Situs Resmi Komisi Bimbingan dan Dakwah Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI)
HomeView All Posts (Page 240)

View All Posts

Mengenai sebab turunnya firman Allah SWT dalam al-Quran Surat al-Hujurat [49] ayat 13 serta penerapannya terdapat beberapa riwayat yang semuanya berkaitan dengan kasus-kasus keberbanggaan orang dengan keturunan, warna kulit, bahasa dan lain sebagainya, antara lain terdapat beberapa hadis  sebagai berikut; Pertama, diriwayatkan bahwa sesudah pembebasan Mekkah

Balasan Kebaikan مَنْ جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيْرٌ مِّنْهَا ۚ وَهُمْ مِّنْ فَزَعٍ يَّوْمَئِذٍ اٰمِنُوْنَ “Barang siapa membawa kebaikan, maka dia akan memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya. Dan mereka merasa aman dari ketakutan (yang dahsyat) pada hari itu (kiamat).” [QS. An-Naml: 89] Adik-adik, yuk kita baca ayat

Karunia dan kemuliaan berupa pakaian dan ketertutupan tubuh itu terlucut dari Nabi Adam as dan Hawa as ketika keduanya memetik dan memakan buah terlarang lalu tersingkap aurat keduanya sehingga keduanya terpaksa bersusah payah untuk menutupinya, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT; فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا

Mengenai ibadah haji, dalam surat al-Baqarah [3] ayat 197 Allah SWT berfirman; الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ. “(Musim) haji adalah beberapa bulan

Tauhîd (توحيد) secara bahasa dalam ilmu sharaf atas wazan (pola dasar kata) taf’îl. Ialah untuk penekanan pada satu. Artinya, perhatian yang tinggi dan serius terhadap ketunggalan. Atau untuk mengkaitkan obyek pada perbuatan (maf’ûl pada fi’l), seperti takfîr (mengkafirkan; mengkaitkan pada kekufuran). Tapi menurut sebagian ahli,