, ia melewati depan pemilik toko dan berbisik, “Koran yang engkau lihat itu sengaja aku taruh dan aku tuliskan sesuatu untukmu, bacalah.”

Ia tersenyum dan menampakkan kepuasan di wajahnya, lalu diangkut oleh mobil polisi.

Pemilik toko langsung membuka koran itu dan melihat halaman belakangnya. Di sana tertulis beberapa baris tulisan, “Aku lelah menjadi buronan yang selalu melarikan diri dari satu tempat ke tempat lain. Aku hampir saja memutuskan untuk menyudahi hidupku sendiri, namun kebaikan hatimu merubah keputusanku. Terima kasih atas makanan yang engkau berikan kepadaku. Semoga hadiah yang akan engkau terima dari polisi karena telah memberikan informasi keberadaanku, dapat sedikit membalas jasamu terhadapku.”

Sang pemilik toko memandang mobil polisi sambil berdoa semoga Allah swt memberikan hidayat kepadanya dan menganugerahkan khusnul khatimah kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

Buah Perbuatan Baik

Kata pepatah, “Apa yang engkau tanam itulah yang akan engkau tuai.”

Perbuatan baik yang kita lakukan akan membawa berbagai keuntungan di dunia dan akhirat. Apa saja keuntungannya, yuk kita baca berikut ini:

1) Persahabatan dan keakraban:

Kebaikan yang kita lakukan terhadap orang lain, biasanya akan diingat oleh orang tersebut. Kebaikan tersebut bisa menjadi sarana untuk persahabatan dan keakraban.

2) Pahala di dunia dan di akhirat:

Allah swt berfirman:

فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Maka Allah memberi mereka (orang-orang yang berbuat kebaikan) pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat…” (QS. Ali ‘Imran: Ayat 148)

3) Pengampunan dosa:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus perbuatan-perbuatan buruk (dosa)…” (QS. Hud: Ayat 114)

4) Aman di hari kiamat:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ

“Barangsiapa membawa kebaikan, maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka merasa aman dari ketakutan (yang dahsyat) pada hari kiamat.” (QS. An-Naml: Ayat 89)

5) Dicintai Allah swt:

اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”

Ungkapan di atas disebutkan sebanyak 5 kali dalam Alquran: Al-Baqarah: Ayat 195 – Ali ‘Imran: Ayat 134 – Ali ‘Imran: Ayat 148 – Al-Ma’idah: Ayat 13 – Al-Ma’idah: Ayat 93. Pengulangan ini menunjukkan nilai penting dari perbuatan baik di sisi Allah swt.

Nah tunggu apa lagi, mari berbuat baik sebanyak-banyaknya.[*]

Baca: “Seorang ‘Abid yang Dikalahkan Setan

 

No comments

LEAVE A COMMENT