Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
Home2016November

November 2016

Demikian pula halnya dengan sosok wanita agung, Hazrat Zainab as, yang dalam satu hari pada tragedi Karbala telah kehilangan anak-anak, saudara-saudara, dan kemenakan-kemenakannya, lalu ditawan dan digelandang bersama para wanita anggota keluarga besarnya bagai kawanan budak di bawah sengatan terik mentari serta menyaksikan keterbantaian Imam

Ada seseorang yang mengadukan kenakalan anaknya kepada Imam ar-Ridha as., lalu Imam ar-Ridha as. berkata:  “لا تضربه و اهجره ولاتطل” [1] Jangan engkau pukul tapi marahilah tapi kemarahanmu tidak boleh terlalu lama (misalnya seorang ayah menjadi penengah supaya anaknya minta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya). Dalam Islam,hukuman fisik terhadap

Orang yang memandang filosofi keimanan dan ketaatan adalah karena Allah SWT memang layak diatati tanpa memandang urusan surga dan neraka, melainkan semata-mata  demi mendapatkan keridhaan Allah, dan bergerak demi kecintaan kepada Allah, maka perkaranya menjadi lebih jelas lagi. Filosofi ini juga menyerunya untuk bertaubat, karena

Dari Imam ‘Alî ibn Abî Thâlib karramallâhu wajhah, beliau berkata: “Rasulullah mengajarkan doa ini kepadaku dan beliau membacanya di setiap pagi”. (Al-Bihar, Juz 91, Hal: 125)   بِسمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحيمِ اللهم صل على محمد وال محمد اللَّهُمَّ يَا مَنْ دَلَعَ لِسَانَ الصَّبَاحِ بِنُطْقِ تَبَلُّجِهِ Allâhumma yâ man dala‘a lisân