Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Pezeshkian: Zionis Dibalik Serangan Pipa Saudi

Serangan terhadap pipa East-West milik Arab Saudi terjadi pada September 2026. Arab Saudi segera menyalahkan Irak. Irak berada di bawah tekanan. Baghdad diminta melakukan penyelidikan. Pemerintah Irak mematuhinya. Bandara-bandara Irak ditutup untuk penerbangan Iran. Irak dipaksa memilih antara Washington dan Teheran.

Kini Masoud Pezeshkian mengatakan: Iran dan Yaman tidak ada hubungannya dengan serangan itu. Dan kemungkinan besar Israel-lah yang melakukan serangan tersebut untuk memanaskan ketegangan dan memicu perselisihan.

Ia mengatakannya secara terbuka. Tercatat dalam rekaman. Di New York. Kepada media asing.

Mengapa Israel Diduga Sebagai Pelakunya

Motif

Tujuan strategis Israel di kawasan adalah mencegah segala bentuk rekonsiliasi antara Iran dan Arab Saudi. Pemulihan hubungan diplomatik antara kedua negara yang dimediasi Tiongkok pada Maret 2023 merupakan kekalahan bagi Israel. Peristiwa itu menghancurkan narasi bahwa Iran terisolasi dan bahwa Arab Saudi akan selamanya berada di kubu anti-Iran. Sejak saat itu, Israel disebut mencari berbagai cara untuk membalikkan proses rekonsiliasi tersebut.

Waktu kejadian

Serangan terhadap pipa terjadi ketika Arab Saudi menunjukkan keterbukaan terhadap langkah-langkah deeskalasi lebih lanjut dengan Iran. Ansarullah Yaman sedang menyerang fasilitas-fasilitas minyak Saudi. Iran dan Arab Saudi saling bertukar pesan. Serangan terhadap pipa itu dirancang untuk meracuni suasana tersebut — membuat Saudi percaya bahwa Iran dan sekutunya berada di balik serangan-serangan itu, lalu mendorong Riyadh kembali ke pelukan Washington.

Metode

Drone yang digunakan dalam serangan itu disebut berasal dari Irak. Namun pemerintah Irak menyatakan tidak memiliki bukti. Kelompok-kelompok perlawanan Irak membantah keterlibatan mereka. Iran membantah keterlibatan. Yaman juga membantah keterlibatan. Menurut tulisan ini, satu-satunya aktor yang memiliki kemampuan sekaligus motif untuk melakukan operasi bendera palsu dari wilayah Irak adalah Israel. Mossad telah beroperasi di Kurdistan Irak selama beberapa dekade. Mereka memiliki jaringan, logistik, dan preseden yang diperlukan.

Pola

Israel disebut memiliki sejarah panjang operasi-operasi bendera palsu. Mulai dari Peristiwa Lavon di Mesir pada 1954, serangan terhadap USS Liberty pada 1967, kasus “Dancing Israelis” setelah peristiwa 11 September yang disebut merekam serangan terhadap Menara Kembar dan kemudian diidentifikasi sebagai operatif Mossad, pembunuhan ilmuwan Iran melalui perantara MEK, penggunaan paspor palsu dan perusahaan kedok, virus Stuxnet, hingga serangan pager di Lebanon pada 2024.

Menurut penulis tulisan ini, hal tersebut bukanlah spekulasi, melainkan bagian dari pola operasi yang selama ini diasosiasikan dengan Israel.

Apa yang Dicapai oleh Serangan terhadap Pipa

Serangan tersebut menghentikan operasional pipa East-West, satu-satunya alternatif Arab Saudi selain Selat Hormuz untuk menyalurkan ekspor minyaknya. Akibatnya, ekspor minyak Saudi menjadi semakin bergantung pada Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur strategis kawasan.

Serangan itu juga mengguncang pasar minyak dunia dan mendorong kenaikan harga energi.

Namun yang lebih penting, menurut tulisan ini, adalah tujuan politik yang berhasil dicapai. Serangan tersebut memaksa Irak untuk memilih posisi. Baghdad dipaksa menutup bandara-bandara bagi penerbangan Iran. Irak dipaksa berpartisipasi dalam blokade yang dipimpin Amerika Serikat. Irak berubah dari pihak yang relatif netral menjadi bagian dari tekanan terhadap Iran.

Menurut penulis, itulah yang sebenarnya diinginkan Israel. Bukan sekadar merusak pipa atau mengganggu aliran minyak, melainkan memecah kawasan, menjauhkan Irak dari Iran, dan menghidupkan kembali koalisi anti-Iran yang dipimpin Amerika Serikat.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak menyerang pipa tersebut. Yaman juga tidak menyerangnya. Menurut pandangannya, bukti-bukti mengarah kepada Israel. Motif mengarah kepada Israel. Waktu kejadian mengarah kepada Israel. Pola yang terlihat juga mengarah kepada Israel.

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT