Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
 

Ucapaan Rasulullah Saw Setelah Diangkat Menjadi Nabi

Ketika itu beliau berdiri di atas sebuah batu dan bersabda:

“Wahai kaum Quraisy, wahai bangsa Arab, aku seru kalian untuk bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Aku perintahkan kalian untuk melepas tandingan-tandingan dan berhala. Penuhilah seruanku niscaya kalian akan menguasai bangsa Arab, orang Azam (non Arab) akan tunduk kepada kalian, dan kalian akan menjadi raja di surga.” (Bihar al-Anwar, jil. 18, hal. 185)

Ucapan Rasulullah Saw di Bukit Shafa, dan orang-orang berkumpul di sekitar beliau, kemudian Rasulullah bersabda:

“Wahai manusia, sesungguhnya pemimpin tidak akan berdusta kepada pengikutnya. Demi Allah, sekiranya aku telah berdusta kepada manusia namun aku belum pernah berdusta kepada kalian. Sekiranya aku telah menipu manusia namun aku belum pernah menipu kalian. Demi Allah, Tuhan yang tidak ada tuhan kecuali Dia, sesungguhnya aku ini adalah benar-benar utusan Allah kepadamu dan kepada seluruh manusia. Demi Allah, kalian akan mati sebagaimana kalian tidur dan akan dibangkitkan kembali sebagaimana kalian terjaga, dan kalian akan diperhitungkan atas apa yang kalian kerjakan, serta akan dibalas dengan kebaikan atas kebaikan yang kalian kerjakan dan akan dibalas dengan keburukan atas keburukan yang kalian kerjakan. Yaitu surga yang abadi atau neraka yang kekal.” (Ibnu Atsir, jil. 2, hal. 27; as-Sirah al-Halabiyyah,  jil. 1, hal. 272)

Kemudian Rasulullah Saw memberi peringatan kepada keluarganya. Rasulullah Saw naik ke bukit Shafa lalu berseru:

“Hai Bani Fihr, Hai Bani ‘Adi” (karena mereka bagian dari kabilah Quraisy).

Hingga mereka berkumpul. Jika seseorang tidak bisa keluar mereka mengirim utusan untuk melihat apa yang terjadi. Kemudian Abu Lahab datang beserta kaum Quraisy. Lalu Rasulullah Saw bersabda: “Bagaimana pendapat kalian jika aku beritahu bahwa ada pasukan berkuda di balik bukit yang hendak menyerang kalian, apakah kalian akan membenarkanku?”

Mereka berkata: “Tentu, kami tidak pernah mendapati engkau kecuali selalu berkata benar.”

Rasulullah Saw meneruskan ucapannya: “Sesungguhnya aku ini pemberi peringatan bagi kalian. Di hadapanku ada siksa yang keras.”

Lalu Abu Lahab berkata: “Celaka seluruh hari-harimu. Apakah untuk ini engkau mengumpulkan kami?”

Setelah kejadian itu, tidak selang beberapa lama Rasulullah Saw mengundang mereka (keluarga) makan, lalu setelah mereka selesai makan Rasulullah Saw bersabda”

Baca: Benarkah Nabi Muhammad Saw Seorang yang Ummi?

“Hai Bani Abdul Muthalib, sesungguhnya aku pemberi peringatan dari Allah Swt bagi kalian. Aku datang kepada kalian membawa sesuatu yang tidak pernah dibawa seorang pun dari bangsa Arab. Jika kalian menaatiku niscaya kalian mendapat petunjuk dan memperoleh kemenangan. Hidangan ini adalah perintah Allah kepadaku, maka aku membuatnya sebagaimana yang telah dibuat Isa bin Maryam untuk kaumnya. Siapa saja dari kalian yang ingkar setelah ini niscaya Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang belum pernah seorang makhluk pun disiksa dengannya.

Bertakwalah kepada Allah. Dengarkan dan taatilah apa yang aku katakan kepada kalian. Ketahuilah, hai Bani Abdul Muthalib, sesungguhnya Allah Swt tidak akan mengangkat seorang rasul kecuali Dia juga menjadikan baginya seorang saudara, pembantu, washi dan pewaris dari kalangan keluarganya. Dan Allah telah menjadikan bagiku seorang pembantu sebagaimana Dia telah menjadikan bagi nabi-nabi sebelumku. Sesungguhnya Allah telah mengutusku untuk seluruh manusia dan telah menurunkan (ayat) kepadaku: ‘Dan berilah peringatan kepada kerabat kerabatmu yang terdekat dan keluarga besarmu yang mukhlis.’

Demi Allah, Dia telah memberitahuku namanya, namun aku diperintahkan untuk menyeru kalian, mengingatkan kalian dan menawari kalian, supaya setelah ini tidak ada lagi alasan bagi kalian. Kalian adalah kerabat dan keluargaku. Siapa saja dari kalian yang lebih dulu memenuhi seruanku, menjadi saudaraku di jalan Allah, membantuku, dan mewarisiku di jalan Allah, sehingga dengan begitu ia menjadi tanganku dalam menghadapi semua yang menentangku, maka aku akan menjadikannya sebagai penggantiku, penerima wasiatku dan pembantuku yang akan menunaikan urusanku, menyampaikan risalahku, melaksanakan agamaku sepeninggalku, dan menyempurnakan janji-janjiku dengan syarat-syarat yang aku telah tetapkan.”

Mereka diam, dan Rasulullah Saw sampai mengulangi seruannya hingga tiga kali, namun mereka tetap diam. Lalu Ali a.s. bangkit. Ketika Abu Lahab mendengar apa yang disampaikan Rasulullah Saw ia berkata: “Celaka bagimu dan bagi apa yang engkau bawa, hai Muhammad. Apakah untuk ini engkau mengundang kami?”

Mereka ikut berdiri. Lalu Rasulullah Saw berkata:  “Demi Allah, kalian yang melakukan atau orang di luar kalian.” Rasulullah Saw menganjurkan mereka agar setelah itu tidak ada seorang pun dari mereka yang mempunyai alasan. Kemudian Ali berdiri lalu berkata: “Wahai Rasulullah, saya (siap) untuk (urusan) ini.”

Lalu Rasulullah saw bersabda: “Wahai Abu Hasan, engkau untuk (urusan) ini. (Sekarang) ketetapan telah ditetapkan dan (tinta) pena telah kering. Hai Ali, Allah telah memilihmu untuk awal urusan ini dan dan telah menjadikanmu sebagai orang yang mengurusi akhir urusan ini.”

Baca: Peringatan Bi’tsah Nabi Muhammad Saw merupakan hari besar bagi pendamba keadilan di dunia

Hadis ini diriwayatkan oleh sekelompok orang dari kalangan Ahlusunah dan Imamiyah selain mereka berdua, dengan bersanad dari al-Hasan dan lainnya. Di antara kalangan Ahlusunah yang meriwayatkan hadis ini ialah Alla’uddin al-Hindi di dalam kitab Muntakhab Kanz al-‘Ummal, dalam bab Keutamaan-keutamaan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s., dengan sedikit perubahan dan peringkasan. Tsa’labi juga meriwayatkan hadis ini dalam kitab tafsirnya. Sementara al-Haitsami meriwayatkannya di dalam Majma’ az-Zaw’id, dalam kitab Para Nabi, di akhir juz kedelapan.

*Dikutip dari kitab Madinah Balaghah karya Syaikh Musa Zanjani

No comments

LEAVE A COMMENT