Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
HomeView All Posts (Page 237)

View All Posts

بسم الله الرحمن الرحيم Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang أَللَّهُمَّ يا مَلاَذَ اللائِذِينَ، وَيا مَعاذَ الْعآئِذِينَ، وَيا مُنْجِيَ الْهالِكِينَ، وَيا عاصِمَ الْبآئِسِينَ، وَيا راحِمَ الْمَساكِينِ، وَيا مُجِيبَ الْمُضْطَرِّينَ، وَيا كَنْزَ الْمُفْتَقِرِينَ وَيا جابِـرَ الْمُنْكَسِرِينَ، وَيا مَأْوَى الْمُنْقَطِعِينَ، وَيا ناصِرَ الْمُسْتَضْعَفِينَ،  وَيا مُجِيرَ الْخآئِفِينَ، وَيا مُغِيثَ الْمَكْرُوبِينَ وَيا حِصْنَ

Dalam akidah Islam Syiah Imamiyah, keadilan Tuhan menjadi salah satu dari lima dasar agama (ushuluddin). Kendati merupakan masalah klasik, yang diwarnai dengan perdebatan yang seru di kalangan para teolog dahulu, tak berarti menjadi usang dan asing di masa kini. Justru sebagian orang lah yang tak

Mengenai sebab turunnya firman Allah SWT dalam al-Quran Surat al-Hujurat [49] ayat 13 serta penerapannya terdapat beberapa riwayat yang semuanya berkaitan dengan kasus-kasus keberbanggaan orang dengan keturunan, warna kulit, bahasa dan lain sebagainya, antara lain terdapat beberapa hadis  sebagai berikut; Pertama, diriwayatkan bahwa sesudah pembebasan Mekkah

Balasan Kebaikan مَنْ جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيْرٌ مِّنْهَا ۚ وَهُمْ مِّنْ فَزَعٍ يَّوْمَئِذٍ اٰمِنُوْنَ “Barang siapa membawa kebaikan, maka dia akan memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya. Dan mereka merasa aman dari ketakutan (yang dahsyat) pada hari itu (kiamat).” [QS. An-Naml: 89] Adik-adik, yuk kita baca ayat

Karunia dan kemuliaan berupa pakaian dan ketertutupan tubuh itu terlucut dari Nabi Adam as dan Hawa as ketika keduanya memetik dan memakan buah terlarang lalu tersingkap aurat keduanya sehingga keduanya terpaksa bersusah payah untuk menutupinya, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT; فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا